MAROS, Kameraliputan.com – Minggu pagi, 26 Oktober 2025, Lapangan Pallantikang di Kompleks Kantor Bupati Maros terasa lebih hidup dari biasanya. Ratusan warga, yang awalnya memadati area car free day (CFD) untuk berolahraga dan menikmati udara segar, mendadak disambut oleh gelombang kebaikan dan kepedulian. Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Maros, dengan senyum hangat dan apron kebanggaan, telah menyiapkan sebuah kejutan kesehatan bagi mereka.
Di bawah terik matahari yang mulai meninggi, tribun lapangan berubah menjadi pusat pemeriksaan kesehatan gratis yang ramai. Dari lansia yang berjalan perlahan hingga kaum muda yang energik, semua berbaur dalam antrean yang sabar, siap untuk mendapatkan giliran. Suasana CFD yang biasanya riuh dengan suara tawa dan langkah kaki, kini bersanding dengan percakapan tentang tensi darah, kadar gula, dan pentingnya menjaga kesehatan tulang.
IAI Maros tidak hanya menyediakan pemeriksaan sederhana. Mereka memboyong tim yang berdedikasi, siap memberikan layanan komprehensif. Gula darah, asam urat, dan tekanan darah – parameter vital yang seringkali terabaikan dalam kesibukan sehari-hari – diperiksa dengan teliti. Lebih dari itu, sebuah alat pengecekan kepadatan tulang yang canggih juga disediakan, memberikan gambaran lebih dalam tentang potensi risiko osteoporosis di masa depan. Tak lupa, sesi penyuluhan obat yang informatif digelar, menjawab keraguan warga tentang penggunaan obat yang benar dan aman. Sebuah aksi mulia lainnya yang melengkapi kegiatan ini adalah donor darah, sebuah kesempatan emas bagi mereka yang ingin berbagi kebaikan dan menyelamatkan nyawa.
“Kegiatan pengabdian masyarakat ini kami gelar serentak untuk memperingati Hari Farmasi Sedunia,” ujar Arifuddin Yunus, Wakil Ketua PC IAI Kabupaten Maros, dengan nada bangga. Matanya memancarkan semangat pengabdian saat ia mengamati warga yang antusias mengikuti pemeriksaan. “Ini adalah wujud nyata kami para apoteker untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat, memastikan mereka memiliki akses kesehatan yang lebih baik.”
Arifuddin tak lupa menyampaikan pesan pentingnya kepada para sejawatnya, para apoteker yang hadir. “Kita harus bersatu, bahu-membahu membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Maros. Peran apoteker bukan hanya sekadar menjaga ketersediaan obat, tetapi juga sebagai garda terdepan edukasi kesehatan. Kontribusi kita harus besar, demi kemajuan daerah yang lebih sehat,” tegasnya, disambut anggukan dan tepuk tangan dari para apoteker yang hadir.
Catatan panitia mencatat sebuah angka yang menggembirakan. Sebanyak 220 warga dengan antusias memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Sementara itu, semangat berbagi terpancar jelas dari 22 peserta donor darah yang rela menyumbangkan setetes kehidupan mereka.
Namun, kegiatan ini lebih dari sekadar pelayanan kesehatan. Bagi 197 tenaga farmasi yang memeriahkan Lapangan Pallantikang, ini juga menjadi ajang silaturahmi yang hangat. Di sela kesibukan melayani warga, tawa dan canda antarapoter, asisten apoteker, dan tenaga kefarmasian lainnya terdengar. Senyum mereka menunjukkan bahwa pengabdian ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga mempererat tali persaudaraan di antara para profesional kesehatan.
Minggu pagi di Maros itu bukan sekadar tentang olahraga atau hiruk-pikuk CFD. Ia menjadi saksi bisu kolaborasi apoteker dan masyarakat, sebuah gerakan nyata yang membuktikan bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama, dan kepedulian dapat hadir di mana saja, bahkan di sela-sela aktivitas yang paling biasa. Hari Farmasi Sedunia pada tahun 2025 ini, sepertinya, telah meninggalkan jejak kebaikan yang mendalam di hati warga Maros.


