KAMERA MAROS – Memperingati momentum bersejarah Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Maros menggelar aksi nyata melalui kegiatan Bakti Sosial. Aksi kemanusiaan ini menyasar masyarakat di wilayah Kecamatan Maros Baru dan Kecamatan Lau.

Kegiatan ini difokuskan pada pembagian paket sembako di empat titik strategis guna menjangkau warga yang membutuhkan serta anggota DWP setempat. Selain sebagai bentuk solidaritas, agenda ini merupakan upaya pemberdayaan sosial sekaligus wujud kepedulian terhadap kesejahteraan perempuan di Kabupaten Maros.
Kehadiran Tokoh dan Semangat Emansipasi
Turut hadir langsung di lokasi untuk membagikan bantuan:
Ny. A. Indira Kusuma Davied (Ketua DWP Kabupaten Maros)
Ny. Apt. Hj. Ulfiah Nur Yusuf Chaidir (Pembina DWP Kabupaten Maros)
Kehadiran jajaran pengurus DWP ini mempertegas komitmen organisasi dalam meneruskan api perjuangan R.A. Kartini. Semangat emansipasi tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi diwujudkan dengan aksi turun ke lapangan untuk membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi.
Dampak Sosial bagi Masyarakat
Bantuan ini disambut hangat oleh warga, terlebih pelaksanaannya berdekatan dengan persiapan menyambut Hari Raya. Beberapa poin utama dari tujuan kegiatan ini meliputi:
Meningkatkan Kesejahteraan: Memberikan bantuan pangan pokok untuk meringankan beban ekonomi keluarga.
Solidaritas Perempuan: Memperkuat jejaring sosial antar perempuan sebagai pilar penting dalam keluarga dan masyarakat.
Kesadaran Sosial: Menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian kolektif di lingkungan Kabupaten Maros.
“Hari Kartini adalah momentum untuk memperkuat kepedulian. Kami berharap bantuan ini tidak hanya sekadar materi, tapi menjadi bukti bahwa perempuan Maros hadir dan saling menguatkan dalam berbagai aspek kehidupan,” ujar perwakilan DWP di sela kegiatan.
Melalui bakti sosial ini, DWP Kabupaten Maros berharap dampak positifnya dapat dirasakan secara berkelanjutan, sekaligus menginspirasi gerakan serupa di wilayah lain demi kemajuan dan pemberdayaan perempuan Indonesia.





