Maros – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Maros mengintruksikan seluruh sekolah yang terdampak banjir untuk melakukan pembelajaran online atau daring.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros, Andi Patiroi mengatakan, cuaca ekstrem dikhawatirkan membahayakan para siswa.
“Pembelajaran online saja apabila cuaca tidak memungkinkan tatap muka,” katanya, Selasa (14/2/2023).
Sudah ada enam sekolah yang dilaporkan terkena banjir. SMPN 11 Maros Baru, SMPN 30 Satap Manrimisi Lompo, SDN 93 Soreang-Lau, SDN 128 Inpres Minasa Baji-Bantimurung, SDN 45 Pappaka-Bontoa, dan KB Melati Turikale.
Disdikbud juga mengintruksikan pihak sekolah mengambil langkah untuk mengamankan sarana dan prasarana sekolah masing-masing.
Hujan deras mengguyur Kabupaten Maros sejak Minggu malam. Banyak wilayah tergenang air.
Salah satunya ruas Jalan Poros Maros-Makassar, tepatnya di Bulu-bulu, Kecamatan Marusu, terendam banjir. BMKG mengumumkan cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga 16 Februari 2023.


