Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah

    Agustus 12, 2026

    Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 

    Agustus 8, 2026

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Tafsir Surat Ali Imran Ayat 104: Cara dan Implementasi Menjadi Umat yang Moderat
    DAKWAH

    Tafsir Surat Ali Imran Ayat 104: Cara dan Implementasi Menjadi Umat yang Moderat

    blankBy Desember 15, 2020
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    Setelah kita mengetahui penafsiran surat al-Baqarah Ayat 143 tentang menjadi umat yang moderat (ummatan wasathan), kali ini penulis akan beranjak pada penafsiran surat Ali Imran Ayat 104. Ayat yang akan kita bahas ini merupakan salah satu petunjuk teknis dalam mengemban amanah umat yang moderat sebagaimana telah dijelaskan pada artikel lalu. Allah SWT berfirman:

    وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

    waltakun minkum ummatun yad’uuna ila al-khayri wa ya’muruuna bi al-ma’ruf wa yanhawna ‘an al-munkari wa ulaa’ika hum al-muflihuun

    Artinya:

    “Hendaklah di antara kamu (atau setiap orang di antara kamu) menjadi bagian dari sekelompok umat yang mengajak pada kebajikan, menyuruh pada yang makruf dan melarang yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Surat Ali Imran ayat 104)

    Sama seperti surat al-Baqarah pada artikel sebelumnya, para ulama sepakat bahwa surat Ali Imran juga diwahyukan ketika Nabi Muhammad SAW berada di Madinah. Artinya, ayat ini, surat Ali Imran ayat 104,  termasuk dalam ayat yang turun ketika Nabi SAW bersama para sahabat fokus pada penerapan nilai-nilai sosial kemasyarakatan. Berbeda dengan Nabi SAW ketika di Mekah yang berfokus pada memperkenalkan tauhid dan memperkuat akhlak.

    Terdapat banyak ragam riwayat yang menyebutkan makna kata al-khayr pada ayat ini. Menurut Ibnu Jarir al-Thabari, kata al-khayr pada surat Ali Imran ayat 104 adalah Islam. Begitu pun dalam Tafsir al-Baghawi dan Tafsir Jalalayn, di kedua tafsir tersebut diterangkan bahwa yang dimaksud dengan al-khayr adalah agama Islam. Artinya, ajakan kepada kebajikan pada ayat ini adalah ajakan kepada agama Islam.

    Berbeda dengan tiga mufasir di atas, Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Quran al-‘Adzim mengutip sebuah riwayat hadis ketika menjelaskan tentang “kebaikan”:

    Baca:  Hampir 24 Jam, Kebakaran di Toko Pecah Belah Batangase Akhirnya Padam,Dpd Knpi Maros Bantu Korban Kebakaran

    الخير اتباع القرآن و سنتي

    Artinya:

    al-khayr adalah mengikuti al-Quran dan Sunnahku (HR: Ibnu Mardawaih)

    Sama dengan apa yang diungkapkan Ibnu Katsir, Quraish Shihab juga mengatakan bahwa al-khayr pada surat Ali Imran  ayat 104 berarti nilai universal yang diajarkan al-Quran dan Sunnah. Secara pribadi penulis sepakat dengan pemaknaan al-khayr sebagai nilai universal, yang berbeda dengan makna al-ma’ruf pada kelanjutan ayat.

    Bila al-khayr adalah nilai kebajikan universal, maka al-ma’ruf adalah nilai kebaikan yang hidup dan berkembang di masyarakat terbatas ruang dan waktu yang tidak bertentangan dengan nilai kebajikan universal (al-khayr). Dalam bahasanya Quraish Shihab, al-ma’ruf merupakan adat istiadat satu masyarakat yang tidak bertentangan dengan agama.

    Pada ayat di atas jelas dibedakan antara al-khayr dan al-ma’ruf, kata pertama menggunakan kalimat ajakan (yad’una) sedang kedua memakai perintah (ya’muruna). Perbedaan ini menunjukkan bahwa pada nilai-nilai kebajikan universal, kita tidak boleh memaksakan tetapi disampaikan secara persuasif dalam bentuk ajakan yang baik.

    Bahkan ajakannya pun harus sesuai dengan tuntunan al-Quran sebagaimana termaktub dalam Surat An-Nahl ayat 125:

    ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

    ud’u ilaa sabiili rabbika bi al-hikmati wa al-mau’idzati al-hasanati wa jaadilhum bi allatii hiya ahsan, inna rabbaka huwa a’lamu biman dhalla ‘an sabiilihi wa huwa a’lamu bi al-muhtadiin.

    Artinya:

    “Ajaklah ke jalan Tuhan-mu dengan cara bijaksana, nasihat (yang menyentuh hati) serta berdiskusilah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.” (QS: Al-Nahl ayat 125)

    Ayat ini mengajarkan bahwa ajakan yang baik adalah suatu keharusan. Bila ada pilihan atara yang baik dan yang lebih baik dalam hal mengajak kepada kebajikan, maka yang dipilih haruslah yang lebih baik. Praktiknya bisa dilakukan dengan cara diskusi dan dialog dari titik temu, tidak hanya antar agama, tetapi juga antar madzhab, antar suku, antar bangsa, dan sebagainya. Dari titik temu kemudian secara tahap demi tahap menuju kepada hal-hal yang diperdebatkan dan diperselisihkan.

    Baca:  Teladan Ustman bin ‘Affan di Masa Paceklik yang Harus Kita Tiru

    Lalu bagaimana dengan al-munkar? Penulis ingin mengutip hadis populer yang banyak tersebar di berbagai kitab hadis. Rasulullah SAW bersabda:

    مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ  أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

    Artinya:

    “Siapa pun di antara kamu melihat kemungkaran maka hendaklah dia mengubahnya (menjadikannya ma’ruf) dengan tangan/wewenangnya, kalau tidak mampu maka dengan lidah/ucapannya, kalau tidak mampu maka dengan hatinya, dan yang itu (dzalika) adalah selemah-lemahnya iman.”

    Kita tentu sering mendengar penjelasan bahwa meskipun melarang kemungkaran sebagaimana hadis di atas, tetap harus ditampilkan dengan cara yang baik dan dengan perkataan yang baik pula. Hal ini dikarenakan ketika kita mencegah kemungkaran bukan sekedar menyampaikan kebenaran, akan tetapi juga mengundang simpati agar yang diajak/mendengar bersedia mengamalkannya.

    Perlu digarisbawahi pula dengan posisi seseorang di masyarakat. Jika ia adalah yang memiliki wewenang yang diisyaratkan dengan tangan, maka dengan kewenangan itu dia punya hak dan kewajiban untuk mencegah kemungkaran. Berbeda lagi dengan orang-orang yang tidak memiliki kewenangan, maka yang terbaik bukan dengan tangannya, tetapi dengan ucapannya dan seterusnya.

    Nah, pada akhirnya hadis di atas ditutup dengan kalimat wa dzalika adh’afu al-iman. Penulis ingin mengetengahkan satu pemahaman, meskipun tidak populer, bahwa kata dzalika ini berarti menunjukkan sesuatu yang jauh. Bisa jadi yang disebut sebagai selemah-lemahnya iman bukan yang disebut terakhir (mencegah dengan hati/ fabiqalbihi), tetapi dimaksudkan pada yang pertama (mencegah dengan tangan). Jika seseorang itu tidak memiliki wewenang, kemudian mencegah dengan cara mengikuti hawa nafsu, maka bisa jadi itulah selemah-lemahnya iman.

    Baca:  Maros Siap Sambut Ulama Internasional Syekh Fadi, Fokus Moderasi Beragama untuk Generasi Muda

    Dalam konteks Indonesia, kita bisa belajar implementasi ini dari dua tokoh besar Islam di awal kemerdekaan: KH. Wahid Hasyim dan KH. Mas Mansur. Penulis pernah membaca buku Guruku Orang-Orang Pesantren karya KH. Saifuddin Zuhri, disana disebutkan bahwa terobosan yang dilakukan KH. Wahid Hasyim dalam menganjurkan al-ma’ruf adalah mengajarkan pelajaran Bahasa Belanda dan Bahasa Inggris untuk para santri. Pada waktu itu hal ini tentu menjadi polemik yang sangat besar. Pengajaran bahasa asing, terutama bahasa penjajah, adalah hal yang banyak ditentang dan bahkan diharamkan. Akan tetapi, KH. Wahid Hasyim seorang visioner tetap melakukan itu bagi kemajuan pesantren dan para santri.

    Kemudian pada kasus KH. Mas Mansur dalam artikelnya yang berjudul “memperkatakan gerakan pemuda”, ia menuliskan soal pemuda dan cinta tanah air. KH. Mas Mansur menganjurkan para pemuda untuk mencintai tanah air. Artikel ini dikutip dan diulas oleh Soekarno, bapak proklamator daam tulisannya berjudul “Memudakan Pengertian Islam”. Soekarno memuji keberanian KH. Mas Mansur yang secara terbuka mengajak pada cinta tanah air. Padahal, kata Soekarno, di tubuh Muhammadiyyah pada waktu itu masih banyak golongan tua yang mengharamkan cinta tanah air karena dianggap termasuk dosa ‘ashabiyyah’.

    Inilah dua contoh dari para tokoh Islam yang menurut penulis telah mengimplementasikan hakikat dan substansi Surat Ali Imran ayat 104. Semoga kita bisa meneruskan apa yang telah diperjuangkan para pendahulu kita untuk menjadi umat yang moderat di bumi tumpah darah kita, Indonesia.

    Artikel ini terbit atas kerjasama dengan Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama RI

     

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleAmrah binti Abdurrahman, Perempuan Murid Aisyah yang Ilmunya Tak Pernah Kering
    Next Article Karomah Ulama Indonesia yang Membuat Dua Helai Daun Lebih Berat dari Dua Ekor Sapi

    Berita Lainnya:

    DAKWAH

    Gelombang Dukungan Terus Mengalir Kepada Muh. Ridwan Yusuf Sebagai Calon Ketua Pada Konferwil Ansor Sulsel

    Januari 25, 2026
    DAKWAH

    Maros Siap Sambut Ulama Internasional Syekh Fadi, Fokus Moderasi Beragama untuk Generasi Muda

    Juli 17, 2025
    DAKWAH

    Marjan Massere Hadiri Pembukaan MTQ Antar Dusun Se-Desa Damai Kec.Tanralili

    Maret 7, 2025
    DAKWAH

    Kunjungi Dinas Pertanian, Aliansi Peduli Petani Maros Soroti Penyaluran Alsintan Di Kab.Maros

    November 22, 2024
    DAKWAH

    Rijalul Ansor Maros : Yasinan Dan Tahlilan Mengenang Wafatnya KH. Chalid Mawardi

    Juli 28, 2024
    Pos-pos Terbaru
    • Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah
    • Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 
    • Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi
    • Rangkaian Lomba HKG PKK ke-54 di Maros: Tim Penilai Kunjungi Camba dan Turikale, Disambut Mappadekko hingga Panen Tomat
    • Koni Maros Gelar Rapat Pengurus Dan Doa Bersama
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Our Picks

    Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah

    Agustus 12, 2026

    Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 

    Agustus 8, 2026

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.