Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    HARI JADI KE-357 SULSEL, PJ SEKDA ANDI WINARNO BACAKAN SEJARAH LAHIRNYA PROVINSI

    Oktober 20, 2026

    Bupati Maros Hadiri Pembukaan Rachita Garden Cup 2026, Dorong Pembinaan Atlet Sepak Takraw

    Oktober 18, 2026

    PWI Sulsel Resmi Dilantik Periode 2026–2031, Gubernur Ingatkan Independensi dan Profesionalisme Wartawan

    Oktober 17, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » HARI JADI KE-357 SULSEL, PJ SEKDA ANDI WINARNO BACAKAN SEJARAH LAHIRNYA PROVINSI
    PEMERINTAH

    HARI JADI KE-357 SULSEL, PJ SEKDA ANDI WINARNO BACAKAN SEJARAH LAHIRNYA PROVINSI

    HTBy HTOktober 20, 2026
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    MAKASSAR– Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Winarno Eka Putra, membacakan sejarah singkat Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan dalam Rapat Paripurna DPRD Sulsel di Gedung DPRD Sulawesi Selatan, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Senin (19/10/2026).

    blank

    Pembacaan sejarah tersebut menjadi bagian penting dari peringatan hari jadi provinsi yang tidak hanya mengenang perjalanan panjang sejarah Sulawesi Selatan, tetapi juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan, kebersamaan, dan semangat perjuangan dalam membangun daerah.

    Dalam pemaparannya, Andi Winarno menjelaskan bahwa gagasan penetapan Hari Jadi Sulawesi Selatan pertama kali dicetuskan pada 1993 oleh H. Zainal Basri Palaguna, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan.

    Gagasan tersebut bertujuan menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan masyarakat terhadap identitas daerah, sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kesatuan untuk melanjutkan pembangunan.

    Menurut Andi Winarno, gagasan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui studi banding ke sejumlah daerah serta pelaksanaan seminar Tudang Sipulung pada 18–19 Juli 1995 di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

    Seminar itu melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kalangan cendekiawan, tokoh masyarakat, para pinisepuh, pimpinan daerah tingkat I dan tingkat II, tokoh organisasi politik, hingga organisasi kepemudaan se-Sulawesi Selatan.

    Baca:  This Workout Is Even Better For Sleep Than Cardio, Research Finds

    Forum tersebut menjadi wadah untuk menghimpun pandangan dan aspirasi mengenai peristiwa bersejarah yang layak dijadikan dasar penetapan hari jadi provinsi.

    Dalam seminar itu, berbagai makalah dan pemikiran disampaikan sebagai bahan kajian untuk merumuskan simbol sejarah yang dapat memperkuat hubungan antara masyarakat dan pemerintah dalam melanjutkan pembangunan daerah.

    Dari proses pembahasan tersebut, dihimpun lima rumusan usulan yang kemudian dikaji lebih mendalam oleh pemerintah daerah bersama jajarannya.

    Setelah mempertimbangkan berbagai momentum bersejarah yang memiliki nilai penting bagi perjalanan masyarakat Sulawesi Selatan, disepakati tanggal 19 Oktober 1669 sebagai simbol Hari Jadi Sulawesi Selatan.

    Kesepakatan mengenai tanggal hari jadi tersebut selanjutnya dituangkan dalam rancangan peraturan daerah untuk mendapatkan persetujuan DPRD Tingkat I Sulawesi Selatan.

    Melalui Peraturan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Nomor 10 Tahun 1995, tanggal 19 Oktober 1669 resmi ditetapkan sebagai Hari Jadi Sulawesi Selatan.

    Penetapan tersebut menjadi landasan bagi peringatan hari jadi provinsi yang terus dilaksanakan setiap tahun sebagai momentum mengenang sejarah, memperkuat identitas daerah, dan menumbuhkan semangat pembangunan.

    Andi Winarno juga menjelaskan bahwa penetapan tanggal 19 Oktober 1669 memiliki makna historis dan filosofis yang berkaitan erat dengan perjalanan masyarakat Sulawesi Selatan.

    Baca:  Peringatan Hari TB Sedunia, Indira Jusuf Ismail Beri Penghargaan Bagi Puskesmas Terbaik

    Tanggal 19 dimaknai sebagai simbol kesadaran bahwa Sulawesi Selatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Makna tersebut dikaitkan dengan rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 19 Agustus 1945.

    Sementara itu, bulan Oktober memiliki keterkaitan dengan sejumlah momentum sejarah, di antaranya dukungan para raja di kawasan Sulawesi Selatan terhadap Dr. Ratulangi sebagai gubernur pertama Provinsi Sulawesi pada 15 Oktober 1945, serta peristiwa rekonsiliasi raja-raja bersaudara yang terlibat dalam Perang Makassar pada Oktober 1674.

    Adapun tahun 1669 merujuk pada berakhirnya Perang Makassar, sebuah periode penting dalam sejarah perjuangan masyarakat Sulawesi Selatan menghadapi kekuatan penjajah.

    Pada masa tersebut, para tubarani atau pejuang mempertaruhkan kemampuan dan keberanian mereka dalam pertempuran panjang sebelum Benteng Somba Opu dihancurkan.

    Perjuangan itu mencerminkan semangat pantang menyerah masyarakat Sulawesi Selatan dalam mempertahankan kehormatan dan menghadapi penjajahan.

    Bahkan, sebagian pejuang melanjutkan perjuangan ke Pulau Jawa untuk bergabung dengan para pejuang lainnya dalam upaya menentang kekuasaan kolonial.

    Lebih dari sekadar penetapan tanggal, sejarah Hari Jadi Sulawesi Selatan mengandung pesan penting mengenai bahaya perpecahan dan perlunya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

    Pengalaman sejarah menunjukkan bahwa pertentangan antarkelompok dapat dimanfaatkan oleh pihak luar untuk memperoleh keuntungan. Karena itu, semangat kebersamaan harus terus dipelihara sebagai modal sosial dalam membangun daerah.

    Baca:  Terima Jajaran Instansi Kementerian PUPR, Gubernur Sulsel Bahas Penanganan Ruas Bua-Rantepao dan Seko

    Pemilihan tahun 1669 diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat Sulawesi Selatan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi perpecahan, menjaga solidaritas, serta memperkuat persatuan demi masa depan daerah.

    Nilai-nilai sejarah tersebut juga diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengenal perjuangan para pendahulu, menghargai warisan budaya, dan mengambil bagian dalam pembangunan yang berkelanjutan.

    Peringatan Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan sejarah sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.

    Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, para wakil ketua dan anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

    Melalui peringatan ini, nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air diharapkan terus menjadi landasan dalam menjalankan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan.

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleBupati Maros Hadiri Pembukaan Rachita Garden Cup 2026, Dorong Pembinaan Atlet Sepak Takraw

    Berita Lainnya:

    PEMERINTAH

    Bupati Maros Hadiri Pembukaan Rachita Garden Cup 2026, Dorong Pembinaan Atlet Sepak Takraw

    Oktober 18, 2026
    PEMERINTAH

    PWI Sulsel Resmi Dilantik Periode 2026–2031, Gubernur Ingatkan Independensi dan Profesionalisme Wartawan

    Oktober 17, 2026
    PEMERINTAH

    DPRD Gowa Terima SK Mendagri, Gaspol Jadwalkan Paripurna Pengusulan Bupati Definitif

    Oktober 16, 2026
    PEMERINTAH

    Syarat Dukungan 30 Persen Jadi Ketentuan Pencalonan Ketua Golkar Maros di Musda XI

    Oktober 16, 2026
    PEMERINTAH

    TPP-P3MD Maros Perkuat Peran Agen Perlindungan Sosial, Gandeng Dukcapil untuk Aktivasi IKD

    Oktober 14, 2026
    Pos-pos Terbaru
    • HARI JADI KE-357 SULSEL, PJ SEKDA ANDI WINARNO BACAKAN SEJARAH LAHIRNYA PROVINSI
    • Bupati Maros Hadiri Pembukaan Rachita Garden Cup 2026, Dorong Pembinaan Atlet Sepak Takraw
    • PWI Sulsel Resmi Dilantik Periode 2026–2031, Gubernur Ingatkan Independensi dan Profesionalisme Wartawan
    • DPRD Gowa Terima SK Mendagri, Gaspol Jadwalkan Paripurna Pengusulan Bupati Definitif
    • Syarat Dukungan 30 Persen Jadi Ketentuan Pencalonan Ketua Golkar Maros di Musda XI
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,595 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026976 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026831 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,595 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026976 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026831 Views
    Our Picks

    HARI JADI KE-357 SULSEL, PJ SEKDA ANDI WINARNO BACAKAN SEJARAH LAHIRNYA PROVINSI

    Oktober 20, 2026

    Bupati Maros Hadiri Pembukaan Rachita Garden Cup 2026, Dorong Pembinaan Atlet Sepak Takraw

    Oktober 18, 2026

    PWI Sulsel Resmi Dilantik Periode 2026–2031, Gubernur Ingatkan Independensi dan Profesionalisme Wartawan

    Oktober 17, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.