Maros – Ruas jalan poros Maros-Bone akan segera dilakukan pelebaran. Kemacetan hingga berjam-jam yang sering terjadi dinilai imbas dari beberapa titik yang sempit.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan, Reiza Setiawan membeberkan, pelebaran jalan akan dilakukan sepanjang 13 kilometer, dengan anggaran Rp157 miliar.
“Terutama di daerah Kappang yang rawan terjadi kemacetan. Saat ini progresnya masih sekitar 10 persen,” katanya.
Ada dua titik yang akan dilakukan pelebaran. Titik yang pertama 12 kilometer. Titik yang kedua 1 kilometer. Titik yang kerap terjadi macet jadi prioritas.
Sebenarnya, kata Reiza, pelebaran sudah mulai dilakukan akhir tahun lalu. “Untuk target rampungnya akhir 2024, karena bukan hanya pelebaran jalan tapi juga pemeliharaan,” sebutnya.
Terkait ruas jalan yang berada di kawasan hutan lindung Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Reiza mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
“Jadi titik taman nasional itu sudah mundur, artinya kita melakukan pelebaran bukan di kawasan taman nasional lagi,” bebernya.
Kasatker PJN III Sulsel, Malik menuturkan lebar ruas jalan poros Maros-Bone saat ini 4 meter. Nanti dijadikan 6 meter, kemudian tambahan bahu jalan 2 meter kiri dan kanannya.
Di konfirmasi terpisah Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, mengatakan memang sudah seharusnya jalan poros Maros-Bone dilakukan pelebaran.
Apalagi kata dia jalur tersebut menghubungkan Sulawesi Tenggara dengan Sulawesi Selatan.
“Masih ada beberapa segmen yang terjadi penyempitan yang mengakibatkan kemacetan, apalagi jika mobil truk yang melewati jalur tersebut kadang-kadang bisa macet hingga delapan jam,” tutur legislator dari Dapil 2 Sulsel itu.


