Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah

    Agustus 12, 2026

    Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 

    Agustus 8, 2026

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Korupsi Bansos Menteri Sosial: Tikus Sudah Menguasai Lumbung!
    DAKWAH

    Korupsi Bansos Menteri Sosial: Tikus Sudah Menguasai Lumbung!

    blankBy Desember 7, 2020
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    Hari ini Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dinyatakan sebagai tersangka kasus korupsi bansos (bantuan sosial) oleh KPK. Ia terlibat korupsi dana bansos penanganan Covid-19. Kejahatan kerah putih itu dibongkar lewat operasi tangkap tangan (OTT) tadi malam. Menurut Ketua KPK Firli Bahuri, dalam transaksi haram najis mugholadhoh tersebut, disepakati fee sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari nilai Rp 300 ribu per paket.

    Kita bisa sepakat, dari modus operandi ini Juliari adalah kriminal. Pun dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo atau pejabat negara korup lainnya. Perlu diingat, koruptor tak ada bedanya dengan maling burung, copet terminal, atau perampok. Bahkan lebih parah karena mereka bisa merampas miliaran rupiah dari dana yang seharusnya hak milik orang-orang miskin dan terpinggirkan.

    Terutama Juliari. Saya tak habis pikir bagaimana bisa seseorang mengambil untung dari keadaan sulit di masa pandemi. Saat banyak orang masih berpikir ‘besok mau makan apa’, pejabat yang gajinya bisa untuk makan orang sekelurahan ini malah mencuri ‘jatah nasi’ dari ratusan ribu orang yang kelaparan. Apalagi yang lebih menyedihkan dari kisah tentang seorang kenyang yang merampas makanan dari orang-orang lapar?

    Selama pandemi, saya ketemu banyak sekali orang yang menghabiskan waktu dan tenaganya di kebun, di posko, juga di dapur umum. Mereka adalah para relawan yang bekerja memproduksi makanan, mengolahnya, dan membagikannya; juga menyalurkan paket bantuan untuk sesama warga yang membutuhkan.

    Di kebun, mereka rela panas-panasan, berbulan-bulan, mengolah tanah dan menanam sayur organik untuk menyuplai kebutuhan pangan sehat di dapur umum. Di dapur umum sendiri, relawan lain kemudian memasaknya dan membagikan makanan untuk warga terdampak pandemi, nyaris setiap hari. Sedangkan di posko, orang-orang menghabiskan waktu dari pagi sampai malam untuk belanja sembako, mengepak paket bantuan, mendata penerima manfaat, hingga menyalurkannya untuk meringankan beban para pekerja informal yang kehilangan pekerjaan.

    Baca:  Film Islam dan Migrasi Luar Negeri: Pencarian Spiritual atau Narsisme Muslim Kelas Menengah?

    Tak ada gaji untuk itu semua. Bukan berarti para relawan ini tak kesulitan ekonomi. Pandemi menyapu rata pilar ekonomi semua orang. Tapi mereka membawa itikad baik dari rumah, bekerja dengan tekun, dan mengandalkan humor di sela-sela kesibukannya, supaya hidup yang sudah sulit ini bisa cepat ditelan tanpa harus dirasakan.

    Lalu di saat bersamaan, bisa-bisanya para pejabat negara malah saling bantu mengorupsi dana bantuan sosial? Beliau-beliau ini digaji lho, dari pajak rakyat, dan masih serakah mengambil hak rakyat pula. Saya curiga, saat Tuhan membagi-bagikan urat malu untuk manusia, beliau-beliau ini tidak datang. Gila betul!

    Tapi saya menjadi sangat bersyukur berada di lingkungan yang begitu manusiawi, di antara para relawan yang peduli pada sesamanya, meski sama-sama dilanda keterbatasan. Di sana saya benar-benar merasa hidup. Ketimbang, misalnya, harus diposisikan berada di antara para pejabat negara penyembah ego dan jabatan yang serakah dan tak pernah merasa cukup.

    Melihat parahnya korupsi bansos di Kementerian Sosial, saya jadi teringat salah satu wawancara terbaik yang pernah saya tonton. Yaitu wawancara antara Andy F. Noya dan Gus Dur di program Kick Andy. Pada wawancara 15 November 2007 itu, Andy memberondong banyak pertanyaan kritis dan tepat sasaran tentang kebijakan Gus Dur selama menjadi presiden, termasuk membubarkan Departemen Sosial (sekarang menjadi Kementerian Sosial). Tanya jawab itu semakin menarik karena Gus Dur menjawabnya dengan blak-blakan dan lucu.

    Baca:  Jadi Inspektur Upacara Hari Kesadaran Nasional, Wakil Bupati Jeneponto Menyampaikan Pesan Penting Kepada ASN

    Dimulai dengan pertanyaan Andy, “Salah satu yang masih menjadi perdebatan adalah ketika Gus Dur membubarkan Departemen Sosial dan Departemen Penerangan. Kalau Departemen Sosial dulu, apa alasan persisnya? Sementara banyak orang terlantar yang harus diayomi oleh departemen itu.”

    “Persisnya itu, karena departemen itu yang mestinya mengayomi rakyat ternyata korupsinya gede-gedean. Sampai hari ini!” jawab Gus Dur.

    “Kalau membunuh tikus kan tidak perlu membakar lumbungnya?”

    “Oh memang.”

    “Kenapa Anda bakar lumbungnya?”

    “Bukan. Karena tikusnya sudah menguasai lumbung.” Pungkas Gus Dur.

    Tawa penonton meledak setelah mendengar jawaban terakhir Gus Dur. Dan ya, humor memang akan semakin lucu saat ia semakin mendekati realitas. Apa yang dikatakan Gus Dur masih terbukti hingga hari ini, meski telah 13 tahun berlalu.

    Tapi sebenarnya bukan itu yang membuat saya khawatir. Ada sesuatu yang lebih besar lagi mengancam negara kita, yaitu laku korupsi itu sendiri. Ia bisa ada di mana-mana, tak hanya di satu kementerian atau lembaga pemerintahan saja. Korupsi tidak bisa menjadi budaya, karena budaya adalah produk kolektif yang positif; sedangkan korupsi tidak. Ia lebih mewujud menjadi kebiasaan yang dinormalisasi, baik dengan istilah-istilah justifikasi etik (tanda balas jasa, dsb) atau eufemisme (uang lelah, dsb). Kalau begini terus, tikus tak hanya menguasai lumbung. Ia bisa dengan mudah menguasai seluruh desa.

    Baca:  Aksi Teror Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Bakar Rumah Tempat Ibadah, Tewaskan Empat Warga Sigi

    Juliari Batubara dan koruptor lainnya adalah orang-orang yang sangat terdidik, tentu saja. Mereka beragama, sepertinya iya. Mereka punya kompas moral yang kuat. Mereka tahu kalau korupsi bansos bukanlah tindakan terpuji dan melanggar hukum. Tapi sekali lagi, tahu saja tidak cukup. Pengetahuan dan kesadaran memiliki jarak. Artinya, seberapa terdidik dan agamis mereka, tapi selama sistem kekuasaan dan politik di Indonesia masih menormalisasi penyimpangan, maka komitmen antikorupsi di lingkungan pemerintahan bakal jadi isapan jempol belaka.

    Hari ini, ketika banyak warga terdampak pandemi tak mendapatkan haknya karena Menteri Sosialnya korup, ketika komunitas nelayan makin terpinggirkan karena Menteri Kelautan dan Perikanannya korup, atau ketika warga kesulitan mengurus KTP karena mantan ketua DPR-nya korup, juga kesengsaraan bertubi-tubi lainnya yang merugikan rakyat kecil, lantas kita bisa apa?

    Pertama, saling bantu satu sama lain. Rakyat bantu rakyat. Tidak perlu berharap banyak pada negara kalau tak ingin kecewa. Saling menguatkan di akar rumput adalah upaya terbaik untuk bertahan. Kedua, terus mengawasi peran pemerintah dan ikut mendorong supremasi hukum. Kalau salah ya dibenarkan, kalau benar ya didukung.

    Apa parameter benar salahnya? Tegaknya keadilan dan sejahteranya masyarakat. Dua hal itu tak boleh dipisah. Kita punya andil untuk itu. Sebagaimana yang diucapkan Gus Dur dalam kelanjutan wawancaranya bersama Andy, “Masyarakat juga penting peranannya kok, memang cuma pemerintah saja?”

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleKajian Maqasid Syariah Menjaga Agama (1): Definisi Menjaga Agama dan Caranya
    Next Article Pernikahan Anak Terjadi Akibat Stigma Peran Domestik Perempuan

    Berita Lainnya:

    DAKWAH

    Gelombang Dukungan Terus Mengalir Kepada Muh. Ridwan Yusuf Sebagai Calon Ketua Pada Konferwil Ansor Sulsel

    Januari 25, 2026
    DAKWAH

    Maros Siap Sambut Ulama Internasional Syekh Fadi, Fokus Moderasi Beragama untuk Generasi Muda

    Juli 17, 2025
    DAKWAH

    Marjan Massere Hadiri Pembukaan MTQ Antar Dusun Se-Desa Damai Kec.Tanralili

    Maret 7, 2025
    DAKWAH

    Kunjungi Dinas Pertanian, Aliansi Peduli Petani Maros Soroti Penyaluran Alsintan Di Kab.Maros

    November 22, 2024
    DAKWAH

    Rijalul Ansor Maros : Yasinan Dan Tahlilan Mengenang Wafatnya KH. Chalid Mawardi

    Juli 28, 2024
    Pos-pos Terbaru
    • Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah
    • Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 
    • Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi
    • Rangkaian Lomba HKG PKK ke-54 di Maros: Tim Penilai Kunjungi Camba dan Turikale, Disambut Mappadekko hingga Panen Tomat
    • Koni Maros Gelar Rapat Pengurus Dan Doa Bersama
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Our Picks

    Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah

    Agustus 12, 2026

    Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 

    Agustus 8, 2026

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.