blank

Transformasi Digital: BKNDI Maros Akselerasi SMART Desa di Era Society 5.0

blank

KAMERA MAROS – Di tengah pesatnya arus informasi dan tuntutan transparansi di era Society 5.0, Badan Komunikasi Nasional Desa se-Indonesia (BKNDI) Kabupaten Maros mengambil langkah strategis. Melalui peran aktifnya, BKNDI Maros kini gencar mendorong seluruh desa di wilayah Kabupaten Maros untuk mengadopsi sistem SMART Desa Digital.,Jumat (08/05/2026).

Langkah ini bukan sekadar tren teknologi, melainkan sebuah kebutuhan mendasar untuk menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang adaptif, transparan, dan inklusif.

Menjawab Tantangan Keterbukaan Informasi Publik

Sekretaris BKNDI Maros, Riyan Restu Hidayat, S.Sos., menegaskan bahwa di era digital saat ini, aksesibilitas informasi adalah hak setiap warga desa. Menurutnya, sudah saatnya setiap desa meninggalkan cara-cara konvensional dalam penyampaian informasi dan beralih ke platform digital yang terintegrasi.

“Setiap desa wajib memiliki Sistem Informasi Desa (SID) atau website khusus. Ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menjamin keterbukaan informasi publik,” ujar Riyan dengan tegas.

Riyan menambahkan bahwa website desa akan menjadi pintu gerbang utama bagi masyarakat untuk memantau penggunaan dana desa, melihat profil potensi ekonomi lokal, hingga mendapatkan layanan administrasi secara daring. Hal ini sejalan dengan spirit Society 5.0, di mana teknologi hadir untuk mempermudah kehidupan manusia dan meningkatkan kesejahteraan bersama.

SMART Desa: Solusi Menuju Kemandirian

Program SMART Desa Digital yang diusung BKNDI Maros dirancang untuk mencakup beberapa pilar penting:

Transparansi Anggaran: Menampilkan laporan realisasi APBDes secara terbuka agar dapat diakses oleh seluruh elemen masyarakat.
Pelayanan Administrasi Cepat: Memangkas birokrasi dengan penyediaan fitur surat-menyurat secara digital.
Digitalisasi Ekonomi: Menjadi etalase bagi UMKM dan produk unggulan desa untuk menembus pasar yang lebih luas.
Data Terintegrasi: Memudahkan pemerintah daerah dalam memetakan kebutuhan dan potensi desa secara akurat.
Mengikis Kesenjangan Digital

Tantangan terbesar dalam mewujudkan SMART Desa memang terletak pada kesiapan infrastruktur dan literasi digital perangkat desa. Namun, BKNDI Maros menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan.

“Kami tidak hanya bicara tentang website, tapi tentang perubahan pola pikir. BKNDI hadir untuk membimbing perangkat desa agar mampu mengelola platform digital ini secara profesional dan berkelanjutan,” pungkas Riyan Restu Hidayat.

Dengan dorongan kuat dari BKNDI Maros, diharapkan Kabupaten Maros dapat menjadi pelopor dalam akselerasi digitalisasi pedesaan di Sulawesi Selatan. Ketika informasi terbuka dan layanan semakin mudah, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa akan meningkat, yang pada gilirannya akan melahirkan desa-desa yang lebih mandiri, berdaya saing, dan siap menyongsong masa depan di era Society 5.0.

#DigitalisasiDesa #BKNDIMaros #SmartDesa #MarosMaju #Society5.0 #TransparansiPublik #KeterbukaanInformasi

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: