Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Peringatan HKG PKK ke-54, TP PKK Kabupaten Maros Gelar Pembinaan dan Penilaian Lomba Administrasi Perdana di Desa Ma’rumpa

    Agustus 1, 2026

    Sunyi di Jalan Azalea: Mengenang Kepergian Sang Penjaga Ruang KONI Maros

    Agustus 1, 2026

    Menakar Strategi Fiskal Maros: SiLPA 2025 Senilai Rp115 Miliar Dialokasikan demi Kesejahteraan Rakyat dan Layanan Dasar

    Juli 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Mengasah Literasi Digital untuk Hidup Lebih Berkah Bersama Kominfo Pada Literasi Digital Talkshow Interaktif “Madrasah Makin Cakap Digital”
    MAKASSAR HTBy HTSeptember 15, 2021

    Mengasah Literasi Digital untuk Hidup Lebih Berkah Bersama Kominfo Pada Literasi Digital Talkshow Interaktif “Madrasah Makin Cakap Digital”

    HTBy HTSeptember 15, 2021
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    Makassar |Siberkreasi bersama Facebook, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan serangkaian diskusi online pada Zoom meeting yang disiarkan melalui live streaming di Channel YouTube, LiveNex dan Facebook Siberkreasi, dengan topik ‘Madrasah Makin Cakap Digital’. Acara pertama diadakan pada hari Selasa, 14 September 2021 bersama Kementerian Agama, MAN 3 Makassar, Japelidi Makassar dan Mafindo Makassar yang bertajuk ‘ Madrasah Makin Cakap Digital di Kota Makassar’. Dilanjutkan dengan acara kedua yang diadakan pada Rabu, 15 September bersama Kementerian Agama, MAN 1 Polewali Mandar, Institut Agama Islam DDI Polewali Mandar yang bertajuk ‘Madrasah Makin Cakap Digital di Polewali Mandar’.

    Diskusi pertama menghadirkan empat narasumber. Narasumber pertama, Dr. Muhammad Zain, S.Ag., M.Ag. selaku Direktur GTK Madrasah Kementerian Agama. Narasumber kedua, Rizki Ameliah yang merupakan Koordinator Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika. Narasumber ketiga, Citra Rosalyn selaku anggota Japelidi Makassar. Narasumber keempat, Fachrudin Palapa yang merupakan anggota Mafindo Makassar.

    blank

    Diskusi dibuka dengan sambutan Dr. Muhammad Zain yang membahas tentang memastikan dan meningkatkan kualifikasi dan kompetensi guru dapat mendukung Madrasah lebih cakap berdigital. Beliau juga mempercayai bahwa saat ini, semua orang termasuk setiap bagian di Madrasah memiliki jejak digital, oleh karena itu harus lebih bijak dalam menggunakan sosial media.

    Pemaparan kedua oleh Rizki Ameliah yang menjelaskan perkembangan internet di Indonesia, bahwa sebesar 70% dari penduduk Indonesia telah menjadi pengguna internet. Beliau percaya untuk berinteraksi dan berkomunikasi pada zaman sekarang ini, setiap pengguna internet harus paham digital demi mendukung dan memperkuat statistik penanganan konten internet negatif di Indonesia berkembang dengan pesat. Data ini juga dapat dibuktikan dengan dari skala 1-5, indeks literasi digital nasional di Indonesia baru berskala 3-4.

    Rizki melanjutkan paparannya dengan menjelaskan 2 kegiatan Kementerian Komunikasi dan Informatika, yaitu webinar dan kelas literasi digital. Hal ini dilakukan demi mewujudkan literasi digital yang lebih komprehensif agar mencapai manfaatnya, yaitu untuk menghemat waktu, lebih hemat biaya, memperluas jaringan, belajar lebih cepat dan efisien. Upaya yang telah dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah menciptakan literasi digital dengan bekerja sama dari hulu hingga hilir demi keamanan berdigital. Guna menciptakan keamanan dunia digital dimulai dari masyarakat, hingga stakeholder. Upaya selanjutnya adalah dengan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder.

    Baca:  Jelang Lebaran, Gubernur Silaturahmi Bersama Organisasi Masyarakat dan Mahasiswa

    Rizki juga menjelaskan ada banyak kegiatan lanjutan setelah literasi digital yang bisa dicek langsung oleh masyarakat pada website dan dashboard untuk materi dan kegiatan dari literasi digital. Juga terdapat aplikasi dan fitur-fitur gratis yang disediakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan kelas untuk orangtua, PAUD, SD, SMP, dsb. untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat Indonesia.

    Dilanjutkan dengan pembahasan 4 Pilar Literasi Digital yang harus diketahui oleh setiap pengguna internet, yaitu digital skills, digital culture, digital ethics, dan digital safety. Makin cakap digital dengan bertabayyun. Cek linknya terlebih dahulu, cek lebih dulu saat menerima informasi terutama di whatsapp grup dan sebagainya sebelum menyebarluaskan informasi. Rizki mengakui bahwa tanpa disadari, setiap pengguna internet terus-terusan mengunggah data-data pribadi kita ke sosmed dan juga dengan mudahnya menyetujui syarat dan ketentuan suatu aplikasi tanpa kita baca terlebih dahulu. Bahkan rumah, sekolah anak, barang-barang pribadi yang kita pamer atau unggah di sosial media, dapat menimbulkan bahaya dan memicu kejahatan yang patut diwaspadai agar tidak menimbulkan kerugian.
    Pemaparan kedua oleh Citra Rosalyn yang menjelaskan pentingnya etika dalam menggunakan media digital. Citra percaya bahwa dunia nyata dan dunia maya tidak ada bedanya, keduanya membutuhkan etika untuk terciptanya ekosistem yang lebih sehat dan aman. Citra melanjutkan dengan kepentingan Madrasah untuk mewujudkan kecakapan digital untuk dengan memberlakukan 4 Pilar Cakap Digital yang saling berkaitan, dan harus dijalankan bersamaan.
    Adapun tantangan yang dihadapi para penggiat literasi digital, salah satunya adalah keberadaan banyak orang yang mengatakan bahwa literasi digital tidak perlu karena kita sudah paham menggunakan platform digital. Ternyata, pengguna internet di Indonesia jauh dari kata cukup untuk menggunakan platform digital tanpa literasi digital.

    Tidak hanya itu saja, pada ruang digital terdapat banyak orang tidak bertanggung jawab yang gemar memberikan komentar buruk. Citra memberi solusi untuk mengatasi tantangan ini, yaitu dengan mendiskusikan terlebih dahulu dan hindari menanggapi secara langsung dengan ikut berkata buruk. Ini dilandasi kepercayaan bahwa dalam bersosial media tetap harus menjaga etika, karena jejak digital kita dapat dilacak oleh pihak-pihak lain.

    Pemaparan ketiga oleh Fachrudin Palapa yang menjelaskan pentingnya keamanan digital bagi para pendidik agar terhindar dari risiko menjadi korban digital yang terkena penipuan online. Maka dari itu, semua orang harus paham tentang keamanan digital. Karena tanpa disadari, data-data pribadi kita bisa diakses oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
    Dalam bersosial media, Fachrudin percaya bahwa setiap orang harus berbudaya. Hal ini perlu ditekankan karena kebanyakan pengguna media sosial tidak santun saat menggunakan platform digital. Seperti, menyebarkan hoaks, menyebarkan fitnah, dll. Agar lebih aman, patut untuk setiap pengguna media sosial untuk memahami landasan hukum yang telah diciptakan oleh regulator.
    Diskusi kedua menghadirkan empat narasumber. Narasumber pertama, Dr. Muhammad Zain, S.Ag., M.Ag. selaku Direktur GTK Madrasah Kementerian Agama. Narasumber kedua, Rizki Ameliah yang merupakan Koordinator Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika. Narasumber ketiga, Yusriah selaku Dosen Institut Agama Islam DDI Polewari Mandar. Narasumber keempat, Mihram yang merupakan Ketua Umum Asosiasi Profesi Informatika dan Komunikasi Indonesia.

    Baca:  Amran Sulaiman Jabat Ketua IKA Unhas, Danny:Kontribusi Besar Dunia Pendidikan

    Diskusi dibuka dengan sambutan Dr. Muhammad Zain yang menjelaskan bahwa tidak ada acara lain yang dapat dilakukan selain bertransformasi digital. Saat ini, Madrasah memiliki kualitas belajar selama satu semester meskipun formalitasnya sebanyak dua semester. Beliau mengharapkan agar dapat menjadi madrasah digital dengan adanya webinar literasi digital. Beliau percaya bahwa jika terus mengalami landing lost, dapat mengakibatkan terjadinya lost generation yang membuat generasi – generasi selanjutnya hanya diam saja, kaku terhadap dunia digital. Begitupun dengan guru, yang patut memiliki digital skill (kemampuan dalam berdunia digital), digital culture (budaya dalam berdunia digital) dan digital ethic (acuan untuk menyantunkan masyarakat digital, tidak melakukan cyberbullying). Menyadari bahwa adanya jejak digital juga perlu dijaga karena apapun itu, pasti akan diawasi oleh pihak – pihak tertentu.
    Sambutan kedua oleh Rizki Ameliah yang menjelaskan manfaat program literasi digital ini merupakan keharusan yang ditetapkan di negara Indonesia. Beliau percaya bahwa berdunia digital bukan hanya sekadar menggunakan internet, tetapi ada banyak hal – hal yang perlu diperhatikan.
    Pemaparan pertama oleh Yusriah yang Pemanfaatan IT dalam Pembelajaran. Yusriah menjelaskan bahwa E-Learning merupakan salah satu metode pembelajaran dengan bantuan IT. Untuk mewujudkan Madrasah yang lebih cakap digital, seorang pendidik atau guru harus bisa menerima kritik dari siapapun. Hal ini dipercaya dapat meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dari seorang pendidik. Kedua, menciptakan modus belajar yang dapat membantu, diantaranya mendengarkan materi melalui media yang digunakan dalam proses pembelajaran, mencari saran, membaca untuk mengetahui dunia luar, memperhatikan, menyimak, memodelkan yang didukung dengan simulasi, eksplorasi dengan cara eksperimen virtual dengan menggunakan IT, mendiskusikan tentang ide dengan menggunakan video atau referensi lainnya, mempraktikkan yang menggunakan media perangkat keras lainnya, modeliti dimana seorang guru juga harus mampu menjadi fasilitator.

    Baca:  PSU TPS 04 Desa Tanete, Perolehan Suara Chaidir Syam-Muetazim Mansyur Unggul Telak Dari Kotak Kosong

    Yusriah juga percaya bahwa semua faktor manajemen pendidikan saling berkaitan. Guru juga dituntut untuk membuat karya tulis dan mampu memanfaatkan platform sebagai media pembelajaran untuk mengimplementasikan penggunaan IT. Yusriah melanjutkan dengan menyarankan perpustakaan digital juga dapat diakses melalui online media yang mestinya sudah digunakan di era saat ini.

    Pemaparan kedua oleh Bang Mihram yang membahas tentang Parental Control di Ruang Digital dengan menjelaskan tantangan bagi orang tua dalam mengawasi anak di era digital seperti sekarang. Mihram percaya bahwa tantangan dapat dianggap sebagai hiasan dalam hidup. Saat ini, orang tua gugup dalam menggunakan teknologi sebagai salah satu media untuk memberikan materi (pembelajaran). Untuk mengatasi tantangan tersebut, pendidikan karakter harus diutamakan dalam pembelajaran.

    Solusi kedua adalah dengan mewujudkan pemahaman digital yang dapat dimulai dari hal – hal biasa yang berkaitan dengan teknologi, seperti cara menggunakan fitur – fitur platform mengajar, cara menggunakan mic/sound system dan lainnya. Mihram menyarankan untuk menggunakan perangkat alternatif atau perantara lainnya jika perangkat utama tidak dapat digunakan pada saat yang bersamaan. Tidak hanya itu, pengawasan terhadap aplikasi atau perangkat yang berbahaya, seperti aplikasi gratis. Berikut cara untuk menerapkan pengawasan orang tua terhadap perangkat,
    Buka aplikasi Playstore, pilih setelan pada titik tiga di sudut kanan atas, pilih family lalu parental control, lalu diaktifkan.
    Buka aplikasi Youtube, pilih pengaturan, lalu aktifkan ‘mode terbatas’ untuk menghilangkan konten – konten negatif.
    Aktifkan verifikasi 2 langkah pada setiap media sosial yang dimiliki.
    Install family link untuk mengontrol kegiatan perangkat anak/anggota keluarga lain.
    Webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sampai dengan selesai acara.

    Informasi mengenai kegiatan webinar edukatif seputar Madrasah Cakap Digital Siberkreasi berikutnya dapat dipantau di Instagram @siberkreasi.

    Mengasah Literasi Digital untuk Hidup Lebih Berkah Bersama Kominfo Pada Literasi Digital Talkshow Interaktif “Madrasah Makin Cakap Digital"
    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleMengasah Literasi Digital untuk Hidup Lebih Berkah Bersama Kominfo dan Kementerian Agama Pada Literasi Digital Talkshow Interaktif “Madrasah Makin Cakap Digital”
    Next Article Coffee Morning, Camat Rappocini Hadiri Undangan Kapolsek: Bangun Sinergitas Di Tengah Pandemi Covid-19

    Berita Lainnya:

    NEWS

    Kepala Desa Botolempangan, Dr. Muhammad Warif, Bersama Ormas Menyidak Langsung Tambang Yang Beroperasi Diduga Ilegal Pada wilayahnya

    Juli 30, 2026
    NEWS

    Bursa Direktur LKBH Maros Resmi Menghangat, Perempuan Jadi Pendaftar Pertama

    Juli 11, 2026
    NEWS

    Harmoni Suara dan Semangat Kebersamaan: Family Citra Sound Audio Maros Mengukir Jejak di Tanralili

    Mei 10, 2026
    MAKASSAR

    Wasiat Terakhir di Atas Podium: Ketua DPC Peradi Gowa Meninggal Dunia

    Mei 5, 2026
    NEWS

    Upah Pekerja: Antara Dalil yang Jelas dan Realita yang Pilu

    Mei 1, 2026
    Pos-pos Terbaru
    • Peringatan HKG PKK ke-54, TP PKK Kabupaten Maros Gelar Pembinaan dan Penilaian Lomba Administrasi Perdana di Desa Ma’rumpa
    • Sunyi di Jalan Azalea: Mengenang Kepergian Sang Penjaga Ruang KONI Maros
    • Menakar Strategi Fiskal Maros: SiLPA 2025 Senilai Rp115 Miliar Dialokasikan demi Kesejahteraan Rakyat dan Layanan Dasar
    • Solusi di Tengah Kekeringan: Langkah Cerdas Pemkab Maros Kucurkan Rp2 Miliar Demi Alirkan Kehidupan ke Bontoa
    • Sahabat Laut Cilik, Mahasiswa KKN Unhas Tanamkan Kepedulian Ekosistem Laut Melalui Pelatihan Pembuatan Ecobrick di SD Inpres Panoang
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,588 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026967 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026820 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,588 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026967 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026820 Views
    Our Picks

    Peringatan HKG PKK ke-54, TP PKK Kabupaten Maros Gelar Pembinaan dan Penilaian Lomba Administrasi Perdana di Desa Ma’rumpa

    Agustus 1, 2026

    Sunyi di Jalan Azalea: Mengenang Kepergian Sang Penjaga Ruang KONI Maros

    Agustus 1, 2026

    Menakar Strategi Fiskal Maros: SiLPA 2025 Senilai Rp115 Miliar Dialokasikan demi Kesejahteraan Rakyat dan Layanan Dasar

    Juli 31, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.