Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Isu Rencana Pinjaman Rp100 Miliar Pemkab Maros, DPRD Maros Pertanyakan RAPBD 2027

    September 14, 2026

    Kabar Baik : APBD Maros Perubahan 2026 Naik Rp54,16 Miliar, Prioritaskan Gaji PPPK hingga Jalan Baru Tompobulu

    September 11, 2026

    BPD Desa Ma’rumpa Dan Desa Bonto mate’ne Gelar Musyawarah Desa Penyusunan RKP Desa TA 2027

    September 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Cerita Pelengseran Gus Dur, Khofifah Indar Parawansa : Gus Dur Bagi Sedekah Untuk Tolak Bala Perpecahan Masyarakat
    DAKWAH

    Cerita Pelengseran Gus Dur, Khofifah Indar Parawansa : Gus Dur Bagi Sedekah Untuk Tolak Bala Perpecahan Masyarakat

    blankBy Desember 14, 2020
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    Sejarah Indonesia mencatat pelengseran Gus Dur terjadi pada tanggal 23 Juli 2001. Gus Dur, yang belum genap dua tahun menjabat, dilengserkan secara politik karena terobosan-terobosan fundamental yang saat itu mengganggu kepentingan politik residu kekuatan Orde Baru yang masih tersisa.

    Salah satu saksi sejarah pelengseran Gus Dur saat itu adalah Khofifah Indar Parawansa, yang pernah menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan di era pemerintahan Gus Dur. Selain itu, Khofifah dikenal sebagai orang dekat Gus Dur yang mendampingi Gus Dur di berbagai kesempatan.

    Khofifah, yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, berbagi cerita seputar situasi yang memanas jelang pelengseran Gus Dur. Di tengah situasi politik yang berkecamuk antara Gus Dur dan DPR-MPR saat itu, rupanya tidak hanya kerja-kerja politik yang dilakukan. Tetapi Gus Dur juga memperhatikan sisi amaliyah religius sebagai seorang Muslim.

    Cerita ini Khofifah sampaikan pada sesi diskusi daring bertajuk “Pelengseran Gus Dur” yang merupakan salah satu mata acara di Temu Nasional Jaringan Gusdurian 2020. Untuk mengakses rekaman tersebut, bisa klik tautan ini.

    Sebagai seorang presiden yang juga seorang ulama, Gus Dur saat menjelang pelengserannya melakukan upaya-upaya religius untuk mencegah terjadinya kekacauan di masyarakat. Salah satu yang dilakukan oleh Gus Dur, ungkap Khofifah, adalah dengan melakukan sedekah kepada masyarakat di jalanan dan kampung-kampung. Khofifah menjadi orang yang melaksanakan kerja-kerja amaliyah tersebut.

    Baca:  Pelajaran Antikekerasan dari Abdul Ghaffar Khan, Sang ‘Gandhi Muslim’

    “Saya turun ke jalan bawa uang pecahan duapuluh ribuan. Di Pasar Senen, itu yang saya sering, di Kuningan, bersama beberapa teman mungkin saat itu ada lima kelompok… Jadi cerita-cerita seperti ini saya dan teman, ibu-ibu lah, kami turun ke bawah, siapkan nasi bungkus sebanyak-banyaknya. Sehari itu bisa lima ribuan nasi bungkus. Kami sampaikan ini ya, sedekahnya Gus Dur, ini sedekahnya Gus Dur.”

    Sedekah yang saat itu dibagikan oleh Gus Dur bukan bertujuan untuk menggalakkan massa atau membeli dukungan. Bagi Khofifah, di luar jalur politik dan formal yang dilakukan menjelang pelengseran Gus Dur, perlu upaya-upaya religius yang dilakukan untuk mencegah terjadinya bala berupa bentrokan masyarakat yang saat itu potensinya sangat besar untuk terjadi pertumpahan darah.

    Baca:  Kajian Maqasid Syariah Menjaga Agama (1): Definisi Menjaga Agama dan Caranya

    Situasi menjelang pelengseran Gus Dur pada tahun 2001 memang sangat mencekam. Ratusan ribu pendukung Gus Dur dari warga Nahdlatul Ulama dan sebagian kelompok Islam saat itu sudah turun ke ibu kota Jakarta dan bersiap untuk terjadinya bentrok secara fisik. Akan tetapi sejarah membuktikan Gus Dur mengedepankan sisi humanis alih-alih sebagai politisi, sehingga malapetaka pertumpahan darah urung terjadi.

    “Memang saat itu begini, dalam koridor religiusitas, sedekah itu li daf’il bala’ (untuk mencegah malapetaka). Ada sesuatu yang memang kita harus lakukan bersama. Jadi kalau yang bagian dzikir, istighatsah itu sudah banyak. Saya yang bagian sedekah. Jadi, sedekah dengan uang duapuluh ribuan. ini ya, doakan Gus Dur ya, doakan Gus Dur.. dan itu di banyak komunitas di kampung-kampung juga.”

    Selain pada aspek religius, sedekah yang dilakukan ini juga guna meredam informasi dan pembunuhan karakter sistematis yang saat itu dilakukan oleh lawan politik Gus Dur melalui media massa. Diketahui, Gus Dur dijerat secara politik dengan rekayasa skandal Bruneigate dan Buloggate yang menduh Gus Dur mengkorupsi dana bantuan dari Sultan Brunei Darussalam dan jatah beras Bulog, yang sampai saat ini tidak terbukti keterlibatannya.

    Baca:  Gelombang Dukungan Terus Mengalir Kepada Muh. Ridwan Yusuf Sebagai Calon Ketua Pada Konferwil Ansor Sulsel

    “Saya ingin menyampaikan kembali teman2, ekosistem (pendukung Gus Dur) itu belum terbentuk. Jadi saya dengan apa yang bisa saya lakukan paling tidak di kampung-kampung itu masyarakat tidak termakan oleh isu Gus Dur berkaitan dengan korupsi itu kan tidak enak sekali!” Lanjut Khofifah.

    Khofifah menegaskan, bahwa sedekah yang dilakukan oleh Gus Dur bukan hanya pada saat menjelang pelengserannya. Akan tetapi, Gus Dur konsisten menjalankan amal tersebut bahkan setelah lengser dari kursi kepresidenan.

    “(Sedekah) bukan hanya pada saat proses Gus Dur menghadapi kesulitan masalah komunikasi dengan partai dan DPR lho, setelah Gus Dur turun pun saya melakukan hal yang sama. Saya ingin orang-orang itu tidak termakan dari yang waktu itu masih situasinya masih gencar. Jadi apa yang bisa saya lakukan saya lakukan.” Demikian pungkas Khofifah.

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleMeneladani Kecerdasan Aisyah RA: Sikap Kritis dan Pelopor Kesejarahan Hadis
    Next Article Peduli HAM Indah Putri Indriani Dapat Penghargaan Dari Kemenkumham RI

    Berita Lainnya:

    DAKWAH

    Gelombang Dukungan Terus Mengalir Kepada Muh. Ridwan Yusuf Sebagai Calon Ketua Pada Konferwil Ansor Sulsel

    Januari 25, 2026
    DAKWAH

    Maros Siap Sambut Ulama Internasional Syekh Fadi, Fokus Moderasi Beragama untuk Generasi Muda

    Juli 17, 2025
    DAKWAH

    Marjan Massere Hadiri Pembukaan MTQ Antar Dusun Se-Desa Damai Kec.Tanralili

    Maret 7, 2025
    DAKWAH

    Kunjungi Dinas Pertanian, Aliansi Peduli Petani Maros Soroti Penyaluran Alsintan Di Kab.Maros

    November 22, 2024
    DAKWAH

    Rijalul Ansor Maros : Yasinan Dan Tahlilan Mengenang Wafatnya KH. Chalid Mawardi

    Juli 28, 2024
    Pos-pos Terbaru
    • Isu Rencana Pinjaman Rp100 Miliar Pemkab Maros, DPRD Maros Pertanyakan RAPBD 2027
    • Kabar Baik : APBD Maros Perubahan 2026 Naik Rp54,16 Miliar, Prioritaskan Gaji PPPK hingga Jalan Baru Tompobulu
    • BPD Desa Ma’rumpa Dan Desa Bonto mate’ne Gelar Musyawarah Desa Penyusunan RKP Desa TA 2027
    • Mesin Jahit Disalurkan,TP-PKK dan Dinsos Maros Dorong Kemandirian Ekonomi Warga
    • Satu Matahari di Langit Organisasi: Menggugat Kejelasan di Balik Isu Pembekuan KNPI Maros
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,592 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026974 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026827 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,592 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026974 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026827 Views
    Our Picks

    Isu Rencana Pinjaman Rp100 Miliar Pemkab Maros, DPRD Maros Pertanyakan RAPBD 2027

    September 14, 2026

    Kabar Baik : APBD Maros Perubahan 2026 Naik Rp54,16 Miliar, Prioritaskan Gaji PPPK hingga Jalan Baru Tompobulu

    September 11, 2026

    BPD Desa Ma’rumpa Dan Desa Bonto mate’ne Gelar Musyawarah Desa Penyusunan RKP Desa TA 2027

    September 10, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.