KAMERA MAROS — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Makassar (UNM) Reguler Gelombang 55 melaksanakan Seminar Program Kerja di Kantor Desa Botolempangan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Botolempangan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNM Reguler Gelombang 55, jajaran Pemerintah Desa Botolempangan, masyarakat, serta Karang Taruna Desa Botolempangan.22/9/2026.

Seminar program kerja ini menjadi ruang bagi mahasiswa KKN untuk memaparkan sejumlah program yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian, sekaligus mendengarkan masukan dari pemerintah desa dan masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Salah satu program yang menjadi perhatian utama mahasiswa adalah penyaluran air bersih bagi beberapa dusun yang terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan dalam memperoleh air bersih. Program tersebut lahir dari hasil observasi mahasiswa terhadap kondisi masyarakat serta situasi cuaca yang terjadi di wilayah Desa Botolempangan.
Muh. Aco Dzahran selaku Koordinator Desa KKN UNM Reguler Gelombang 55 di Desa Botolempangan menyampaikan bahwa persoalan air bersih menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian bersama.
“Melihat kondisi cuaca dan kemarau yang cukup panjang, dari hasil observasi kami ditemukan beberapa dusun yang terdampak kekeringan dan mengalami kekurangan air bersih. Karena itu, kami mengangkat program penyaluran air bersih sebagai salah satu bentuk upaya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat secara langsung dan sedikit meringankan persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.”
Selain program penyaluran air bersih, mahasiswa KKN juga memaparkan beberapa program kerja lainnya yang disusun berdasarkan hasil observasi serta potensi dan kebutuhan masyarakat Desa Botolempangan. Seluruh program tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara kolaboratif dengan pemerintah desa, masyarakat, dan Karang Taruna.
Dr. Muhammad Warif, S.Pd.I., M.Pd.I. Selaku Kepala Desa Botolempangan dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN UNM di desanya. Ia mengatakan bahwa pemerintah desa terbuka dan menyambut baik kehadiran mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian di Desa Botolempangan.
“Kami sangat terbuka dengan kehadiran adik-adik KKN Reguler UNM di Desa Botolempangan. Kami berharap kreativitas dan pengetahuan yang diperoleh selama berada di kampus dapat diimplementasikan di desa. Tentunya kehadiran adik-adik KKN dapat memberikan kontribusi dan membantu masyarakat melalui program-program yang akan dilaksanakan.”
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN UNM Reguler Gelombang 55, Bapak Zainal Arifin, S.Pd., M.Si., turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Botolempangan yang telah menerima dan menyambut baik mahasiswa KKN.
“Terima kasih kepada Pemerintah Desa Botolempangan yang telah menyambut dan menerima anak-anak KKN untuk mengabdi di desa ini. Tentunya kami berharap kehadiran mereka dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kreativitas, pengetahuan, dan keahlian yang mereka miliki dalam melaksanakan program kerja.”
Beliau juga berharap adanya dukungan dari pemerintah desa terhadap setiap program yang akan dilaksanakan mahasiswa selama berada di lokasi KKN.
“Saya berharap pemerintah desa dapat terus memberikan dukungan terhadap apa yang akan dilakukan oleh anak-anak KKN nantinya. Saya juga selalu mengingatkan kepada anak-anak saya bahwa datang ke desa bukan hanya untuk menjalankan program, tetapi juga untuk mengabdi dan belajar bersama masyarakat. Jaga moral dan etika, dengarkan setiap masukan, serta arahan dari pemerintah dan masyarakat setempat.”
Seminar program kerja tersebut kemudian menjadi langkah awal bagi mahasiswa KKN UNM Reguler Gelombang 55 untuk membangun kolaborasi bersama Pemerintah Desa Botolempangan dan masyarakat. Khususnya dalam merespons persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk kebutuhan akan air bersih di tengah kondisi kekeringan.
Melalui program yang telah dirancang, mahasiswa KKN berharap kehadiran mereka di Desa Botolempangan tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk belajar bersama masyarakat, bekerja bersama pemerintah desa, dan menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat nyata.

