MAROS, Kameraliputan.com – pada Senin pagi yang syahdu, 10 November 2025, meresapi kembali getaran sakral Hari Pahlawan. Di Lapangan Pallantikang, jantung pemerintahan Maros, udara dipenuhi kekhidmatan. Upacara pengibaran bendera, disaksikan oleh para petinggi daerah, menjadi titik tolak perayaan ini, sebuah penghormatan yang tulus bagi para pejuang yang telah gugur.
Setelah mengheningkan cipta di hadapan Sang Merah Putih, rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak menuju Taman Makam Pahlawan. Di sana, di bawah heningnya batu nisan, doa dan taburan bunga menjadi simfoni duka dan rasa terima kasih yang tak terhingga. Setiap helai bunga yang ditaburkan adalah pengingat akan perjuangan tanpa pamrih, pengorbanan jiwa raga demi kemerdekaan yang kini kita nikmati.
Adalah Dinas Sosial Kabupaten Maros, sebagai tuan rumah, yang telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan cermat. Senyum bangga terukir di wajah para pegawainya, menyambut setiap tamu dan memastikan kelancaran setiap rangkaian acara. Kepedulian dan dedikasi mereka mencerminkan semangat pengabdian yang sama, meskipun dalam medan yang berbeda, dengan para pahlawan di masa lalu.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, Andi Riswan Zulkifli Akbar, atau yang akrab disapa Riris, menyampaikan makna mendalam di balik perayaan ini. “Peringatan Hari Pahlawan, bagi kami, adalah sebuah keharusan moral,” ujarnya dengan tegas namun penuh kehangatan. “Tanpa jasa mereka, kita tidak akan berdiri di sini hari ini, menikmati kedamaian dan kemerdekaan. Mereka mempertaruhkan segalanya, demi kita, para pewaris bangsa ini.” Ia menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah pengingat abadi akan nilai-nilai perjuangan yang harus terus dijaga.
Usai merangkai renungan di Taman Makam Pahlawan, suasana beranjak dari hening menjadi lebih hangat dan akrab. Para pimpinan daerah, termasuk Bupati Maros Chaidir Syam, Wakil Bupati Muetazim Mansyur, dan Ketua DPRD Maros Muh Gemilang Pagessa, bersama rombongan, melanjutkan silaturahmi ke Coto Rampa. Di tempat yang menjadi ikon kuliner Maros ini, aroma gurih coto menyatukan kebersamaan.
Momen makan coto bersama, diiringi obrolan ringan dan tawa, menjadi bukti nyata bahwa semangat persatuan dan kekeluargaan hadir di antara para pemimpin dan staf. Ini bukan sekadar jamuan makan, melainkan sebuah perwujudan rasa syukur atas kemudahan yang diberikan, dan sebuah apresiasi terhadap kebersamaan yang terjalin.
“Alhamdulillah, semua larut dalam kebahagiaan, dalam nuansa kebersamaan ini,” pungkas Riris, matanya berbinar memandang sekeliling. Senyumnya merekah, menggambarkan kepuasan atas terciptanya momen yang menghangatkan hati, mempererat tali persaudaraan, dan menjadi pengingat bahwa semangat para pahlawan sesungguhnya hidup dalam setiap jiwa yang peduli terhadap bangsanya, dalam setiap kebersamaan yang tulus di tanah Butta Salewangang yang tercinta ini. Hari Pahlawan 2025 di Maros, bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tapi juga tentang merajut masa depan dengan semangat yang sama.







