Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Peringatan HKG PKK ke-54, TP PKK Kabupaten Maros Gelar Pembinaan dan Penilaian Lomba Administrasi Perdana di Desa Ma’rumpa

    Agustus 1, 2026

    Sunyi di Jalan Azalea: Mengenang Kepergian Sang Penjaga Ruang KONI Maros

    Agustus 1, 2026

    Menakar Strategi Fiskal Maros: SiLPA 2025 Senilai Rp115 Miliar Dialokasikan demi Kesejahteraan Rakyat dan Layanan Dasar

    Juli 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Raungan di Pagi Hari: Ketika Tukamasea Diuji Angin Puting Beliung
    PERISTIWA RedakturBy RedakturNovember 18, 2025

    Raungan di Pagi Hari: Ketika Tukamasea Diuji Angin Puting Beliung

    RedakturBy RedakturNovember 18, 2025
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    MAROS, Kameraliputan.com – Langit di atas Desa Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, masih bermanja dengan bias mentari yang hangat. Aktivitas warga sudah menggeliat; bau kopi dan gorengan tersaji di meja-meja sederhana, diiringi suara ayam berkokok dan tawa anak-anak yang bersiap berangkat mengaji. Nenek Salma, dengan rambut memutih dan punggung sedikit bungkuk, menikmati secangkir teh di beranda rumah kayunya, tak jauh dari kandang ternak miliknya. Hari itu menjanjikan kedamaian seperti biasanya.

    Namun, sekitar pukul 09.40 Wita, sebuah hening yang ganjil tiba-tiba menyelimuti desa. Burung-burung berhenti berkicau, daun-daun tak lagi gemerisik. Kemudian, gemuruh itu datang. Bukan gemuruh guntur yang biasa, melainkan raungan dahsyat yang semakin memekakkan telinga, seolah ada kereta raksasa yang melaju kencang di atas kepala.

    Nenek Salma tersentak. Ia melongok ke luar, dan jantungnya serasa berhenti berdetak. Di kejauhan, ia melihat dinding gelap berputar-putar, bergerak cepat mendekati permukiman mereka. “Angin puting beliung!” teriaknya panik, suaranya tenggelam dalam deru angin yang kini terdengar seperti lolongan binatang buas.

    Baca:  20 Korban Di Sandera Di Bandara Sultan Hasanuddin, Pesawat Di Bajak Teroris

    Dalam hitungan detik, Desa Tukamasea adalah mimpi buruk yang hidup. Angin kencang itu menghantam tanpa ampun. Suara kayu patah, seng bergesekan, dan batu bata berjatuhan menjadi melodi mengerikan yang memenuhi udara. Atap-atap rumah terangkat paksa dari fondasinya, beterbangan seperti kertas disapu badai. Dinding-dinding roboh tak berdaya, memuntahkan isi rumah ke luar.

    Nenek Salma buru-buru meraih cucunya yang masih kecil, berhamburan keluar rumah bersama warga lain, mencari perlindungan di tempat terbuka yang mereka anggap lebih aman, meski ketakutan merenggut akal sehat. Mereka hanya bisa menyaksikan rumah-rumah yang dibangun dengan keringat bertahun-tahun, kini luluh lantak dihempas kekuatan alam yang tak terlihat. Kandang ternak miliknya ambruk dalam sekejap, menyisakan puing dan jeritan hewan yang ketakutan. Gedung TPA setempat, yang baru saja direnovasi, tak luput dari terjangan.

    Baca:  Bupati Turun Langsung Pantau 2 Kelurahan Terdampak Cuaca Buruk

    Ketika raungan itu mereda, sekitar pukul 09.45 Wita, dan puting beliung itu berlalu secepat ia datang, hanya menyisakan desah angin dan keheningan mencekam. Warga perlahan keluar dari persembunyian mereka, napas lega bercampur isak tangis. Tidak ada korban jiwa. Sebuah mukjizat di tengah puing-puing yang berserakan.

    Namun, pemandangan di hadapan mereka adalah puing. Belasan rumah dan bangunan rusak parah. Atap-atap berserakan hingga ratusan meter, dinding-dinding hanya menyisakan kerangka, dan beberapa bagian dapur hancur tak berbentuk. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, angka yang begitu besar bagi masyarakat desa.

    Tak lama berselang, sirine kendaraan terdengar. Personel Polsek Bantimurung yang dipimpin Kapolsek AKP Siswandhy, S.Sos, langsung bergerak cepat menuju Dusun Manarang dan Dusun Bontokappong, dua wilayah yang paling parah terdampak di Desa Tukamasea. Dengan sigap, petugas membantu mengevakuasi material rusak, mendata seluruh bangunan yang terdampak, dan memastikan kondisi warga.

    Baca:  KSS Gelar Rapat Anggota Luar Biasa, Sekelompok Orang Berusaha Intervensi

    “Setelah menerima laporan dari warga, kami langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan kondisi masyarakat dan melakukan pendataan kerusakan. Prioritas kami adalah keselamatan warga serta memastikan penanganan awal berjalan cepat dan tepat,” ujar AKP Siswandhy, sembari mengarahkan anggotanya.

    Di tengah puing dan debu, sebuah cahaya mulai berpendar. Tangan-tangan warga saling membantu mengangkat reruntuhan, berbagi makanan, dan menenangkan satu sama lain. Polsek Bantimurung pun telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk langkah penanganan lanjutan, mulai dari bantuan darurat hingga rencana rehabilitasi. Hingga kini, petugas masih melakukan pemantauan di Desa Tukamasea, memastikan situasi tetap aman pasca-kejadian.

    Puting beliung mungkin telah merenggut banyak, meratakan mimpi dan kerja keras. Namun, ia gagal merenggut hal yang paling berharga: semangat juang dan ikatan persaudaraan warga Tukamasea yang kini bangkit, siap membangun kembali dari puing, lebih kuat dari sebelumnya.

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleDari Ujaran Viral Menuju Damai: Sebuah Kisah Profesionalisme dan Kemanusiaan di Moncongloe
    Next Article Badai di Poros Maros: Ketika Sehelai Helm Memantik Bara Emosi

    Berita Lainnya:

    PERISTIWA

    PC PMII Kota Makassar Kutuk Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus, Desak Aparat Usut Tuntas!

    Maret 14, 2026
    PERISTIWA

    Kronologi Wanita di Maros Digigit-Dililit Ular 8 Meter hingga Nyaris Tewas

    Januari 27, 2026
    PERISTIWA

    20 Korban Di Sandera Di Bandara Sultan Hasanuddin, Pesawat Di Bajak Teroris

    September 17, 2025
    PERISTIWA

    Teror Layangan Di Jalbar Mengintai Pengendara!

    September 17, 2025
    PERISTIWA

    Ketua DPRD Maros Bersama Pj Gubernur Sulsel Tanam Sukun Di Kec.Bantimurung.

    November 13, 2024
    Pos-pos Terbaru
    • Peringatan HKG PKK ke-54, TP PKK Kabupaten Maros Gelar Pembinaan dan Penilaian Lomba Administrasi Perdana di Desa Ma’rumpa
    • Sunyi di Jalan Azalea: Mengenang Kepergian Sang Penjaga Ruang KONI Maros
    • Menakar Strategi Fiskal Maros: SiLPA 2025 Senilai Rp115 Miliar Dialokasikan demi Kesejahteraan Rakyat dan Layanan Dasar
    • Solusi di Tengah Kekeringan: Langkah Cerdas Pemkab Maros Kucurkan Rp2 Miliar Demi Alirkan Kehidupan ke Bontoa
    • Sahabat Laut Cilik, Mahasiswa KKN Unhas Tanamkan Kepedulian Ekosistem Laut Melalui Pelatihan Pembuatan Ecobrick di SD Inpres Panoang
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,588 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026967 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026820 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    85
    POLITIK

    Pico 4 Review: Should You Actually Buy One Instead Of Quest 2?

    ITE WEBProJanuari 15, 2021
    8.9
    PEMERINTAH

    Review: Can Wisconsin Clinch the Big Ten West this Weekend

    Januari 15, 2021
    8.1
    PEMERINTAH

    A Review of the Venus Optics Argus 18mm f/0.95 MFT APO Lens

    ITE WEBProJanuari 15, 2021
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,588 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026967 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026820 Views
    Our Picks

    Peringatan HKG PKK ke-54, TP PKK Kabupaten Maros Gelar Pembinaan dan Penilaian Lomba Administrasi Perdana di Desa Ma’rumpa

    Agustus 1, 2026

    Sunyi di Jalan Azalea: Mengenang Kepergian Sang Penjaga Ruang KONI Maros

    Agustus 1, 2026

    Menakar Strategi Fiskal Maros: SiLPA 2025 Senilai Rp115 Miliar Dialokasikan demi Kesejahteraan Rakyat dan Layanan Dasar

    Juli 31, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.