Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Harmin Thomaru Ketua SMSI Maros Lulus UKW Jenjang Muda, Bupati Chaidir Syam Beri Apresiasi

    Oktober 31, 2026

    Sekum DPD PERADI Profesional Maros : Maraknya Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dan Perempuan Di Maros, DPMD Jangan Tutup Mata! Desa Harus Dievaluasi, Perlindungan Anak Bukan Sekedar Formalitas Administrasi

    Oktober 31, 2026

    Ketua I PMII Makassar Mengecam Pelaksanaan Pelantikan Yang Mengatasnamakan Pengurus Cabang (PC) PMII Makassar!

    Oktober 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • DAERAH
    • NASIONAL
    Beranda » Kasus Kekerasan Perempuan Dan Anak Meningkat Di Maros, Komisi III DPRD Maros: Pengaruh Medsos Yang Tak Terbatas!
    PEMERINTAH

    Kasus Kekerasan Perempuan Dan Anak Meningkat Di Maros, Komisi III DPRD Maros: Pengaruh Medsos Yang Tak Terbatas!

    RedakturBy RedakturNovember 19, 2025
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    MAROS, Kameraliputan.com – Di Kabupaten Maros, di balik tembok-tembok rumah yang tenang dan di antara sela-sela obrolan warung kopi, tumbuh sebuah epidemi yang sunyi. Angkanya terpampang dalam laporan resmi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A): 67 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan hingga Oktober 2025, sebuah angka yang dengan pilu hampir menyamai total korban sepanjang tahun sebelumnya. Ini bukan sekadar statistik; ini adalah potret luka, gugatan kepercayaan, dan kegagalan kolektif kita dalam mengarungi zaman baru.

    Ketua Komisi III DPRD Maros, Haeriah Rahman, menyoroti sebuah paradoks modern: alat yang dirancang untuk menghubungkan justru menjadi jurang pemisah yang berbahaya. “Sekarang semua rumah punya gawai, punya internet. Anak-anak bisa lebih cepat terpengaruh tanpa ada filter,” ujarnya. Kata-katanya menggambarkan sebuah realitas yang pahit. Kekerasan tidak lagi selalu bermula dari pelaku yang berkeliaran di jalanan gelap, tetapi merayap masuk melalui layar ponsel yang terang, di kamar anak-anak, di bawah pengawasan yang telah terkikih oleh kesibukan dan kepercayaan buta pada teknologi.

    Baca:  Hari Jadi ke 22 Perumda Pasar Makassar Gelar Potong Tumpeng dan Makan Bersama Seluruh Pegawai

    Internet, dengan segala kebesarannya, telah menjadi taman bermain tanpa pagar. Seorang anak di pelosok desa Maros, yang dahulu mungkin hanya bermain di sawah, kini memiliki akses tak terbatas ke dunia yang bisa sangat kejam. Mereka terpapar konten-konten negatif, pergaulan bebas yang disalahtafsirkan, dan predator yang bersembunyi di balik profil palsu. Ini bukan lagi masalah urban; ini adalah wabah digital yang menyebar bersama tower-tower BTS yang menjamur di pedesaan.

    Namun, Haeriah tidak berhenti pada menyalahkan teknologi. Ia menohok tepat pada inti persoalan: pendekatan kita yang masih reaktif, bukan proaktif. “Kita harus mulai dari hulu, bukan hanya di hilir,” tegasnya. Sosialisasi dari DP3A, selama ini, kerap seperti hujan yang menyirami daun yang layu tetapi tidak membasahi akarnya. Program-program itu gagal terintegrasi secara menyeluruh dengan tiga pilar utama: sekolah, keluarga, dan masyarakat.

    Baca:  Dirut Perumda Makassar Sidak Pasar Maricayya

    Ibaratnya, kita sibuk menyiapkan ambulan di kaki tebing, alih-alih memasang pagar pengaman di atasnya.

    Harapannya jelas: sebuah gerakan kolaboratif. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi dengan sekolah untuk memasukkan pendidikan literasi digital dan kesehatan reproduksi secara sehat ke dalam kurikulum. Lembaga perlindungan anak dan tokoh masyarakat harus menjadi mata dan telinga di tingkat akar rumput. Dan yang terpenting, orang tua harus dibekali bukan hanya dengan larangan, tetapi dengan pemahaman dan keterampilan untuk menjadi ‘filter’ yang cerdas dan penuh kasih bagi anak-anak mereka.

    Memang, ada secercah harapan dalam kenaikan angka ini: bahwa masyarakat kini semakin berani bersuara. Setiap laporan adalah sebuah keberanian yang patut diacungi jempol. Namun, seperti yang diingatkan Haeriah, keberanian melapor tidak boleh menjadi batu ujian bagi pemerintah untuk kemudian berpuas diri. Justru, itu harus menjadi cambuk untuk membangun sistem layanan terpadu yang lebih kuat—pendampingan psikologis yang menyembuhkan, konsultasi hukum yang menegakkan keadilan, dan perlindungan sementara yang memberikan rasa aman.

    Baca:  Anggota Komisi II DPRD Maros, Andi Safriadi Optimis Bapenda Capai Target

    Setiap angka dalam statistik DP3A adalah sebuah cerita. Sebuah nama. Sebuah masa kecil yang ternoda, atau seorang perempuan yang hidup dalam ketakutan. Mereka tidak boleh berhenti menjadi data di atas kertas. Mereka harus menjadi alasan kita untuk membangun pagar yang lebih kokoh, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, memastikan bahwa layar gadget tidak lagi menjadi jendela bagi kekerasan, tetapi kembali menjadi jendela ilmu dan kesempatan, sebagaimana mestinya. Maros, dan kita semua, harus memilih untuk membangun pagar itu, bersama-sama.

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleMaros Bersenandung Literasi: Mengikat Ilmu, Membangun Masa Depan
    Next Article Wabah di Lingkar Terdalam: Ketika Rumah dan Sekolah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman di Maros

    Berita Lainnya:

    PEMERINTAH

    Harmin Thomaru Ketua SMSI Maros Lulus UKW Jenjang Muda, Bupati Chaidir Syam Beri Apresiasi

    Oktober 31, 2026
    PEMERINTAH

    Menyemai Bakat, Menjaring Minat Siswa SMPN 15 Makassar untuk Raih Prestasi

    Oktober 23, 2026
    PEMERINTAH

    Wagub Sulsel Usulkan Rapat Forkopimda Rutin, Antisipasi Persoalan Strategis Daerah

    Oktober 22, 2026
    PEMERINTAH

    Tak Ada Lagi Jalan Berlubang dan Debu, Gubernur Andi Sudirman Resmikan Jalan Burung-Burung–Bili-Bili

    Oktober 21, 2026
    PEMERINTAH

    HARI JADI KE-357 SULSEL, PJ SEKDA ANDI WINARNO BACAKAN SEJARAH LAHIRNYA PROVINSI

    Oktober 20, 2026
    Pos-pos Terbaru
    • Harmin Thomaru Ketua SMSI Maros Lulus UKW Jenjang Muda, Bupati Chaidir Syam Beri Apresiasi
    • Sekum DPD PERADI Profesional Maros : Maraknya Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dan Perempuan Di Maros, DPMD Jangan Tutup Mata! Desa Harus Dievaluasi, Perlindungan Anak Bukan Sekedar Formalitas Administrasi
    • Ketua I PMII Makassar Mengecam Pelaksanaan Pelantikan Yang Mengatasnamakan Pengurus Cabang (PC) PMII Makassar!
    • Menyemai Bakat, Menjaring Minat Siswa SMPN 15 Makassar untuk Raih Prestasi
    • Wagub Sulsel Usulkan Rapat Forkopimda Rutin, Antisipasi Persoalan Strategis Daerah
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,596 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026978 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026832 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,596 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026978 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026832 Views
    Our Picks

    Harmin Thomaru Ketua SMSI Maros Lulus UKW Jenjang Muda, Bupati Chaidir Syam Beri Apresiasi

    Oktober 31, 2026

    Sekum DPD PERADI Profesional Maros : Maraknya Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dan Perempuan Di Maros, DPMD Jangan Tutup Mata! Desa Harus Dievaluasi, Perlindungan Anak Bukan Sekedar Formalitas Administrasi

    Oktober 31, 2026

    Ketua I PMII Makassar Mengecam Pelaksanaan Pelantikan Yang Mengatasnamakan Pengurus Cabang (PC) PMII Makassar!

    Oktober 24, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.