Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah

    Agustus 12, 2026

    Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 

    Agustus 8, 2026

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Bermodalkan Islam, Politik dan Gaya di Media, Anies Baswedan adalah Kandidat Terkuat Presiden 2024
    DAKWAH

    Bermodalkan Islam, Politik dan Gaya di Media, Anies Baswedan adalah Kandidat Terkuat Presiden 2024

    blankBy November 27, 2020
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    Mau tidak mau, Anies Baswedan adalah kandidat terkuat presiden 2024 mendatang. Anda boleh saja membikin meme gaya Anies Baswedan membaca buku sebagai bentuk ejekan. Anda boleh saja bilang tidak suka terhadapnya dengan memuntahkan ketidaksukaan kepadanya. Namun, anda tidak bisa mengelak dari data elektabilitas yang dikeluarkan oleh Indikator Politik, bahwasanya ia berada di urutan nomor tiga sebagai kandidat Pilpres 2024 dengan jumlah persentase sebesar 14,4 %, di atasnya ada Ganjar (18, 7%) di urutan pertama dan Prabowo di urutan kedua (16, 8 %).

    Dalam pilkada Jakarta 2017 kemarin, Anies-Sandi berada di urutan buncit di bawah Ahok dan Agus. Namun, hasil akhirnya, ia justru memenangkan pertandingan pilkada, terlepas bagaimana ia mendapatkan suara terbanyak dari pilkada Jakarta tersebut. Tak pelak, Anies Baswedan menjadi kandidat terkuat capres 2024.

    Anies Baswedan yang Pintar dan Berbahaya

    Dibandingkan dengan Ganjar dan Prabowo, bagi saya, Anies ini jauh lebih pintar sekaligus berbahaya. Sebagai lulusan ilmu politik Amerika Serikat, ia tahu benar bagaimana menguasai sentimen publik dan membangkitkan narasi ketidakadilan dalam masyarakat Islam.

    Baca:  Mengaku Sebagai Tuhan, Raja Ini Mati Mengenaskan

    Retorikanya mungkin bisa kita anggap kosong, tapi ia bisa memainkan dengan baik mengikuti segmen massa yang didatanginya; perihal yang tidak mudah dilakukan oleh Prabowo dan Ganjar. Bahkan, jika dilihat jejak sebelumnya, ia bisa melakukan transformasi secara total dari pendulum pendukung Jokowi menjadi barisan lawan politiknya hanya dalam hitungan bulan saja.

    Dalam kampanye di depan FPI, misalnya, ia bahkan bisa mengkritik warisan pemikiran Cak Nur di Paramadina padahal lembaga ini yang turut membesarkan namanya. Kondisi ini, tentu saja tidak mungkin dilakukan oleh orang yang memiliki mental politisi medioker, memiliki prinsip kuat, dan idealisme.

    Pose ia membaca buku ini bukanlah bentuk kepolosan, melainkan representasi gambar yang ditunjukkan untuk konteks saat ini. Bagi pendukung Jokowi itu merupakan meme untuk diejek. Sementara bagi pendukung Rizieq Shihab dan oposisi, ini merupakan bentuk keberpihakan dan kritik atas kebijakan pencopotan baliho bergambar Rizieq Shihab.

    Selamat pagi semua. Selamat menikmati Minggu pagi. pic.twitter.com/sBhF8k0UW0

    — Anies Baswedan (@aniesbaswedan) November 22, 2020

    Hal yang seringkali tidak disadari adalah Anies berhasil membangun perhatian (attention) publik di media sosial. Dalam praktik media sosial, perhatian ini merupakan hal yang sangat krusial. Perhatian memang bisa direkayasa tetapi tidak mudah untuk menjadi viral. Selain adanya konteks, prokovasi, momentum memainkan peranan yang penting.

    Baca:  Karomah Ulama Indonesia yang Membuat Dua Helai Daun Lebih Berat dari Dua Ekor Sapi

    Dalam konteks mengambil perhatian publik ini, tidak sedikit politisi membayar buzzers agar menjadi bagian dari perhatian publik. Tentu saja, membayar buzzers ini, sebagaimana kita tahu, lagi-lagi bukanlah harga yang murah.

    Di sini, Anies, dengan sangat baik, bisa memicu kontroversi hanya dengan satu pose, mengakibatkan lawan politiknya sekaligus pendukung mereka menjadi naik pitam. Dengan kata lain, ia bisa menempatkan dirinya sebagai newsmaker: pusat perhatian sekaligus informasi, terlepas itu bentuk hinaan ataupun kebanggaan dari cara orang-orang merespon dirinya.

    Anies bisa menjadikan dirinya sebagai semesta perhatian. Kalau sentimen ini terus dimainkan, siapa bohir yang tidak mau mendanai?

    Kerja Tulus vs Sentimen Agama

    Sebagai bagian dari warganegara, publik tentu saja akan menagih kerja-kerjanya dalam membangun Jakarta, yang coba dibandingkan dengan Ahok. Namun, itu logika warganegara yang melihat pemimpinnnya.

    Selama ini, proses kerja yang dilakukan oleh Anies, meskipun mendapatkan kritik yang keras, ia tetap menguasai bursa elektabilitas pilpres 2024 dan selalu masuk dalam tiga besar. Dengan kata lain, kehadiran Anies dan peristiwa Ahok menjadi cermin betapa kerja-kerja tulus dalam membangun Jakarta itu seringkali tidak berbanding lurus dengan elektabilitas seseorang selama sentimen agama terus dimainkan.

    Baca:  Kunjungi Dinas Pertanian, Aliansi Peduli Petani Maros Soroti Penyaluran Alsintan Di Kab.Maros

    Apalagi kita tahu, politik bukan persoalan mencari orang baik, tapi memenangkan pertarungan. Partai politik, apapun ideologinya, selalu punya pertimbangan persoalan itu.

    Baca juga: Anies Baswedan 2024 kelak apa akan terbelah seperti tim Jokowi atau Prabowo ya? Apapun itu tidak menjadikanmu lebih Islami kok

    Sementara, oligarki, yang memiliki stok sumber uang yang tak terbatas punya kepentingan terhadap aset-asetnya. Mereka akan mendanai figur-figur yang memang dianggap mampu untuk berkompetisi. Tujuannya, ya apalagi kalau bukan mengamankan sekaligus memperluas aset-aset ekonomi mereka.

    Nah, Anies Baswedan memiliki prasyarat untuk didanai itu; elektablitas kuat, didukung oleh kelompok Islam konservatif, dan memiliki kemampuan membaca psikologi massa.

    *Catatan ini sebelumnya dimuat di sindikasi kami IBTimes, dimuat ulang atas persetujuan penulis dan redaksi

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleResmi Dilantik Pengurus DPK KNPI Kecamatan Eremerasa
    Next Article Kisah Remaja Imigran Muslim dalam Film Blinded By The Light (2019)

    Berita Lainnya:

    DAKWAH

    Gelombang Dukungan Terus Mengalir Kepada Muh. Ridwan Yusuf Sebagai Calon Ketua Pada Konferwil Ansor Sulsel

    Januari 25, 2026
    DAKWAH

    Maros Siap Sambut Ulama Internasional Syekh Fadi, Fokus Moderasi Beragama untuk Generasi Muda

    Juli 17, 2025
    DAKWAH

    Marjan Massere Hadiri Pembukaan MTQ Antar Dusun Se-Desa Damai Kec.Tanralili

    Maret 7, 2025
    DAKWAH

    Kunjungi Dinas Pertanian, Aliansi Peduli Petani Maros Soroti Penyaluran Alsintan Di Kab.Maros

    November 22, 2024
    DAKWAH

    Rijalul Ansor Maros : Yasinan Dan Tahlilan Mengenang Wafatnya KH. Chalid Mawardi

    Juli 28, 2024
    Pos-pos Terbaru
    • Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah
    • Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 
    • Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi
    • Rangkaian Lomba HKG PKK ke-54 di Maros: Tim Penilai Kunjungi Camba dan Turikale, Disambut Mappadekko hingga Panen Tomat
    • Koni Maros Gelar Rapat Pengurus Dan Doa Bersama
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Our Picks

    Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah

    Agustus 12, 2026

    Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 

    Agustus 8, 2026

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.