Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Isu Rencana Pinjaman Rp100 Miliar Pemkab Maros, DPRD Maros Pertanyakan RAPBD 2027

    September 14, 2026

    Kabar Baik : APBD Maros Perubahan 2026 Naik Rp54,16 Miliar, Prioritaskan Gaji PPPK hingga Jalan Baru Tompobulu

    September 11, 2026

    BPD Desa Ma’rumpa Dan Desa Bonto mate’ne Gelar Musyawarah Desa Penyusunan RKP Desa TA 2027

    September 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Julang Sulawesi dan Perjuangan SPTN Babul Wilayah I Dalam Melestarikannya
    DAERAH

    Julang Sulawesi dan Perjuangan SPTN Babul Wilayah I Dalam Melestarikannya

    HTBy HTJuni 15, 2023
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    Pangkep – Sebanyak 13 spesies Rangkong yang ada di Indonesia. 2 diantaranya menjadi penghuni di Sulawesi, yakni Julang Sulawesi “Rhyticeros cassidix” dan Kangkareng Sulawesi “Rhabdotorrhinus exarhatus”.

    Namun, pada kegiatan monitoring yang dilakukan SPTN Babul Wilayah I kali ini hanya melihat satu spesies yakni Rangkong atau Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix).

    Dari penelusuran referensi yang dilakukan, ternyata jenis satu ini masuk dalam daftar merah IUCN dengan kategori rentan. Endemik ini juga merupakan salah satu hewan yang statusnya dilindungi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

    blank

    Julang sulawesi ini diketahui memiliki panjang tubuh hingga 104 centimeter dengan berat mencapai 2,36-2,5 kilogram. Tubuh dan sayapnya berwarna hitam, ekor putih, sementara kakinya hitam. Individu jantan memiliki balung berwarna merah tua, sedangkan betina berwarna kuning yang ukurannya lebih kecil.

    Pada giat ini kepala SPTN Babul wilayah I Iqbal Abadi Rasjid bersama petugasnya melakukan pengamatan di Dusun Belae, Kelurahan Minasatene, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, menggunakan kamera dilengkapi lensa tele dan teropong yang memungkinkan untuk melihat aktivitas rangkong di sekitar sarangnya.

    Pengamatan dilakukan sekitar 50 meter dari kaki karst. Kamera Sony tipe a7III dilengkapi lensa tele 600 jadi andalan petugas dalam mengamati burung langka itu. Mengintip lubang batu yang dipilih jadi sarang. Dimana, berada diketinggian sekitar 150 sampai 200 meter dari kaki gunung karst.

    Baca:  Akun Facebook Bupati Maros Dikloning, Kirim Pesan Lewat Messenger

    blank

    Lubang batu pada karst yang vertikal dijadikan sarang untuk menghindari predator-predator yang berpotensi mengganggu bahkan kapan saja bisa memangsa. Rangkong atau Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix) juga menjadi satu-satunya spesies yang menggunakan lubang batu karst sebagai tempat bersarang.

    Iqbal Abadi Rasjid mengatakan monitoring ini sudah dilakoninya selama 12 tahun, terhitung sejak tahun 2012 silam. Sepanjang itu ia melakukan pengamatan mulai dari habitat, sarang sampai karakter rangkong.

    “Dari pengamatan tim kami itu, disekitar sini ada 5 individu. Bersarang dan bertelur,” kata Iqbal. Selasa 13 Juni 2023.

    Ia bercerita, sebelum menemukan sarang dari endemik ini petugas mula-mula menghimpun informasi dari warga setempat, mulai yang tinggal disekitar karst sampai mereka yang kesehariannya keluar masuk hutan.

    “Dari informasi itu, mempermudah kita kemudian melakukan observasi dan identifikasi. Akhirnya, kita menjadikan wilayah ini sebagai titik pengamatan rangkong. Tidak hanya rangkong, disini juga ada berbagai jenis hewan seperti kupu-kupu, tarsius, macaca maura, kuskus dan lainnya,” ungkapnya.

    Rangkong dalam berkembang Biak,

    Uniknya ucap Iqbal, Rangkong merupakan spesies monogami. Setelah menetas dan menjadi dewasa, Rangkong akan memilih pasangan dan hidup bersama didalam sarang. Mereka hanya memiliki satu pasangan dan tidak gonta-ganti pasangan.

    blank

    (Doc; SPTN BABUL Wilayah I) 

    “Pada awal tahun diyakini menjadi musim kawin bagi Rangkong dan pada bulan April hingga Mei, khusus Rangkong betina akan bertelur kemudian mengerami telurnya selama kurang lebih sebulan,” tandasnya.

    Baca:  Tingkatkan Kebugaran, Polisi di Maros Jalan Santai Keliling Kota

    Setelah telur-telur menetas Rangkong betina tidak langsung keluar sarang dan beraktivitas. Ia masih akan berada didalam sarang mengerami anak-anaknya hingga berusia remaja.

    “Jumlah telurnya bisa sampai enam butir dalam sekali bertelur. Tapi, dari jumlah itu yang menetas dan jadi anak paling dua, tiga atau bahkan seekor saja. Kadang juga dari yang kami amati telurnya hanya dua hingga tiga butir saja,” ucap Iqbal.

    Rangkong betina dalam mengerami anak-anaknya bisa tiga sampai empat bulan lamanya. Selama fase bertelur sampai anak-anak Rangkong remaja dan belajar terbang sangat bergantung pada pejantan untuk menyuplai makanan. Sehingga, ketika pejantan mati atau tidak kembali maka kemungkinan besar Rangkong betina dan anak-anaknya ikut mati.

    “Radius wilayah terbangnya bisa sampai 100.000 hektar. Dia tidak bisa tinggal di daerah monokultur dan sangat bergantung pada hutan terlebih lagi soal pakan. Yang paling mengesankan fauna satu ini  sangat setia pada pasangannya. Bisa dibilang sehidup semati,” jelasnya.

    Ancaman bagi Kelangsungan hidup Rangkong,

    Hal-hal yang menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup dari fauna ini adalah masih menghadapi ancaman seperti diburu untuk dikonsumsi, dipelihara, diperdagangkan, serta gangguan pada habitat.

    Meski demikian, Iqbal Abadi Rasyid mengaku selama bertugas di SPTN Babul Wilayah I, sama sekali belum menemukan aktivitas perburuan Rangkong. Kebanyakan kasus yang ditemukan adalah anakan Rangkong yang baru belajar terbang kemudian terjatuh sampai ketanah.

    Baca:  Lurah Sanua Kota Kendari Sambut Baik DAU Tambahan Kelurahan Melalui Pembangunan Infrastruktur

    blank

    “Sampai saat ini masih sebatas informasi atau cerita dari mulut ke mulut, belum pernah kami temukan. Biasanya yang ditemukan yakni bangkai anak Rangkong yang terjatuh. Selama ini petugas kami memang aktif ke masyarakat melakukan edukasi, memberikan pemahaman terkait hewan yang dilindungi oleh undang-undang. Jadi, tidak hanya Rangkong saja tapi semua hewan yang dilindungi,” ungkapnya.

    Iqbal menjelaskan Rangkong sendiri sudah menjadi salah satu hewan yang dilindungi sejak penjajahan Belanda hingga kini. Melestarikannya cukup dengan menjaga kelestarian hutan. Hutan adalah tempat terbaik untuk Rangkong dan endemik lainnya.

    “Apapun alasannya Rangkong tetap lebih baik di alam bebas,” tegas Iqbal.

    Saat melakukan aktivitas monitoring, petugas biasanya melakukan pengamatan dua kali dalam sehari. Pagi hingga siang kemudian dilanjutkan pada sore hingga menjelang magrib.

    “Dari pengamatan kami siklusnya seperti itu. Seperti hari ini pada pukul 10.48 wita, Rangkong pejantan tertangkap kamera terbang dan hinggap di sarangnya kemudian memberi makan pasangannya. Setelah itu, terbang lagi dan mungkin butuh waktu beberapa jam baru akan kembali ke sarangnya membawa makanan,” tutup Iqbal.

    Terakhir, ia menuturkan bahwa pada tahun 80-an fauna ini telah dijadikan maskot atau identitas untuk Sulawesi Selatan. Hal itu sebagai bentuk penegasan akan pentingnya melestarikan dan menjaga ruang hidup endemik tersebut.(*yusuf)

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleKerjasama Dengan Politisi, PT Asdah Mineral Indonesia dan Bakal Bangun Pabrik Nikel
    Next Article Akhirnya Diumumkan, MK Putuskan Sistem Pemilu Tetap Terbuka!

    Berita Lainnya:

    DAERAH

    Isu Rencana Pinjaman Rp100 Miliar Pemkab Maros, DPRD Maros Pertanyakan RAPBD 2027

    September 14, 2026
    DAERAH

    Kabar Baik : APBD Maros Perubahan 2026 Naik Rp54,16 Miliar, Prioritaskan Gaji PPPK hingga Jalan Baru Tompobulu

    September 11, 2026
    DAERAH

    Satu Matahari di Langit Organisasi: Menggugat Kejelasan di Balik Isu Pembekuan KNPI Maros

    September 9, 2026
    DAERAH

    Dituding Mengganggu Ketertiban Umum Jalbar Mamminasata, Perwakilan Pedagang UMKM Angkat Bicara!

    September 7, 2026
    DAERAH

    Ketegasan yang Sunyi: Langkah Pemkab Maros Kembalikan Ketertiban Jalan Poros

    September 4, 2026
    Pos-pos Terbaru
    • Isu Rencana Pinjaman Rp100 Miliar Pemkab Maros, DPRD Maros Pertanyakan RAPBD 2027
    • Kabar Baik : APBD Maros Perubahan 2026 Naik Rp54,16 Miliar, Prioritaskan Gaji PPPK hingga Jalan Baru Tompobulu
    • BPD Desa Ma’rumpa Dan Desa Bonto mate’ne Gelar Musyawarah Desa Penyusunan RKP Desa TA 2027
    • Mesin Jahit Disalurkan,TP-PKK dan Dinsos Maros Dorong Kemandirian Ekonomi Warga
    • Satu Matahari di Langit Organisasi: Menggugat Kejelasan di Balik Isu Pembekuan KNPI Maros
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,592 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026974 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026827 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,592 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026974 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026827 Views
    Our Picks

    Isu Rencana Pinjaman Rp100 Miliar Pemkab Maros, DPRD Maros Pertanyakan RAPBD 2027

    September 14, 2026

    Kabar Baik : APBD Maros Perubahan 2026 Naik Rp54,16 Miliar, Prioritaskan Gaji PPPK hingga Jalan Baru Tompobulu

    September 11, 2026

    BPD Desa Ma’rumpa Dan Desa Bonto mate’ne Gelar Musyawarah Desa Penyusunan RKP Desa TA 2027

    September 10, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.