blank

Rumput Laut Lebih Menjanjikan, Alasan Warga Sikapaya Tinggalkan Bandeng

blank

Maros – Tidak seperti kebanyakan petani tambak. Umumnya mereka memelihara ikan bandeng dan udang. Namun, beberapa tahun terakhir khususnya warga Dusun Sikapaya, Desa Minasaupa, kecamatan Bontoa, memilih beralih dari dua komoditas tersebut.

Adalah rumput laut, salah satu komoditas yang saat ini banyak dibudidayakan warga Dusun setempat. Alasannya sederhana, lebih mudah dibudidayakan dan bernilai ekonomis yang yang lumayan.

Salah seorang warga Tamrin saat ditemui dipinggir tambak miliknya mengatakan bahwa dalam sepetak empang dengan diameter sekitar 15 are bisa menghasilkan rumput laut sebanyak 2 ton dalam sebulan.

“Hampir semua tambak disini sudah tidak budidaya bandeng dan udang lagi. Saya dan warga disini rata-rata sudah beralih ke rumput laut,” katanya.

Tamrin bilang, dalam budidaya rumput laut mudahnya karena hanya dalam sekali tanam itu sudah panen setiap bulan. Asalkan air tambak tetap dalam kondisi asin.

“Kecuali musim barat atau hujan. Tapi, ada juga yang membuat sumur bor untuk menjaga kondisi air agar tetap asin. Cuman sekali tanam itu sudah panen terus,” ucapnya.

Dalam sekilo, Tamrin biasanya menjual hasil panen rumput laut seharga Rp5000 ribu. Kadang kala naik sampai Rp9000 ribu per kilonya.

Untuk menjual hasil panennya pun tidak perlu jauh-jauh. Sebab, ada warga Dusun Sikapaya yang membeli komoditas yang menjadi salah satu bahan dasar kosmetik itu.

“Informasinya begitu diolah untuk jadi kosmetik. Hanya beberapa jarak dari sini pengusaha yang membeli rumput laut kami,” jelasnya.

Kondisi Dusun Sikapaya dalam budidaya rumput laut juga terbilang cukup mendukung. Pasalnya, air di salah satu wilayah Maros ini saat kemarau cukup asin dan pas bagi rumput laut untuk tumbuh berkembang.

Dilain sisi warga harus susah payah untuk mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi. Bahkan warga harus membeli air seharga Rp5000 ribu per jerigen untuk mendapatkan air bersih.

“Kalau itu sangat susah. Mungkin ini salah satu kampung terparah saat kemarau,” tambahnya.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: