blank

Topik Menarik Koma Saat Talkshow Pemuda dan Organisasi di CPI Lego-Lego Makassar

blank

Makassar – Komunitas Manajemen Akuntansi (Koma) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Indonesia Timur (UIT) membahas topik menarik saat hadir pada talkshow di Centre Point of Indonesia (CPI) Lego-Lego, Kota Makassar. Sabtu (25/3/2023).

blank

 

Talkshow yang digelar secara kolaborasi antara Pemprov Sul Sel, PT Sul Sel Citra Indonesia Perseroda dan Lego-Lego CPI ini mengusung tema pemuda dan organisasi.

Peserta dari giat ini melibatkan beberapa elemen seperti Karyawan Aqua, KDEKS, pelaku usaha, mahasiswa dari berbagai kampus dan juga sejumlah pengunjung lainnya.

Koma sendiri merupakan salah satu komunitas lokal aktif yang ada di Kota Makassar. Dimana, pada talkshow kali ini menghadirkan narasumber magister manajemen Abdul Safrin D. Talli.

Dalam pemaparannya, Abdul Safrin menerangkan dewasa ini generasi muda mesti berani mengambil jalan untuk melanjutkan jenjang pendidikan. Selain karena alasan untuk mengasah keilmuan juga perlu menempa diri akan soft skill.

“Jangan merasa puas dengan hanya sampai di SMA sederajat saja. Generasi muda harus berani mengambil jalan untuk berkuliah. Upgrade pengetahuan mu di bangku kuliah,” kata Abdul Safrin.

Ia pun menyarankan untuk memilih kampus dengan kualitas serta terjangkau secara ekonomi. “Ada banyak pilihan kampus utamanya di kota Makassar ini, tapi pastikan kampus pilihan telah memiliki kualitas dan biaya pendidikan yang terjangkau,” jelasnya.

Abdul Safrin mencontohkan salah satu kampus yang memiliki kualitas yang cukup mumpuni seperti Universitas Indonesia Timur (UIT).

“Alhamdulillah UIT adalah satu diantara kampus di Kota Makassar yang memiliki akreditasi baik sekali berikut juga dengan program studinya. Semisal program S1 manajemen dan akuntansi dan magisternya. Tidak diragukan dan bisa diuji,” tandasnya.

Setelah kuliah, lanjut Abdul Safrin, juga mesti berkecimpung aktif dalam organisasi. Ia mengurai, dalam organisasi kampus akan ada banyak pengalaman dan pengetahuan tambahan sebagai bakal mahasiswa agar lebih mantan terjun kedunia kerja setelah lulus nanti.

“Sebagai pemuda khususnya mahasiswa jangan minder dan takut untuk berorganisasi karena diorganisasi kita akan mendapatkan berbagai hal yang tidak diperoleh pada tatap muka bersama dosen,” terang magister manajemen itu.

Belum lagi sebagai mahasiswa tambahnya, harus mempersiapkan dua hal sebelum menyelesaikan studinya.

“Pertama kemampuan akademik sebagai prasyarat mendapatkan gelar sarjana dan yang kedua harus memiliki skill yang dibutuhkan dunia kerja,” tutupnya.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: