Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Peringatan HKG PKK ke-54, TP PKK Kabupaten Maros Gelar Pembinaan dan Penilaian Lomba Administrasi Perdana di Desa Ma’rumpa

    Agustus 1, 2026

    Sunyi di Jalan Azalea: Mengenang Kepergian Sang Penjaga Ruang KONI Maros

    Agustus 1, 2026

    Menakar Strategi Fiskal Maros: SiLPA 2025 Senilai Rp115 Miliar Dialokasikan demi Kesejahteraan Rakyat dan Layanan Dasar

    Juli 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Gen Z di Dunia Kerja: Harapan, Realita, dan Pelajaran untuk Kita Semua
    OPINI Kamera LiputanBy Kamera LiputanJanuari 13, 2025

    Gen Z di Dunia Kerja: Harapan, Realita, dan Pelajaran untuk Kita Semua

    Kamera LiputanBy Kamera LiputanJanuari 13, 2025
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    Kameraliputan.com – Baru-baru ini, ada survei dari Intelligent, sebuah platform konsultasi pendidikan dan karier, yang menunjukkan bahwa 6 dari 10 perusahaan memecat karyawan Gen Z yang baru mereka rekrut tahun ini. Atas dasar apa?

    Perusahaan menilai Gen Z punya banyak kekurangan, mulai dari kurang motivasi, kurang profesionalisme, sampai keterampilan komunikasi yang dianggap masih lemah.

    Melihat data itu, jujur saja aku kaget. Di mataku, generasi ini kan tumbuh dengan teknologi yang canggih dan akses informasi tanpa batas. Mengapa banyak perusahaan malah “membuang” mereka?

    Setelah beberapa kali ngobrol langsung dengan beberapa karyawan Gen Z dan para HRD, aku mulai paham kenapa ini bisa terjadi.

    Salah satunya adalah, sebut saja Dika (bukan nama sebenarnya), seorang karyawan Gen Z di divisi kreatif sebuah perusahaan. Dia itu jenius! Desain yang dia bikin selalu bikin kagum. Tapi begitu diminta presentasi di depan klien, Dika jadi gugup banget. Suaranya pelan, nggak fokus, dan bahkan lupa untuk menyapa klien di awal.

    Baca:  Debat Pilkada Maros 2024 : Antara Retorika dan Janji Semata ??

    Lain lagi cerita Rani (nama samaran). Dia lulusan universitas ternama, punya gelar komunikasi yang keren banget. Tapi setelah dua bulan kerja, dia bilang, “Aku nggak ngerasa pekerjaan ini bikin aku berkembang.” Akhirnya, dia memutuskan resign. Padahal pekerjaan itu penting banget buat workflow timnya.

    Gen Z juga sering dibilang gampang menyerah. Kalau target nggak tercapai atau tugas terlalu monoton, mereka gampang bilang, “Kayaknya aku nggak cocok di sini.” Dan pindah kerja jadi solusi mereka.

    Kenapa Fenomena Ini Terjadi?

    Biar lebih paham, kita lihat dulu dari sudut pandang mereka.

    Gen Z hidup di era di mana semua bisa didapatkan dengan cepat, serba instan—pesan makanan lewat aplikasi, belajar lewat YouTube, bahkan cari jawaban tugas tinggal Googling. Jadi, mereka selalu berharap dunia kerja juga bisa memberi hasil instan. Kalau prosesnya panjang atau terlihat nggak langsung berdampak, mereka bisa cepat bosan. Jangan heran bila ada yang menjuluki mereka generasi instan.

    Sekarang tentang sukses. Bagi generasi sebelumnya, sukses itu gaji besar dan posisi tinggi. Nah, Gen Z punya cara pandang yang berbeda. Mereka lebih peduli pada makna pekerjaan, fleksibilitas waktu, dan kesempatan mengejar passion di luar pekerjaan. Kalau perusahaan tak mampu memenuhi itu, mereka cenderung kehilangan semangat.

    Baca:  Maros: Menapaki Jejak 67 Tahun, Merawat Marwah Butta Salewangang

    Walaupun jago teknologi, banyak Gen Z yang kurang terlatih dalam soft skills seperti komunikasi tatap muka, manajemen waktu, dan etika profesional. Ini karena sekolah atau kampus biasanya hanya fokus di aspek akademik dan teknologi, tapi kurang menyiapkan mereka untuk dunia kerja.

    Sebagai orang tua, teman, atau mungkin kolega mereka, kita semua punya peran untuk membantu Gen Z lebih siap menghadapi dunia kerja. Apa yang bisa kita lakukan, setidaknya bisa kita mulai dari lingkungan terdekat?

    Jangan cuma fokus ke nilai akademik. Ajarkan dan bekali mereka soft skills, misalnya cara berbicara di depan umum, cara menghadapi konflik, dan pentingnya kerja keras dalam tim.

    Generasi ini butuh mentor, bukan sekadar bos. Jadilah pendamping yang memberi masukan, bukan hanya kritik. Jadilah pendukung dan pemandu.

    Baca:  Ikuti Raker Bersama Mendagri, Danny Komitmen Wujudkan Makassar Bebas Indikasi Korupsi

    Gen Z sangat menghargai work-life balance. Kalau memungkinkan, berikan fleksibilitas seperti jam kerja hybrid atau kesempatan untuk kerja dari rumah. Jadi, menciptakan lingkungan kerja yang fleksibel adalah kunci.

    Jangan lupa, Gen Z itu kreatif banget. Libatkan mereka dalam diskusi dan proyek yang penting. Mereka akan merasa lebih dihargai dan termotivasi. Menghargai ide dan kreativitas mereka adalah pintu yang akan membuka gerbang masa depan mereka lebih baik lagi.

    Di balik semua tantangan tadi, aku percaya Gen Z punya potensi yang luar biasa. Mereka kreatif, cepat beradaptasi, dan jago teknologi. Kalau kita bisa memahami mereka dan membantu menjembatani kesenjangan yang ada, mereka bisa jadi generasi yang membawa perubahan besar di dunia kerja.

    Jadi, bagaimana pendapat kalian? Apakah kalian sudah pernah berhadapan langsung dengan karyawan Gen Z? Atau kalian sendiri Gen Z yang punya cerita menarik di tempat kerja?

    Penulis: Wicaksono (Ndoro Kakung)

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleSulawesi Utara di Guncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 3,4 Berpusat Di Laut!
    Next Article Penyerahan Sarana Dan Prasarana Percepatan Penurunan Stunting Di Kab.Maros

    Berita Lainnya:

    OPINI

    Menjaga Independensi Aparat Penegak Hukum dan Marwah Negara Hukum di Tengah Dugaan Perkara yang Melibatkan Sesama Penegak Hukum

    Juli 11, 2026
    OPINI

    Maros: Menapaki Jejak 67 Tahun, Merawat Marwah Butta Salewangang

    Juli 6, 2026
    OPINI

    Mengakar di Pesisir, Menjaga Masa Depan: Membaca Dampak Iklim Melalui Proyek Ekologis Mahasiswa UMMA

    Juni 12, 2026
    OPINI

    Ironi di Balik Seragam Khaki: PPPK PW, “Buruh Negara” yang Terlupakan di Ambang Batas Sejahtera

    Mei 1, 2026
    OPINI

    Kuota Haji Tambahan: Antara Keselamatan dan Kepastian Norma.

    Januari 27, 2026
    Pos-pos Terbaru
    • Peringatan HKG PKK ke-54, TP PKK Kabupaten Maros Gelar Pembinaan dan Penilaian Lomba Administrasi Perdana di Desa Ma’rumpa
    • Sunyi di Jalan Azalea: Mengenang Kepergian Sang Penjaga Ruang KONI Maros
    • Menakar Strategi Fiskal Maros: SiLPA 2025 Senilai Rp115 Miliar Dialokasikan demi Kesejahteraan Rakyat dan Layanan Dasar
    • Solusi di Tengah Kekeringan: Langkah Cerdas Pemkab Maros Kucurkan Rp2 Miliar Demi Alirkan Kehidupan ke Bontoa
    • Sahabat Laut Cilik, Mahasiswa KKN Unhas Tanamkan Kepedulian Ekosistem Laut Melalui Pelatihan Pembuatan Ecobrick di SD Inpres Panoang
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,588 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026967 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026820 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,588 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026967 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026820 Views
    Our Picks

    Peringatan HKG PKK ke-54, TP PKK Kabupaten Maros Gelar Pembinaan dan Penilaian Lomba Administrasi Perdana di Desa Ma’rumpa

    Agustus 1, 2026

    Sunyi di Jalan Azalea: Mengenang Kepergian Sang Penjaga Ruang KONI Maros

    Agustus 1, 2026

    Menakar Strategi Fiskal Maros: SiLPA 2025 Senilai Rp115 Miliar Dialokasikan demi Kesejahteraan Rakyat dan Layanan Dasar

    Juli 31, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.