Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah

    Agustus 12, 2026

    Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 

    Agustus 8, 2026

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Alissa Wahid: Ultra Konservatisme Beragama Berdampak Buruk, Khususnya Bagi Perempuan
    DAKWAH

    Alissa Wahid: Ultra Konservatisme Beragama Berdampak Buruk, Khususnya Bagi Perempuan

    blankBy Desember 12, 2020
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    Isu Perempuan dan anak akhir- akhir ini semakin kelihatan sebagai isu yang besar. Isu ini, menurut koordinator Gusdurian, Alissa Wahid, masih punya PR tentang keadilan gender yang masih belum terwujud keadilan hakiki.

    “Jadi ini PR yang sangat besar. Kita tahu penempatan perempuan semakin lama subordinasi semakin menguat seiiring dengan peningkatan ultra-konservatif,” tutur Alissa Wahid dalam pembukaan diskusi online isu perempuan dan anak dalam Temu Nasional Penggerak  Gusdurian 2020, Kamis (10/12) Siang.

    Penguatan konservatisme ini, menurut beliau, sangat rigid dan bias karena semakin kuat risiko buruknya tinggi bagi perempuan di Indonesia.

    “Misalnya, contoh perkawinan anak, kita tahu perkawinan anak di Indonesia maju mundur, naik 0,2 persen turun lagi menjadi 0,3 persen naik lalu turun lagi itu semua salah satunya karena kampanye ultra-konservatif.  Di mana perempuan ditempatkan kembali sebagai pihak yang tidak berhak atas dirinya, tidak punya potensi yang perlu dikembangkan karena hanya akan jadi Ibu,” ungkap  Alissa.

    Saya paling marah kalau kalimatnya tidak usah sekolah karena hanya akan menjadi ibu, dianggap  pendidikan itu tidak ada pengaruhnya terhadap kualitas ke- ibu- an seseorang.

    Baca:  Tokoh PA 212 Dukung Mantu Jokowi di Pilkada Medan, Bukti Politik itu Selow

    “Apakah seseorang yang  mau melanjutkan pendidikan  sampai S3 kemudian mengambil pilihan untuk full time mother, tetap saja ilmunya dia akan membantu untuk membangun keluarga berkualitas, mencetak anak- anak muda yang berkualitas,” tegas Putri sulung Gus Dur itu.

    Lanjut Alissa, kita punya PR yang sangat besar kalau bicara isu perempuan dan anak. Isu ini tidak hanya bicara sesuatu yang sifatnya personal saja, tetapi bicara sistem yang lebih besar yang ada di Indonesia.

    “Saya berharap teman- teman Gusdurian punya cara pandang ini secara kuat di komunitasnya sehingga ini tidak dianggap sebagai isu ecek- ecek atau kecil. Kita tahu perempuan terutama di kota kecil akses terhadap pendidikan masih sangat rendah, akses perempuan dalam mengambil keputusan juga masih sangat rendah,” tambahnya.

    Sementara itu, menurutnya, di saat yang sama semua tahu dunia ini membutuhkan kehadiran perempuan. Apalagi, jika belajar dari pengalaman pandemic Covid-19 saja, Negara – negara yang justru lolos dengan cepat dari perangkap  pandemic ini dipimpin oleh perempuan seperti Jacinda Ardern di New Zealand.

    Baca:  Marjan Massere Hadiri Pembukaan MTQ Antar Dusun Se-Desa Damai Kec.Tanralili

    “Jadi intinya ultra-konservatisme itu berdampak langsung kepada status perempuan dan keluarga,” papar beliau.

    Secara data, Indeks pembangunan keluarga memang mengalami penurunan, di tahun 2018 baru 53 persen. Tahun 2014 perceraian 344.000, tahun 2016 kasus perceraian 365.000, kemarin pak Hadi Mahrus menyampaikan bahwa  perceraian tahun 2019  itu 460. 000 kasus.

    Jadi kalau dalam setahun ada 2,6 juta orang menikah lalu ada 460.0000  orang bercerai, perbandinganya 1 : 4 itu tinggi sekali. Kalau yang bercerai saja segitu berarti keluarga yang broken seberapa besar? karena  tidak semua keluarga yang dengan kdrt dan lain- lain akan bercerai. Berarti ada sekitar 600.000 keluarga yang kualitasnya kurang ideal. Keluarga miskin juga masih banyak sekali.

    Dalam konteks anak,  perlindungan anak juga terutama dalam hal ini pada perkawinan anak. Karena perkawinan anak itu pintu gerbang terhadap problem lainya. Peningkatan usia anak menjadi 19 tahun itu justru banyak sekali tahan dengan perma yang baru, hakim tidak bisa sembarangan memberi dispensasi nikah.

    Baca:  Pelajaran Antikekerasan dari Abdul Ghaffar Khan, Sang ‘Gandhi Muslim’

    “Tetapi karena ultra- konservatisme menempati agama lebih tinggi daripada negara, maka banyak juga pejabat Kementrian Agama KUA kemudian juga di Hakim Agama mengatakan menikahkan sirih aja yang penting sah secara agama,” tutup kata Alissa.

    Alissa Wahid juga mengingatka, Isu perempuan dan keluarga bukanlah isu yang sifatnya sangat personal. Kita bicara dengan sistem kehidupan kita bersama, selama keadilan hakiki belum terjadi selama itu juga kualitas kehidupan kita sebagai masyarakat belum benar- benar adil, makmur dan sentosa.

    TUNAS 2020 berlangsung selama sepuluh hari, mulai tanggal 7 Desember 2020 hingga 16 Desember 2020. Kegiatan dibagi menjadi kegiatan khusus penggerak pada tanggal 8 sampai 10 Desember 2020 Dan kegiatan untuk umum bertajuk Festival GUSDURian mulai tanggal 12- 15 Desember 2020. Berbagai kegiatan public yang seluruhnya diselenggarakan secara daring bisa diikuti oleh public luas, baik melalui zoom atau pun live streaming di halaman Fanpage KH. Abdurrahman Wahid.

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleRumah Relawan BISA di Serang Dua Unit Mobil Dibakar
    Next Article Pemuda Bisa Membangun Kualitas Pendidikan Indonesia, di Tengah Guru Gaptek dan Belajar Jarak Jauh

    Berita Lainnya:

    DAKWAH

    Gelombang Dukungan Terus Mengalir Kepada Muh. Ridwan Yusuf Sebagai Calon Ketua Pada Konferwil Ansor Sulsel

    Januari 25, 2026
    DAKWAH

    Maros Siap Sambut Ulama Internasional Syekh Fadi, Fokus Moderasi Beragama untuk Generasi Muda

    Juli 17, 2025
    DAKWAH

    Marjan Massere Hadiri Pembukaan MTQ Antar Dusun Se-Desa Damai Kec.Tanralili

    Maret 7, 2025
    DAKWAH

    Kunjungi Dinas Pertanian, Aliansi Peduli Petani Maros Soroti Penyaluran Alsintan Di Kab.Maros

    November 22, 2024
    DAKWAH

    Rijalul Ansor Maros : Yasinan Dan Tahlilan Mengenang Wafatnya KH. Chalid Mawardi

    Juli 28, 2024
    Pos-pos Terbaru
    • Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah
    • Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 
    • Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi
    • Rangkaian Lomba HKG PKK ke-54 di Maros: Tim Penilai Kunjungi Camba dan Turikale, Disambut Mappadekko hingga Panen Tomat
    • Koni Maros Gelar Rapat Pengurus Dan Doa Bersama
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Our Picks

    Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah

    Agustus 12, 2026

    Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 

    Agustus 8, 2026

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.