KAMERA BANTAENG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Tematik Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Universitas Hasanuddin menggelar program kerja individu bertajuk “Sahabat Laut Cilik: Pelatihan Pembuatan Ecobrick untuk Menumbuhkan Kepedulian terhadap Ekosistem Laut Sejak Dini” di SD Inpres Panoang, Dusun Panoang, Desa Baruga, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Rabu (29/07/2026).
Kegiatan tersebut merupakan program kerja individu Aisyah, mahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan angkatan 2023. Program ini disusun sebagai bentuk edukasi lingkungan bagi anak-anak usia sekolah dasar dengan menanamkan kepedulian terhadap ekosistem laut sejak dini. Mengingat Desa Baruga merupakan wilayah pesisir yang kehidupannya sangat bergantung pada sumber daya laut, peningkatan kesadaran generasi muda mengenai pengelolaan sampah plastik dinilai menjadi langkah preventif untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir di masa mendatang.
Sosialisasi menyasar siswa kelas V A dan V B SD Inpres Panoang. Melalui kegiatan ini, para peserta diperkenalkan dengan pentingnya menjaga ekosistem laut sebagai penopang kehidupan masyarakat pesisir. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan ekosistem laut, pentingnya menjaga kebersihan laut, pemutaran video edukasi mengenai bahaya sampah plastik bagi biota laut, dampak pencemaran plastik terhadap ekosistem laut, lama waktu penguraian berbagai jenis sampah, pengenalan jenis-jenis sampah, penerapan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R), pengenalan konsep ecobrick, hingga demonstrasi dan pelatihan langsung pembuatan ecobrick menggunakan botol plastik bekas dan sampah plastik yang telah dibersihkan.
Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan tersebut, melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 20 peserta. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta berpartisipasi secara langsung dalam praktik pembuatan ecobrick.
Salah seorang peserta mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena mendapatkan pengalaman baru yang belum pernah dipelajari sebelumnya.
“Seru sekali, Kak. Baru ka tahu ternyata sampah plastik bisa dijadikan ecobrick, jadi tidak langsung dibuang begitu saja. Mulai sekarang saya mau kumpulkan sampah plastik supaya bisa dimanfaatkan lagi,” ujarnya dengan penuh semangat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN tidak hanya berfokus pada penyampaian materi secara teoritis, tetapi juga mengajak peserta belajar melalui pengalaman secara langsung. Setelah sesi pemaparan materi, siswa diajak mengikuti pelatihan pembuatan ecobrick agar mereka dapat memahami bagaimana sampah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan juga diselingi kuis interaktif yang berisi pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan. Suasana belajar berlangsung semakin meriah ketika peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus peduli terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap para peserta tidak hanya memahami bahaya sampah plastik bagi ekosistem laut, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan kembali sampah plastik melalui pembuatan ecobrick. Kesadaran tersebut diharapkan tumbuh sejak usia sekolah sehingga menjadi kebiasaan positif yang terus terbawa hingga dewasa dan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Antusiasme para siswa bahkan terus terlihat hingga kegiatan berakhir. Beberapa peserta berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan karena dinilai menyenangkan, interaktif, serta memberikan pengalaman baru yang bermanfaat.
“Kak, nanti datang ki lagi mengajar di sekolah. Seru sekali tadi, apalagi pas bikin ecobrick sama kuisnya. Semoga nanti ada kegiatan seperti ini lagi,” ucap salah seorang peserta yang langsung disambut anggukan dan senyum teman-temannya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKN dan seluruh peserta sebagai penanda berakhirnya rangkaian program Sahabat Laut Cilik. Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap semangat menjaga laut dapat terus tumbuh dalam diri anak-anak sebagai generasi penerus yang akan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir di masa depan.







