MAROS – Nama Andi Patarai Amir kembali menjadi sorotan dalam dinamika politik Kabupaten Maros. Politikus senior Partai Golkar tersebut mulai dikaitkan dengan peluang memimpin kembali partai berlambang pohon beringin di Maros, sekaligus memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan dirinya maju sebagai calon Bupati Maros pada kontestasi politik mendatang.
Patarai Amir bukan sosok baru dalam perjalanan politik di Kabupaten Maros. Ia memiliki pengalaman panjang di Partai Golkar, termasuk pernah menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Maros periode 2017–2022. Pada masa kepemimpinannya, Golkar berhasil meraih posisi sebagai salah satu kekuatan politik utama di daerah tersebut.
Pengalaman organisasi dan rekam jejak politik itu membuat namanya kembali diperhitungkan dalam pembicaraan mengenai masa depan Golkar Maros.
Kembali Dapat Kepercayaan Pimpin Golkar Maros
Dinamika kepemimpinan Golkar Maros semakin menarik setelah Andi Patarai Amir ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Maros oleh Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin.
Penyerahan surat keputusan penunjukan tersebut berlangsung di Kantor DPD Golkar Sulsel, Makassar, pada 25 September 2026. Patarai mendapat mandat untuk memperkuat konsolidasi internal partai dan mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda).
Penunjukan tersebut menjadi momentum bagi Patarai untuk kembali memperkuat komunikasi dengan kader serta merapikan struktur organisasi partai hingga ke tingkat bawah.
Konsolidasi dinilai penting untuk menjaga soliditas kader sekaligus mempersiapkan Golkar Maros menghadapi agenda politik berikutnya.
Pengalaman Politik Jadi Modal
Karier politik Patarai Amir tidak hanya terbangun melalui aktivitas kepartaian. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Maros periode 2019–2024.
Saat ini, Patarai tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan periode 2024–2029. Posisi tersebut memberinya pengalaman dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat sekaligus membangun komunikasi politik di tingkat provinsi.
Dengan pengalaman di legislatif dan kepartaian, Patarai berpotensi menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam peta politik Maros.
Namun, peluang untuk memimpin Golkar secara definitif maupun maju sebagai calon kepala daerah tetap bergantung pada proses internal partai, dukungan politik, serta mekanisme pencalonan yang berlaku.
Peluang Menuju Pilkada Masih Dinamis
Munculnya nama Patarai Amir dalam pembicaraan politik lokal turut membuka ruang spekulasi mengenai arah langkah politiknya ke depan. Jika benar memilih maju dalam kontestasi pemilihan bupati mendatang, ia perlu membangun komunikasi dengan berbagai elemen politik dan masyarakat.
Meski demikian, wacana pencalonan tersebut perlu dibedakan dari keputusan resmi. Penunjukan sebagai Plt Ketua Golkar Maros tidak serta-merta berarti seseorang telah ditetapkan sebagai calon bupati oleh partai.
Proses penjaringan, pertimbangan pengurus partai, dukungan kader, serta keputusan tingkat partai yang berwenang tetap menjadi faktor penting dalam menentukan kandidat yang akan diusung.
Menanti Langkah Politik Patarai Amir
Kembalinya Patarai Amir ke posisi strategis di Golkar Maros membuat perkembangan politik daerah tersebut patut dicermati. Konsolidasi menjelang Musda akan menjadi ujian awal untuk melihat sejauh mana ia mampu memperkuat soliditas internal partai.
Di sisi lain, kemungkinan langkahnya menuju kontestasi Pilkada Maros masih menunggu perkembangan dan pernyataan resmi dari yang bersangkutan maupun Partai Golkar.
Bagi masyarakat Maros, dinamika ini menjadi bagian dari proses demokrasi lokal yang akan menentukan munculnya figur-figur potensial untuk memimpin daerah pada masa mendatang.
Dengan pengalaman politik yang dimiliki, Patarai Amir kini berada dalam posisi strategis untuk menentukan arah pengabdiannya berikutnya, baik dalam penguatan Golkar Maros maupun dalam kemungkinan mengambil peran lebih besar di pemerintahan daerah.sementara itu ucapan selamat atas amanah yang diberikan oleh patarai Amir,ucap andi Fajrin anggota DPRD maros fraksi Golkar.


