Maros – Kecamatan Bontoa, dapat perhatian lebih dari Bupati Maros Chaidir Syam. Betapa tidak, Kecamatan yang berada di wilayah pesisir bagian Utara Kabupaten Maros itu dipastikan akan menikmati air bersih tahun depan.
Hal itu disampaikan Chaidir Syam saat melepas satuan tugas (Satgas) penanganan bencana kekeringan dihalaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros beberapa waktu lalu.
Chaidir Syam menyebut sudah ada solusi jangka panjang untuk krisis air bersih di Bontoa dan sekitarnya. Pemkab akan menuntaskan pembangunan booster untuk PDAM.
“Kita anggarkan sebesar Rp2 miliar tahun ini. Semoga tahun ini tuntas dan tahun depan masyarakat sana sudah bisa merasakan air PDAM,” kata Chaidir di sela pelepasan satgas penyaluran air bersih di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros.
Chaidir menuturkan, ada beberapa kecamatan yang terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih. Paling parah di Bontoa, juga di Lau, Maros Baru, dan Marusu.
“Sedangkan yang stabil ada Bantimurung, Simbang, Camba, dan Cenrana,” nilainya.
Satgas pun ditugaskan menyalurkan air bersih ke kecamatan-kecamatan yang terdampak.
“Sebenarnya satgas ini sudah bekerja sejak beberapa pekan lalu. Hanya saja baru dilepas secara resmi hari ini. Alhamdulillah yang terlibat cukup banyak, bahkan hari ini ada 25 tangki air yang akan didistribusikan,” ujarnya.
Ketua PMI Maros ini menjelaskan, karena banyaknya tim yang bergabung sehingga pihak BPBD selaku koordinator akan mengatur titik-titik pendistribusian air bersih tersebut.
Ada beberapa tim yang bergabung selain BPBD yang merupakan koordinator, seperti PDAM Maros, pemadam kebakaran, Abu Darda, PMI Maros, Baznas, Balai Riset Perikanan Budi Daya Air Payau, serta Kostrad.
Chaidir mengatakan, penyaluran air bersih ini merupakan program jangka pendek untuk penanggulangan kekeringan di wilayah yang terdampak.
Selain untuk air bersih, ada juga upaya penyaluran air untuk 115 hektare persawahan yang mengalami dampak kekeringan fenomena iklim el nino.
Chaidir mengatakan, 115 hektare sawah tersebut berada di Kecamatan Maros Baru dan Kecamatan Mandai.


