Makassar | Sebanyak 65 siswa dan guru SD-SMP di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dilaporkan terpapar positif COVID-19 saat pembelajaran tatap muka (PTM) berlangsung di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin menyebut pihanya me-lockdown sekolah yang menjadi klaster COVID-19.
Penutupan sekolah ini dilakukan demi kesehatan di tengah gelombang ketiga COVID-19. Apalagi cuaca buruk melanda Kota Makassar.
“Dikarenakan COVID-19 juga sekarang (tinggi) mengantisipasi banyak anak-anak laporan anak bergejala demam, flu dan batuk. Jadi sehingga dengan adanya juga bisa saja bertambah dan kita antisipasi gara-gara cuaca dan ini rawan,” kata dia.
Kebijakan penghentian dilakukan selama tiga hari sejak 21-22 Februari yang berlaku di semua SD-SMP. Disdik Makassar juga telah melakukan lockdown lokal di setiap sekolah yang berada di wilayah dengan jumlah kasus Corona tinggi.
“SD PAM 6 guru (positif Corona) dari 9 guru. Kami lockdown itu, kita lockdown 10 hari karena COVID-19. Kita lockdown karena COVID-19 ini rekomendasi dari pihak puskesmas. Ada juga di SD Mandai 6 guru konfirmasi (Corona), kami juga lockdown sekolah,” sebut Muhyiddin.”







