blank

Tangani Krisis Air Bersih, DPRD Maros Minta Pemda Siapkan Anggaran

blank

Maros – Krisis air bersih di Kecamatan Bontoa, kini menyedot perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maros. Bahkan persoalan tersebut sampai menjadi pembahasan serius.

Seperti yang dikatakan Ketua Komisi I DPRD Maros, Abidin Said yang meminta pemerintah segera mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih dampak kekeringan Kecamatan Bontoa.

Abidin menyebut hasil penelusuran. Kekeringan di Bontoa sudah meluas dan menyebabkan warga kesulitan memperoleh air bersih.

“Kondisi ini sebenarnya sudah masalah tahunan, harus segera diatasi,” katanya.

Tak hanya Bontoa, warga di daerah pemilihannya di wilayah dataran tinggi Cenrana juga disebutnya merasakan dampak kurangnya pasokan air bersih.

“Cenrana itu wilayah yang memiliki banyak mata air. Contohnya di Desa Laiya ada sumber mata air mungkin Pemda bisa manfaatkan,” jelasnya.

Politikus Nasdem itu mengaku masalah kekeringan masih terus menjadi pembahasan di rapat-rapat DPRD.

Makanya ia meminta pemerintah daerah untuk menyiapkan anggaran khusus untuk penyelesaian kekeringan di beberapa daerah.

“Mungkin bisa dengan bekerja sama dengan beberapa ahli untuk mencari mata air. Jadi bukan hanya soal suplai-menyuplai (dengan tangki PDAM), tapi harus memang ada mata airnya,” tutupnya.

Krisis air bersih di Bontoa musim kemarau ini sudah dirasakan sejak 3 bulan terakhir.

Saat ini warga hanya mengandalkan sumur tadah hujan yang sudah mulai mengering. Air yang tersisa, tercampur dengan sampah plastik. Sejumlah warga mengaku mulai mengalami gatal-gatal.

Sementara itu, sejumlah relawan dari lembaga kepemudaan dan juga yayasan hingga kini masih terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih.

Pagi hingga malam hari, secara bergantian para relawan mendistribusikan air untuk warga terdampak kekeringan. Demikian juga personil Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Maros.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: