Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah

    Agustus 12, 2026

    Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 

    Agustus 8, 2026

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Mengaku Sebagai Tuhan, Raja Ini Mati Mengenaskan
    DAKWAH

    Mengaku Sebagai Tuhan, Raja Ini Mati Mengenaskan

    blankBy Desember 13, 2020
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    Di suatu zaman, hidup seorang raja yang memimpin dan menguasai suatu wilayah tertentu. Namun, jabatan dan kemewahan yang ia miliki sama sekali tak bisa membuatnya nyaman dan bahagia. Ia pun berkonsultasi kepada para penasihatnya, “Apakah orang-orang di luar sana juga merasakan hal yang sama seperti apa yang aku rasakan?”

    “Tidak  wahai raja. Kebanyakan dari mereka selalu istiqamah (dalam kebaikan),” jawab para penasihat itu.

    “Lantas, siapakah kira-kira di daerah ini yang bisa membuat aku istiqamah?” tanya sang raja penasaran.

    “Ulama,” kata para penasihat itu.

    Sang raja pun akhirnya mengundang seluruh ulama dan para bijak bestari di negeri itu. Raja meminta mereka agar bersedia tinggal di istana. Raja berkata, “Jika nanti kalian melihat aku berbuat kebaikan, maka ingatkan aku agar terus melakukannya. Namun, jika kalian melihatku berbuat keburukan, maka cegahlah aku darinya!”

    Para ulama mengerjakan apa yang diperintahkan oleh sang raja dengan baik. Hingga akhirnya, hari berganti bulan dan bulan berganti tahun. Tak terasa sang raja telah memimpin wilayah itu selama waktu yang cukup lama: empat ratus tahun.

    Baca:  Mengusap Wajah Setelah Berdoa Tidak Ada Dalilnya, Benarkah?

    Dalam satu kesempatan, iblis datang kepada sang raja. Raja pun bertanya, “Siapa kamu?”

    “Aku iblis,” jawab iblis.

    “Lantas kamu siapa,” iblis pun ganti bertanya.

    “Aku adalah seorang lelaki keturunan anak Adam,” jawab sang raja apa adanya.

    Iblis menolak jawaban itu. Ia mencoba meyakinkan sang raja bahwa ia bukanlah manusia. Sang raja, dalam keterangan iblis, tidak lain adalah tuhan. Pasalnya, jika sang raja adalah manusia, maka ia sudah meninggal dunia sejak dulu, sebagaimana manusia yang lain. Iblis berkata, “Maka, sekarang ajaklah orang-orang untuk menyembahmu!”

    Provokasi iblis ternyata berhasil. Sang raja lalu mengumumkan kepada rakyatnya sebuah maklumat tentang dirinya, “wahai rakyatku, ada satu hal yang aku sembunyikan dari kalian. Namun hari ini, hal itu akan aku katakan. Sebagaimana kalian ketahui, aku telah memimpin kalian selama empat ratus tahun. Seandainya aku manusia, maka aku sudah mati sejak dulu, seperti manusia pada umumnya. Sebenarnya aku ini adalah tuhan, maka sembahlah aku!”

    Seketika itu, Allah langsung menurunkan wahyu kepada Nabi di zaman itu. Allah SWT berfirman, “Jika ia (sang raja) istiqamah menyembahKu, maka Aku akan konsisten membantunya. Namun jika ia berpaling dan maksiat kepadaKu, maka demi keagungan dan kebesaranKu, akan Aku kuasakan kepada Bukhtanshar (raja di suatu daerah yang sangat kejam) untuk mengalahkannya”.

    Firman Allah pun menjadi kenyataan. Bukhtanshar benar-benar menyerang. Sang raja pun berhasil dikalahkan. Tidak hanya memenggal kepala sang raja, Bukhtanshar juga menghancurkan gudang sang raja, tempat  menyimpan tujuh puluh perahu emas.

    Baca:  Gus Mus: Kiai, Ustadz, Habaib, Tolong Hadirkan Lagi Akhlak Rasulullah SAW

    Kisah di atas terdapat dalam kitab al-Nawadir karya Ahmad Shihabuddin bin Salamah al-Qalyubi. Dari kisah di atas kita memahami beberapa  hal, di antaranya:

    Pentingnya Istiqamah

    Yang terpenting dalam menjalankan suatu ibadah/amal adalah bagaimana ia bisa dilakukan secara berkesinambungan, yang dalam bahasa agama disebut istiqamah. Bahkan, ibadah yang sedikit namun dilakukan dengan istiqamah lebih baik daripada ibadah yang banyak namun tak istiqamah. Al-Istiqomatu khoirun min alfi karamah (sebuah konsistensi itu jauh lebih baik  ketimbang seribu kesaktian).

    Iblis Selalu Menggoda

    Ya, sampai kapanpun, iblis akan selalu menggoda manusia agar melakukan apa yang dikehendaki iblis. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, “(Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus” (QS. Al-A’raf [7]: 16).

    Baca:  Tafsir Surat Yusuf Ayat 43-45: Ketika Nabi Yusuf Diminta Menafsirkan Mimpi Raja Mesir

    Jangan Pernah Mengkufuri Nikmat!

    Keberadaan nikmat hendaknya jangan sampai menyebabkan diri kita menjadi pribadi yang lupa daratan, jumawa, dan sombong. Hal demikian, tidak saja akan mengurangi—atau bahkan menghilangkan—kebahagiaan dan keberkahan hidup kita. Namun lebih dari itu, juga akan membuat Allah murka.

    Wallahu a’lam…

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleHumor Abu Nawas: Bisakah Hujan Kita Injak?
    Next Article Puslitbang Kemenag Berharap Media Islam Mampu Netralisasi Isu Kebencian

    Berita Lainnya:

    DAKWAH

    Gelombang Dukungan Terus Mengalir Kepada Muh. Ridwan Yusuf Sebagai Calon Ketua Pada Konferwil Ansor Sulsel

    Januari 25, 2026
    DAKWAH

    Maros Siap Sambut Ulama Internasional Syekh Fadi, Fokus Moderasi Beragama untuk Generasi Muda

    Juli 17, 2025
    DAKWAH

    Marjan Massere Hadiri Pembukaan MTQ Antar Dusun Se-Desa Damai Kec.Tanralili

    Maret 7, 2025
    DAKWAH

    Kunjungi Dinas Pertanian, Aliansi Peduli Petani Maros Soroti Penyaluran Alsintan Di Kab.Maros

    November 22, 2024
    DAKWAH

    Rijalul Ansor Maros : Yasinan Dan Tahlilan Mengenang Wafatnya KH. Chalid Mawardi

    Juli 28, 2024
    Pos-pos Terbaru
    • Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah
    • Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 
    • Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi
    • Rangkaian Lomba HKG PKK ke-54 di Maros: Tim Penilai Kunjungi Camba dan Turikale, Disambut Mappadekko hingga Panen Tomat
    • Koni Maros Gelar Rapat Pengurus Dan Doa Bersama
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Our Picks

    Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah

    Agustus 12, 2026

    Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 

    Agustus 8, 2026

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.