KAMERA MAKASSAR — Peta dukungan menyongsong gelaran Piala Dunia kembali menghadirkan cerita menarik dari kalangan aktivis. Jika sebelumnya aktivis muda pemberdayaan masyarakat yang kini menjabat sebagai Ketua SMSI Maros, Harmin Thomaru, dikenal sebagai ketua suporter Asn maros fans italia kini masih mendukung tim Argentina Jadi Juara.
Dalam sebuah kesempatan santai di salah satu kedai kopi, Harmin tampak percaya diri mengenakan jersi garis biru-putih khas tim nasional Argentina lengkap dengan pose jempol andalannya. Saat dikonfirmasi, ia mengaku kepincut dengan mentalitas juara dan karakter permainan impresif yang ditunjukkan oleh tim Tango.
“Sepak bola itu dinamis. Melihat komposisi skuad dan bagaimana Argentina bermain dengan hati, sulit untuk tidak menjagokan mereka. Tahun ini, saya yakin Argentina punya kans besar untuk kembali mengangkat trofi tertinggi,” ujar Harmin dengan optimis.
Peralihan dukungan ini pun memicu perbincangan hangat di kalangan rekan sejawatnya, mengingat Harmin sebelumnya dikenal sebagai loyalis garis keras tim Eropa. Namun bagi Harmin, magis sepak bola Amerika Latin, khususnya Argentina, saat ini jauh lebih menjanjikan.
Sejarah Singkat Timnas Argentina di Piala Dunia
Tim nasional Argentina (dijuluki La Albiceleste) merupakan salah satu kekuatan sepak bola terbesar di planet bumi. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) dibentuk pada tahun 1893 dan menjadi salah satu yang tertua di luar Eropa.
-
Era Memulai (1930): Argentina berhasil menembus final Piala Dunia edisi pertama tahun 1930 di Uruguay, meski akhirnya harus puas keluar sebagai runner-up.
-
Gelar Pertama (1978): Bermain di hadapan publik sendiri, Argentina merengkuh trofi Piala Dunia pertama mereka setelah mengalahkan Belanda 3-1 lewat performa gemilang Mario Kempes.
-
Era Diego Maradona (1986): Ini menjadi momen paling ikonik dalam sejarah sepak bola. Dipimpin oleh Diego Maradona yang magis—termasuk gol “Tangan Tuhan” dan “Gol Abad Ini” melawan Inggris—Argentina sukses memboyong trofi kedua mereka di Meksiko.
-
Gelar Ketiga & Penahbisan Messi (2022): Setelah penantian panjang selama 36 tahun dan beberapa kali menelan pil pahit di partai final (1990 dan 2014), Argentina kembali menjadi Raja Dunia di Qatar 2022 lewat salah satu laga final paling mendebarkan sepanjang sejarah melawan Prancis.
Pemain Andalan Timnas Argentina
Keberhasilan Argentina mempertahankan level tertinggi di panggung internasional tidak lepas dari kombinasi pemain senior sarat pengalaman dan talenta muda berbakat:
-
Lionel Messi: Sang G.O.A.T (Greatest of All Time). Meskipun usianya sudah senja, visi bermain, akurasi umpan, serta magis tendangan bebasnya tetap menjadi roh utama permainan sekaligus pemimpin spiritual tim di dalam lapangan.
-
Lautaro Martínez: Penyerang tajam milik Inter Milan ini merupakan mesin gol andalan di lini depan. Penempatan posisi yang cerdas dan penyelesaian akhir yang klinis menjadikannya momok menakutkan bagi bek lawan.
-
Alexis Mac Allister & Enzo Fernández: Duo dinamis di lini tengah. Keduanya merupakan motor penggerak yang menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang, sekaligus memberikan kreativitas untuk mengalirkan bola ke lini depan.
-
Emiliano “Dibu” Martínez: Penjaga gawang nyentrik yang dikenal memiliki mental baja, terutama dalam drama adu penalti. Refleksnya yang luar biasa sering kali menjadi pahlawan di momen-momen krusial Argentina.


