KAMERA MAROS — Sekolah Sepak Bola (SSB) PERSIM 1950 Maros terus mematangkan persiapan menuju peresmian (launching) sekaligus memperkuat sistem pembinaan dan pengelolaan siswa. Hal tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan orang tua/wali siswa SSB PERSIM 1950 yang digelar pada Senin, 31 Agustus 2026, pukul 16.00 WITA, di Tribun Barat Stadion Merdeka Kassi Kebo, Maros.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Rabil Alam selaku Ketua SSB PERSIM 1950 dan dicatat oleh M. Nur, serta dihadiri sebanyak 42 orang peserta.
Pertemuan ini sebelumnya telah diundang melalui surat resmi SSB PERSIM 1950 tertanggal 28 Agustus 2026, dengan agenda membahas persiapan peresmian SSB, evaluasi administrasi siswa, serta berbagai hal lain yang dianggap penting dalam pengembangan sekolah sepak bola tersebut.
Dalam pembukaan pertemuan, turut disampaikan sambutan Pembina SSB PERSIM 1950 dari Ketua KONI. Dalam sambutannya disampaikan bahwa keberadaan SSB bukan hanya bertujuan mencetak atlet sepak bola profesional, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter anak melalui pengalaman dan simulasi kehidupan di lapangan.
Diharapkan, anak-anak Maros yang memiliki prestasi di bidang sepak bola dapat membawa nama PERSIM semakin dikenal dan mengharumkan nama daerah.
Ketua SSB Paparkan Program Pembinaan
Ketua SSB PERSIM 1950, Rabil Alam, dalam sambutannya turut memaparkan sejumlah hal terkait perjalanan dan program pembinaan SSB PERSIM 1950.
Pembahasan mencakup sejarah terbentuknya SSB PERSIM 1950, informasi mengenai target dan program pembinaan usia dini, administrasi iuran bulanan siswa, hingga persiapan peresmian (launching) SSB PERSIM 1950.
Selain itu, dibahas pula peluang bagi siswa yang memiliki kemampuan sangat baik untuk dinaikkan ke kelompok kelas usia di atasnya. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang perkembangan sesuai kemampuan masing-masing pemain.
Aspek kedisiplinan juga menjadi perhatian, termasuk dukungan orang tua siswa dan pelatih dalam proses pembinaan. Informasi mengenai pelatih serta rencana keikutsertaan SSB PERSIM 1950 dalam berbagai turnamen atau kompetisi lokal juga menjadi bagian dari pembahasan.
Orang Tua Berikan Sejumlah Masukan
Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi salah satu bagian penting dalam pertemuan tersebut. Sejumlah masukan disampaikan oleh orang tua/wali siswa untuk meningkatkan kualitas pembinaan.
Salah satunya adalah usulan penambahan waktu latihan bagi siswa yang masih membutuhkan tambahan penguasaan teknik dasar sepak bola. Usulan tersebut akan dimusyawarahkan bersama pengurus, dengan rencana latihan tambahan setiap hari Minggu.
Orang tua juga menyampaikan pentingnya pemeriksaan kesehatan siswa SSB secara berkala. Dalam pertemuan disampaikan bahwa koordinasi dengan pihak Puskesmas Turikale akan dilakukan, dengan fasilitasi Ketua KONI Maros, serta direncanakan pemeriksaan kesehatan sebanyak satu kali dalam sebulan.
Masukan lainnya berkaitan dengan pemberian diskon iuran bagi siswa yang memiliki hubungan saudara kandung serta kewajiban penggunaan deker (shin guard) saat latihan maupun pertandingan. Penggunaan pelindung tersebut dinilai penting untuk membantu melindungi tulang kering pemain dari benturan keras.
Besaran Iuran dan Kesepakatan Pertemuan
Dalam hasil pertemuan, disepakati besaran iuran bulanan siswa SSB PERSIM 1950 sebesar Rp75.000 per siswa. Sementara bagi siswa yang bersaudara atau kakak-adik, besaran iuran yang disepakati adalah Rp50.000 per orang.
Pembayaran iuran juga menjadi bagian yang mendapat perhatian dalam administrasi SSB. Selain itu, pengurus dan orang tua diharapkan dapat bersama-sama menjalankan peran masing-masing demi kelancaran pembinaan siswa.
Untuk persiapan peresmian atau launching, kepanitiaan akan melibatkan peran aktif orang tua siswa bersama pengurus. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat membuat kegiatan peresmian berjalan dengan baik sekaligus menjadi momentum memperkenalkan SSB PERSIM 1950 secara lebih luas.
Pengawasan Keselamatan Siswa Diperketat
Salah satu poin penting dalam hasil pertemuan adalah peningkatan pengawasan terhadap siswa selama mengikuti kegiatan sepak bola.
Pengurus menaruh perhatian khusus terhadap penggunaan perlengkapan keselamatan, terutama deker (shin guard). Perlengkapan tersebut diwajibkan digunakan siswa ketika mengikuti latihan maupun pertandingan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pemain.
Dengan berbagai hasil pembahasan tersebut, SSB PERSIM 1950 diharapkan tidak hanya menjadi tempat anak-anak belajar bermain sepak bola, tetapi juga menjadi wadah pembinaan kedisiplinan, karakter, kesehatan, dan prestasi sejak usia dini.
Pertemuan orang tua/wali siswa ini menjadi langkah penting bagi pengurus SSB PERSIM 1950 dalam membangun komunikasi bersama orang tua sekaligus menyatukan visi dalam pengembangan anak-anak di bidang olahraga sepak bola.

