KAMERA MAROS – Jalan Azalea di Kabupaten Maros biasanya riuh oleh aktivitas akhir pekan. Namun, di sebuah bangunan yang menjadi jantung pembinaan olahraga daerah itu—Kantor KONI Maros—suasana mendadak berubah menjadi mencekam. Kesunyian yang awalnya dianggap biasa, ternyata menyimpan kabar duka yang mendalam.,Jumat (31/07/2026) sore.
Ipul Makkawari, seorang pengurus setia yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun, ditemukan tak bernyawa di kamar yang telah lama ia tempati di kantor tersebut.
Sosok yang Menyatu dengan Gedung
Bagi banyak orang, Ipul bukan sekadar pengurus. Ia adalah fragmen sejarah dari perjalanan KONI Maros. Keberadaannya di gedung itu melintasi beberapa periode kepemimpinan, mulai dari masa jabatan Pak Mulyadi hingga Pak Marjan. Kantor KONI bagi Ipul bukan sekadar tempat bekerja; itu adalah rumahnya, tempat ia menghabiskan hari-hari demi kemajuan olahraga di tanah Butta Salewangang.
Ketua KONI Maros, Chaerul Syahab, mengenangnya sebagai sosok yang konsisten. “Beliau sudah tinggal di KONI sejak periode lama,” kenang Chaerul dengan nada getir.
Kronologi Penemuan yang Menyesakkan
Hari itu dimulai seperti biasa. Chaerul sempat berada di kantor hingga pukul 11.00 Wita. Saat itu, segalanya tampak normal, meski ia tak sempat bertatap muka dengan Ipul. Kebiasaan Ipul yang sering bangun siang membuat rekan-rekannya tidak menaruh curiga ketika kamarnya masih tertutup rapat hingga tengah hari.
Namun, ketika jarum jam bergerak melewati pukul 16.00 Wita, kegelisahan mulai menyelimuti para kolega. Upaya untuk menghubungi ponselnya hanya berujung pada nada sambung yang tak kunjung dijawab. Pintu kamar yang tetap terkunci rapat hingga pukul 17.30 Wita akhirnya memaksa rekan-rekan pengurus melakukan tindakan lebih jauh.
Melalui celah ventilasi, sebuah pemandangan memilukan terlihat. Tubuh Ipul sudah membiru, terbujur kaku di dalam ruangan. Harapan bahwa ia hanya tertidur lelap seketika sirna.
“Kami sempat mengetuk pintu berkali-kali, tapi tidak ada respons. Akhirnya, kami memanggil pihak kepolisian untuk mendobrak pintu. Saat itulah dipastikan beliau sudah meninggal dunia,” jelas Chaerul.
Kabar Sakit yang Terpendam
Di balik dedikasinya, ternyata Ipul tengah berjuang melawan kondisi kesehatan yang menurun dalam beberapa bulan terakhir. Kepada kawan-kawannya, ia sempat bercerita tentang rencananya untuk menjalani operasi mata. Tak ada yang menyangka bahwa rencana itu tak akan pernah terlaksana.
Hingga saat ini, penyebab pasti meninggalnya Ipul masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Namun, satu hal yang pasti: KONI Maros telah kehilangan salah satu pilar setianya.
Kini, kantor di Jalan Azalea itu tak lagi sama. Ipul Makkawari telah pergi, meninggalkan jejak pengabdian yang terpatri di setiap sudut bangunan yang telah ia jaga selama bertahun-tahun. Selamat jalan, Ipul. Olahraga Maros tak akan melupakan dedikasimu.


