Maros – Ada yang menarik dari kegiatan siswa baru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Mandai hari ini. Mereka dilatih tentang Basic Cyber Security (BCS) selama tiga hari berturut-turut.
Kepala UPT SMP Negeri 5 Mandai Dahniar mengatakan bahwa BCS ini merupakan bentuk implementasi dari sosialisasi pemerintah daerah (Pemda) Maros mengenai program smart city, dengan menghadirkan smart school.
“Smart school merupakan bentuk implementasi dukungan kami terhadap program smart city pemda yang beberapa waktu lalu disosialisasikan,” kata Dahniar. Kamis, 27 Juli 2023.
Smart school sendiri kata Dahniar merupakan hasil formulasi program pihaknya. Kemudian, mengambil langkah kerja sama dengan Kementrian informasi dan komunikasi (kemkominfo). Dimana, para siswa yang baru masuk sekolah diberi pelatihan mengenai BCS ini.
“Kita ingin siswa-siswi ini mendapatkan pemahaman dan kemampuan baru mengenai pemanfaatan teknologi. Outputnya pada proses belajar mengajar yang utama,” ucap Dahniar.
Dahniar bilang, siswa dan siswa berjumlah 288 orang ini dipilih sebagai sasaran pelatihan. Sebab, telah menggunakan kurikulum terbaru.

“Kedepannya proses pembelajaran ke depan akan terintegrasi dengan sistem teknologi seperti ini. Sehingga, memudahkan siswa untuk belajar dan tidak ada lagi siswa yang ketinggalan pelajaran. Karena nanti ketika semuanya telah terintegrasi dengan baik, siswa bisa mendownload pembelajaran melalui aplikasi,” jelasnya.
Kedepannya, pihak sekolah juga akan mengadakan pelatihan serupa khusus untuk para guru-guru. Hal itu untuk mendukung integritas sistem teknologi dengan semua mata pelajaran yang ada.
“Setelah ini kita upayakan lagi untuk guru. Jadi, nantinya semua kelas dan mata pelajaran akan terintegrasi,” tandasnya.
Sementara itu, Koordinator pelaksana tematik akademi Kominfo Bahrawi menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan turunan dari program digital talent leadership Kominfo. Dimana ada delapan skema dan salah satunya adalah tematik akademi.
“Saya kira ini pertama kita lakukan di SMP5 Mandai dan pertama di kawasan Timur Indonesia. Skema pada tematik akademi sendiri ada banyak dan BCS inilah salah satunya yang kita terapkan saat ini,” ucapnya.
Manfaat dari pelatihan ini jelas Bahrawi adalah agar supaya siswa SMP bisa lebih memanfaatkan ruang-ruang digital atau sosial media. “Nanti diajarkan bagaimana berinteraksi didunia Maya, mengisi sosial media dengan konten positif, menjaga diri didunia Maya dan termasuk semua rambu-rambu keamanan kita akan ajarkan ke siswa,” jelasnya.
“Termasuk juga didalamnya, bagaimana mengajarkan kepada siswa dalam menyebarkan informasi dan memproteksi keamanan,” tambahnya.
Dalam perkembangan dunia teknologi saat ini memang sangat penting memberikan pemahaman dan pelatihan kepada para pelajar. Utamanya, mereka yang masih berada pada usia remaja seperti pelajar SMP5 Mandai. Pasalnya, hampir semua pelajar saat ini sudah tidak terpisahkan oleh teknologi informasi.
“Sangat penting. Saya kira sejak mereka usia sekolah dasar (SD) sudah sangat dekat dengan sosial media dan room-room digital lainnya. Sehingga, upaya kominfo dalam menjaga itu dengan cara kita turun memberikan pelatihan dan pemahaman tentang etika bersosial media,” tuturnya.
Termasuk memperkenalkan ke peserta didik mengenai kultur yang ada dalam dunia Maya.
Dalam perjalanannya SMP5 Mandai Kabupaten Maros ini dianggap pas dalam pelaksanaan BCS tersebut. “Setelah berdiskusi dengan ibu kepala sekolah. Ternyata ada kesamaan visi misi tersebut. Dimulailah pada satu angkatan baru ini,” tutupnya.






