Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah

    Agustus 12, 2026

    Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 

    Agustus 8, 2026

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » ALI (Air, Listrik, Internet): Solusi Terpadu Selamatkan Empat Desa Tertinggal Terakhir di Kepulauan Tanakeke
    NEWS

    ALI (Air, Listrik, Internet): Solusi Terpadu Selamatkan Empat Desa Tertinggal Terakhir di Kepulauan Tanakeke

    RedakturBy RedakturOktober 27, 2025
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    JAKARTA, Kameraliputan.com – Di tengah euforia peningkatan signifikan status desa di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, perhatian kini terfokus pada Kepulauan Tanakeke. Gugusan pulau satu-satunya di Takalar ini menjadi medan pertempuran terakhir dalam upaya pengentasan kemiskinan infrastruktur, menaungi empat desa yang masih berstatus ‘tertinggal’.

    Kondisi kritis empat desa kepulauan ini menjadi topik utama audiensi antara Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendesa PDT), Ahmad Riza Patria, dan Bupati Takalar, Firdaus Daeng Manye, di kantor Kemendes PDT, Jumat (24/10/2025).

    Bupati Firdaus Daeng Manye melaporkan bahwa secara umum, Takalar telah mencatat kemajuan luar biasa. Dalam setahun terakhir, jumlah desa mandiri melonjak drastis, dari 16 menjadi 43 desa. Namun, Tantangan nyata berada di Tanakeke. Dari enam desa di kepulauan tersebut, empat desa—yaitu Mattiro Baji, Rewatayya, Balangdatu, dan Minasa Baji—masih terperangkap dalam kategori desa tertinggal.

    Populasi sekitar 8.000 jiwa di Tanakeke menghadapi dua krisis dasar yang bersifat fundamental dan menghambat segala sektor produktivitas, mulai dari nelayan, petani rumput laut, hingga pelayanan publik.

    Baca:  Aktivis Antikorupsi Bakal Seret Proyek Terkait Temuan BPK Soal Rehabilitasi Puskeamas Pattalassang Takalar

    Ironi Air dan Kegelapan Listrik

    Persoalan utama yang dipaparkan Bupati adalah keterbatasan air bersih dan ketiadaan jaringan listrik permanen.

    “Warga kami di Tanakeke, ironisnya, harus membeli air tawar yang diangkut dengan perahu dari daratan utama. Biaya yang dikeluarkan sangat tinggi, menjadikan air bersih sebagai komoditas mewah, bukan hak dasar,” ungkap Bupati Firdaus.

    Selain krisis air, kehidupan malam di Tanakeke didominasi oleh raungan generator (genset) yang mahal biaya operasionalnya. Sebagian besar rumah tangga tidak memiliki akses ke listrik permanen, membuat kegiatan belajar mengajar dan produktivitas pada malam hari sangat terganggu.

    Kedua masalah ini tidak hanya menurunkan kualitas hidup, tetapi juga memutus mata rantai ekonomi. Biaya operasional yang tinggi untuk genset dan air bersih menggerus habis modal usaha nelayan dan mengurangi daya saing produk lokal.

    ALI: Integrasi Dasar untuk Desa Kepulauan

    Menyadari bahwa tantangan geografis membutuhkan solusi yang tidak terfragmentasi, Pemerintah Kabupaten Takalar mengusulkan sebuah model inovatif: Model Layanan Dasar Terpadu ALI (Air, Listrik, Internet). Model ini diharapkan menjadi katalis transformasi bagi empat desa tertinggal Tanakeke.

    Baca:  Kampanyekan Electrifying Lifestyle, PLN Gelar Electric Culinary Festival 2022 di Bulukumba

    Konsep ALI mengintegrasikan tiga kebutuhan infrastruktur vital melalui teknologi berbasis desa:

    Air Bersih (A): Melalui pembangunan sistem penampungan air hujan komunal skala besar atau, jika memungkinkan, teknologi penyulingan air laut (Seawater Reverse Osmosis/SWRO) yang terjangkau dan berkelanjutan.

    Listrik (L): Pemanfaatan energi terbarukan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mini-grid skala desa, menggantikan ketergantungan pada BBM mahal.

    Internet (I): Penyediaan jaringan internet desa untuk mendukung digitalisasi pelayanan publik, pendidikan jarak jauh, dan peningkatan akses informasi bagi pelaku usaha lokal.

    Model ALI dirancang untuk dikelola secara mandiri oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDes Bersama (BUMDesma), memastikan keberlanjutan operasional, penciptaan lapangan kerja lokal, dan mendorong kemandirian energi dan air di tingkat desa.

    Komitmen Kemendes: Tanakeke Sebagai Pilot Project

    Wamendesa PDT Ahmad Riza Patria menyambut baik inisiatif strategis berbasis integrasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Kemendes PDT memegang komitmen kuat untuk memperkuat daerah kepulauan yang sering kali terhalang oleh tantangan logistik dan geografis.

    Baca:  Dinas PU Makassar Bahas IPAL Losari

    “Wilayah kepulauan seperti Tanakeke tidak bisa didekati dengan solusi parsial, satu per satu. Integrasi mendasar antara Air, Listrik, dan Internet—Konsep ALI—akan menjadi kunci pemerataan pembangunan desa di masa depan,” tutur Wamendesa Riza Patria.

    Menurut Riza Patria, Kemendes PDT melihat model ini bukan hanya sebagai solusi untuk Takalar, melainkan sebagai cetak biru (blueprint) bagi wilayah kepulauan tertinggal lainnya di Indonesia, khususnya di kawasan Timur.

    Langkah tindak lanjut dari audiensi tersebut adalah penyusunan rencana aksi teknis bersama. Sinkronisasi perencanaan antara Pemkab Takalar dan Kemendes PDT akan diprioritaskan agar inisiatif ALI dapat segera diwujudkan, menjadikan Kepulauan Tanakeke sebagai program percontohan nasional dalam mewujudkan kemandirian desa berbasis energi dan air terbarukan. Harapannya, menjelang akhir 2026, keempat desa tertinggal tersebut dapat naik kelas menjadi desa berkembang dan mandiri, menuntaskan misi pembangunan vital di ujung selatan Sulawesi.

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleTemui Jaksa Agung, Mendes Yandri Bahas Desa Yang Dilelang Dan Mengundang Untuk Hadir Di Hari Desa
    Next Article Perisai Pengabdian: Kabupaten Maros Bentuk Perlindungan Hukum Bersejarah bagi Tenaga Kerjanya

    Berita Lainnya:

    DAERAH

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026
    NEWS

    Kepala Desa Botolempangan, Dr. Muhammad Warif, Bersama Ormas Menyidak Langsung Tambang Yang Beroperasi Diduga Ilegal Pada wilayahnya

    Juli 30, 2026
    NEWS

    Bursa Direktur LKBH Maros Resmi Menghangat, Perempuan Jadi Pendaftar Pertama

    Juli 11, 2026
    NEWS

    Harmoni Suara dan Semangat Kebersamaan: Family Citra Sound Audio Maros Mengukir Jejak di Tanralili

    Mei 10, 2026
    NEWS

    Upah Pekerja: Antara Dalil yang Jelas dan Realita yang Pilu

    Mei 1, 2026
    Pos-pos Terbaru
    • Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah
    • Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 
    • Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi
    • Rangkaian Lomba HKG PKK ke-54 di Maros: Tim Penilai Kunjungi Camba dan Turikale, Disambut Mappadekko hingga Panen Tomat
    • Koni Maros Gelar Rapat Pengurus Dan Doa Bersama
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Our Picks

    Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah

    Agustus 12, 2026

    Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 

    Agustus 8, 2026

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.