Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Peringatan HKG PKK ke-54, TP PKK Kabupaten Maros Gelar Pembinaan dan Penilaian Lomba Administrasi Perdana di Desa Ma’rumpa

    Agustus 1, 2026

    Sunyi di Jalan Azalea: Mengenang Kepergian Sang Penjaga Ruang KONI Maros

    Agustus 1, 2026

    Menakar Strategi Fiskal Maros: SiLPA 2025 Senilai Rp115 Miliar Dialokasikan demi Kesejahteraan Rakyat dan Layanan Dasar

    Juli 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Jalan Rusak 393 KM di Maros Terancam Mangkrak: Ketika Impian Betonisasi Terbentur Realita Defisit Rp35 Miliar
    NEWS RedakturBy RedakturOktober 27, 2025

    Jalan Rusak 393 KM di Maros Terancam Mangkrak: Ketika Impian Betonisasi Terbentur Realita Defisit Rp35 Miliar

    RedakturBy RedakturOktober 27, 2025
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    MAROS, Kameraliputan.com – Defisit fiskal nasional menampar keras harapan perbaikan infrastruktur di Kabupaten Maros. Anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan untuk tahun 2026 mengalami pemangkasan signifikan, memaksa pemerintah daerah menyusun ulang prioritas di tengah tantangan kerusakan jalan yang mencapai hampir 400 kilometer.

    Pemangkasan sebesar Rp35 miliar dari alokasi Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, dan Permukiman (PUTRPP) Maros menjadi pukulan telak. Padahal, data teknis mencatat kebutuhan dana ideal untuk memulihkan seluruh jalan rusak kabupaten mencapai angka fantastis: Rp1,1 triliun.

    Kini, dengan pemotongan anggaran tersebut, program-program vital yang diharapkan bisa menjadi solusi bagi mobilitas warga di tahun depan terpaksa masuk ruang tunggu tanpa kepastian.

    393 KM Penderitaan di Jalur Gunung

    Kabupaten Maros memiliki total bentangan jalan kabupaten sepanjang 1.238,57 kilometer. Ironisnya, satu dari tiga kilometer jalan tersebut berada dalam kondisi memprihatinkan.

    Menurut data Agustus 2025 yang dipaparkan oleh Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTRPP Maros, Muhammad Alif Husnaeni, total panjang jalan yang tergolong rusak berat dan rusak ringan mencapai 393,94 kilometer. Angka ini mencakup 27,28 persen jalan yang rusak berat—kondisi yang membutuhkan penanganan total segera.

    Baca:  Gubernur Sulsel : Alhamdulillah, Ruas Pinrang - Rappang Mulai Dikerjakan

    “Angka 393,94 kilometer ini cukup besar dan menjadi perhatian serius,” ujar Alif, Minggu (26/10/2025). “Pemangkasan Rp35 miliar berdampak langsung. Banyak program yang akhirnya tidak dapat atau belum bisa dilaksanakan tahun depan. Saat ini, kami masih menyusun ulang berdasarkan skala prioritas dan urgensinya.”

    Kerusakan parah ini terkonsentrasi di wilayah yang secara geografis paling menantang: daerah pegunungan dan kecamatan dengan bentangan jalan terpanjang. Enam kecamatan menjadi ‘titik merah’ utama, di mana Tompobulu memimpin dengan 75,13 km jalan rusak, diikuti oleh Mallawa (67,5 km), Camba (51,15 km), hingga Simbang.

    Bagi warga di wilayah tersebut, pemangkasan anggaran ini berarti perpanjangan waktu bagi lumpur di musim hujan dan debu di musim kemarau, menghambat akses ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

    Ketika Alokasi Pusat Menentukan Kualitas Aspal Lokal

    Pemangkasan anggaran infrastruktur di Maros bukanlah keputusan sepihak pemerintah daerah, melainkan konsekuensi langsung dari kebijakan transfer pusat.

    Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menjelaskan bahwa total alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) untuk tahun 2026 tercatat sebesar Rp959 miliar. Angka ini turun drastis dari alokasi tahun 2025 yang mencapai Rp1,14 triliun—sebuah defisit sebesar Rp186 miliar atau sekitar 16,3 persen.

    Baca:  Sulsel Raih Kategori Baik Atas Indeks Tata Kelola Pengadaan Barang/Jasa Tahun 2021

    “Bidang pekerjaan umum yang pada APBD pokok 2025 semula memperoleh alokasi, setelah penyesuaian dan efisiensi dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2025, tidak lagi mendapatkan alokasi yang memadai pada tahun 2026,” jelas Muetazim.

    Penyesuaian ini menempatkan Maros pada posisi sulit: harus menutup lubang fiskal sekaligus mengatasi lubang jalan yang menganga. Kondisi jalan yang saat ini diklasifikasikan baik hanya mencapai 35,01 persen (433,61 km), menunjukkan bahwa sebagian besar jalan kabupaten rentan terhadap kerusakan jika tidak ada pemeliharaan rutin.

    Jalan Baru Menuju Jakarta: Bergantung pada Inpres

    Menanggapi krisis fiskal ini, Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan bahwa pola penganggaran harus diubah total. Jika sebelumnya perbaikan jalan sebagian besar dibiayai mandiri melalui APBD, kini Maros harus agresif melobi bantuan dari pemerintah pusat.

    Baca:  PSM Makasar Masuk Final AFC Cup 2022, Gubernur Andi Sudirman Sampaikan Apresiasi

    “Pola penganggaran kini diarahkan agar lebih efisien dan fokus pada kebutuhan prioritas. Kita harus lebih selektif,” tegas Chaidir Syam.

    Strategi yang diusulkan adalah mengusulkan perbaikan infrastruktur, baik sekolah maupun jalan rusak, langsung ke pusat melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD). IJD adalah program pendanaan dari alokasi APBN yang bertujuan membantu daerah memperbaiki konektivitas yang tidak mampu dibiayai oleh APBD.

    Chaidir juga menyinggung reformasi dalam mekanisme transfer dana pembangunan fisik lain. Ia menyebut bahwa dana pembangunan seperti untuk perbaikan sekolah tidak lagi melalui pemerintah daerah, melainkan langsung ditransfer ke unit penerima—sebuah langkah efisiensi yang memangkas birokrasi, namun juga mengurangi fleksibilitas APBD lokal.

    Dengan pemangkasan Rp35 miliar, fokus Dinas PUTRPP akan bergeser dari pembangunan ambisius menuju pemeliharaan darurat. Harapan untuk mewujudkan jalan yang benar-benar mulus di wilayah hulu Maros kini bergantung sepenuhnya pada seberapa efektif pemerintah daerah mampu “menjual” kebutuhan mendesak mereka ke meja pusat di Jakarta, mengubah defisit Rp35 miliar menjadi peluang pendanaan triliunan rupiah melalui Inpres.

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleMerajut Jaring Empati: Sinergi Lintas Sektor Maros Menjamin Hak Hidup Layak Bagi Setiap Warga
    Next Article Semarak Kesehatan di Hari Farmasi Sedunia: IAI Maros Gelar Bakti Sosial di Car Free Day

    Berita Lainnya:

    NEWS

    Kepala Desa Botolempangan, Dr. Muhammad Warif, Bersama Ormas Menyidak Langsung Tambang Yang Beroperasi Diduga Ilegal Pada wilayahnya

    Juli 30, 2026
    NEWS

    Bursa Direktur LKBH Maros Resmi Menghangat, Perempuan Jadi Pendaftar Pertama

    Juli 11, 2026
    NEWS

    Harmoni Suara dan Semangat Kebersamaan: Family Citra Sound Audio Maros Mengukir Jejak di Tanralili

    Mei 10, 2026
    NEWS

    Upah Pekerja: Antara Dalil yang Jelas dan Realita yang Pilu

    Mei 1, 2026
    NEWS

    Pemadam Kebakaran Kab.Maros Berhasil Padamkan “Si Jago Merah” Di Kec.Bontoa

    Maret 18, 2026
    Pos-pos Terbaru
    • Peringatan HKG PKK ke-54, TP PKK Kabupaten Maros Gelar Pembinaan dan Penilaian Lomba Administrasi Perdana di Desa Ma’rumpa
    • Sunyi di Jalan Azalea: Mengenang Kepergian Sang Penjaga Ruang KONI Maros
    • Menakar Strategi Fiskal Maros: SiLPA 2025 Senilai Rp115 Miliar Dialokasikan demi Kesejahteraan Rakyat dan Layanan Dasar
    • Solusi di Tengah Kekeringan: Langkah Cerdas Pemkab Maros Kucurkan Rp2 Miliar Demi Alirkan Kehidupan ke Bontoa
    • Sahabat Laut Cilik, Mahasiswa KKN Unhas Tanamkan Kepedulian Ekosistem Laut Melalui Pelatihan Pembuatan Ecobrick di SD Inpres Panoang
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,588 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026967 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026820 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,588 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026967 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026820 Views
    Our Picks

    Peringatan HKG PKK ke-54, TP PKK Kabupaten Maros Gelar Pembinaan dan Penilaian Lomba Administrasi Perdana di Desa Ma’rumpa

    Agustus 1, 2026

    Sunyi di Jalan Azalea: Mengenang Kepergian Sang Penjaga Ruang KONI Maros

    Agustus 1, 2026

    Menakar Strategi Fiskal Maros: SiLPA 2025 Senilai Rp115 Miliar Dialokasikan demi Kesejahteraan Rakyat dan Layanan Dasar

    Juli 31, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.