MAROS – Pelaksanaan penilaian Lomba Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat Kabupaten Maros memasuki hari kedua dengan penuh semangat dan antusiasme. Tim penilai terjun langsung melakukan evaluasi di dua lokasi utama, yakni Desa Bonto Manurung (Kecamatan Tompobulu) dan Desa Purnakarya (Kecamatan Tanralili) pada Selasa (04/08).

Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau dan menilai implementasi 10 Program Pokok PKK di tingkat desa, termasuk keberhasilan pemanfaatan pekarangan dan Kebun Dasawisma melalui program HATINYA PKK (Halaman, Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman) guna mendukung ketahanan pangan serta kesejahteraan keluarga.
Kedatangan Ketua TP PKK Kabupaten Maros, Apt. Hj. Ulfiah Nur Yusuf Chaidir, beserta rombongan tim penilai disambut sangat hangat dan meriah oleh warga desa, tokoh masyarakat, hingga anak-anak sekolah yang berbaris menyapa di sepanjang jalan menuju lokasi penilaian.
Sinergi Lintas Sektor dan Forkopimcam
Penilaian Lomba PKK hari kedua ini dihadiri langsung oleh jajaran pemerintah kecamatan, unsur Forkopimcam, serta berbagai elemen masyarakat yang menunjukkan tingginya sinergi di tingkat wilayah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut: Pimpinan TP PKK Kabupaten Maros Ketua TP PKK Kabupaten Maros: Apt. Hj. Ulfiah Nur Yusuf Chaidir
Jajaran Pemerintah Kecamatan: Camat Tompobulu: Hamril, S.Hut., M.P.
PPID Kabupaten Maros Camat Tanralili: Sudarmin, S.E., M.Si. Ketua TP PKK Kecamatan Tompobulu & Tanralili Para Kepala Desa dan Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Tompobulu dan Tanralili Unsur Forkopimcam & Kesehatan Danramil Tompobulu & Tanralili:Kapolsek Tompobulu & TanraliliKepala Puskesmas (Kapus) Tompobulu & Tanralili:Unsur Masyarakat & Mahasiswa:Tokoh Masyarakat & Pengurus Karang TarunaAnggota PKK Remaja
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI)
Tinjau Kebun Dasawisma dan Peran Generasi Muda
Salah satu titik fokus penilaian berada di Kebun Dasawisma Planet, Desa Bonto Manurung. Di lokasi ini, rombongan tim penilai memantau langsung pemanfaatan lahan pekarangan yang dikelola secara terpadu oleh warga.
Keterlibatan aktif generasi muda—seperti anggota Karang Taruna, PKK Remaja, hingga kolaborasi dengan mahasiswa KKN UNHAS dan UMI—memberikan energi baru serta inovasi dalam menyukseskan gerakan PKK di tingkat desa.
Melalui penilaian di hari kedua ini, diharapkan Desa Bonto Manurung dan Desa Purnakarya dapat menjadi percontohan dalam menggerakkan potensi lokal demi mewujudkan desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.

