Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Isu Rencana Pinjaman Rp100 Miliar Pemkab Maros, DPRD Maros Pertanyakan RAPBD 2027

    September 14, 2026

    Kabar Baik : APBD Maros Perubahan 2026 Naik Rp54,16 Miliar, Prioritaskan Gaji PPPK hingga Jalan Baru Tompobulu

    September 11, 2026

    BPD Desa Ma’rumpa Dan Desa Bonto mate’ne Gelar Musyawarah Desa Penyusunan RKP Desa TA 2027

    September 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Ini Tanggapan Dinkes Makassar Terkait Banyak Warga Tak Miliki BPJS
    PEMERINTAH

    Ini Tanggapan Dinkes Makassar Terkait Banyak Warga Tak Miliki BPJS

    RedakturBy RedakturOktober 23, 2019
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    Makassar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar mendorong masyarakat agar ikut peserta Jaminan Kesehatan Nasional, yang saat ini baru 82 persen, dan sekitar dua ratus ribu orang yang belum jadi peserta.

    “Ini yang kita harapkan juga dan teman-teman Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP) Sulsel untuk mendorong orang agar mampu untuk menjadi peserta mandiri, yang tidak mampu dibiayai pemerintah dan yang mampu bayar sendiri,” kata dia.

    Dia mengurai bahwa banyak masalah yang ditemukan seperti masih banyak peserta mandiri yang menunggak.

    “Itu masalah besar lebih 110 miliar tunggakan bagi perserta mandir, bagaimana BPJS menyelesaikan pembayaran Rumah Sakit, pelayanan kesehatan dan sebagainya,” ungkapnya.

    Baca:  Sulsel Kebut Vaksinasi, Lansia Sudah capai 62,50%

    JKN merupakan program nasional dan tertera dalam UU Nomor 40 tahun 2004 yang mengatur sistem jaminan sosial, salah satunya jaminan kesehatan.

    Naisyah menyampaikan program ini, sudah sudah berjalan di seluruh Indonesia. Namun kata dia kadang kadang masih ada yang tidak paham soal mekanisme pendaftaran, cara pembayaran, dan pemanfaatan, serta hak dan kewajiban.

    “Mereka banyak tidak paham, kadang-kadang mereka tidak mau tahu atau bagaimana. Sehingga, memang sosialisasi itu perlu dilaksanakan,” paparnya.

    Dia mengatakan, tiap tahun pihaknya melakukan sosialisasi di 14 Kecamatan dan untuk tahun ini Dinas Kesehatan sosialisasi di 15 kecamatan.

    Sementara, Koordinator Forum Pemerhati Masalah Perempuan, Ita Karen mengatakan, pihaknya mengadakan lokakarya ihwal pelayanan kesehatan nasional.

    Baca:  Kapolres Lotara Pimpin Upacara Tabur Bunga di Pelabuhan Bangsal

    “Lokakarya ini merupakan kegiatan dari ujungnya kegiatan melaporkan hasil survei kita di lapangan sesuai kualitatif dan kuantitatif terkait pelayanan kesehatan terutama kesehatan reproduksi perempuan yang sudah tercover dan tidak tercover oleh BPJS,” kata dia.

    Dia mengatakan mengundang Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial karena mereka ujung tombak pendataan dan pelayanan. Pendataan ada di Dinas Sosial sementara pelayanan rumah sakit, Puskesmas ada di Dinas Kesehatan.

    “Banyak warga yang kemudian merasa mereka tidak terlayani kesehatannya karena mereka tidak punya BPJS, sementara di tempat lain orang yang sebetulnya sudah mampu secara ekonomi juga justru mereka yang punya BPJS dan PBI,” ungkapnya.

    Baca:  Wali Kota Danny Hadiri Ajang Ramah Tamah Natal dan Imlek IKA Smansa Angkatan 86

    Kendati demikian, ia mengatakan pelayanan saat ini sudah agak bagus lantaran pemerintah kota sangat respons bila mengetahui ada warganya yang tidak terlayani di RS.

    “Kalau kemudian bukan RS Daya, saat mereka masuk di RS lain mereka pindahkan ke RS Daya,” ungkapnya.

    Di hadapan peserta lokakarya, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Mukhtar Tahir mengaku telah memberi gambaran ihwal pendataan yang selama ini telah berjalan agar mendapatkan bantuan secara terpadu dari pemerintah.

    Terkait pendataan, dia mengatakan mesti berhitung pada angka 100 persen lantaran pihaknya hanya mengolah data bila ada warga yang pindah, meninggal, dan hidup.

    “Setiap bulan kita melakukan update data,” papar

    Ini Tanggapan Dinkes Terkait Banyak Warga Tak Miliki BPJS
    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticlePetugas Home Care Keluhkan Persoalan, Ini Respon Kadis Kesehatan Makassar
    Next Article Jaga Posko di Kelurahan Wala-Walayya, Sesuai Perintah Camat Tallo

    Berita Lainnya:

    DAERAH

    Kabar Baik : APBD Maros Perubahan 2026 Naik Rp54,16 Miliar, Prioritaskan Gaji PPPK hingga Jalan Baru Tompobulu

    September 11, 2026
    PEMERINTAH

    BPD Desa Ma’rumpa Dan Desa Bonto mate’ne Gelar Musyawarah Desa Penyusunan RKP Desa TA 2027

    September 10, 2026
    PEMERINTAH

    Mesin Jahit Disalurkan,TP-PKK dan Dinsos Maros Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

    September 9, 2026
    PEMERINTAH

    Dinkes Maros Siapkan Vitamin untuk 358 Atlet Jelang Porprov

    September 2, 2026
    PEMERINTAH

    SSB PERSIM 1950 Maros Siapkan Peresmian, Bahas Pembinaan dan Administrasi Siswa

    September 1, 2026
    Pos-pos Terbaru
    • Isu Rencana Pinjaman Rp100 Miliar Pemkab Maros, DPRD Maros Pertanyakan RAPBD 2027
    • Kabar Baik : APBD Maros Perubahan 2026 Naik Rp54,16 Miliar, Prioritaskan Gaji PPPK hingga Jalan Baru Tompobulu
    • BPD Desa Ma’rumpa Dan Desa Bonto mate’ne Gelar Musyawarah Desa Penyusunan RKP Desa TA 2027
    • Mesin Jahit Disalurkan,TP-PKK dan Dinsos Maros Dorong Kemandirian Ekonomi Warga
    • Satu Matahari di Langit Organisasi: Menggugat Kejelasan di Balik Isu Pembekuan KNPI Maros
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,592 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026974 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026827 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,592 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026974 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026827 Views
    Our Picks

    Isu Rencana Pinjaman Rp100 Miliar Pemkab Maros, DPRD Maros Pertanyakan RAPBD 2027

    September 14, 2026

    Kabar Baik : APBD Maros Perubahan 2026 Naik Rp54,16 Miliar, Prioritaskan Gaji PPPK hingga Jalan Baru Tompobulu

    September 11, 2026

    BPD Desa Ma’rumpa Dan Desa Bonto mate’ne Gelar Musyawarah Desa Penyusunan RKP Desa TA 2027

    September 10, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.