Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah

    Agustus 12, 2026

    Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 

    Agustus 8, 2026

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Kisah Remaja Imigran Muslim dalam Film Blinded By The Light (2019)
    DAKWAH

    Kisah Remaja Imigran Muslim dalam Film Blinded By The Light (2019)

    blankBy November 28, 2020
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    Berawal dari diari yang diberikan seorang sahabat yang tidak menginginkan diari tersebut, Javed Khan, seorang imigran muslim menemukan kepuasan dalam menulis. Beranjak remaja, Javed tidak hanya menulis diarinya. Ia juga menulis puisi, dan lirik lagu untuk sahabat masa kecilnya itu. Dalam menulis, Javed menemukan apa yang menjadi impiannya, yang tidak hanya berliku untuk meraihnya, dan kecintaannya pada karya Bruce “The Boss” Springsteen.

    Blinded By The Light (2019) adalah film yang mengetengahkan dua konflik yang dialami oleh Javed (diperankan oleh Viveik Kalra). konflik pertama adalah impiannya menjadi penulis, yang tidak disetujui oleh sang ayah, Malik (Kulvinder Ghir). Malik ingin Javed memiliki pekerjaan yang lebih mendatangkan kekayaan, seperti akuntan atau agen real estate.

    Baca juga: Mengapa Islamophobia Terjadi di Negeri Barat dan Efeknya di Selandia Baru?

    Konflik kedua adalah persoalan identitas. Malik adalah imigran muslim dari Pakistan. Ia bermigrasi dan tinggal di Luton, Inggris untuk memperoleh penghidupan yang layak untuk dirinya dan keluarganya. Cara berfikirnya sederhana: untuk bertahan hidup, seseorang harus bekerja keras. Kehidupan Malik di luar pekerjaannya adalah berkumpul dengan imigran Pakistan lainnya dan beraktivitas di masjid.

    Malik berbeda dengan Javed. Javed tumbuh menjadi remaja di Luton. Ia sejak kecil bersahabat dengan Matt yang berkulit putih (Dean Charles Chapman). Ia menyukai kegiatan menulis dan menyukai musik populer. Kemanapun Javed pergi, ia membawa piranti untuk menyimak musik, walkman, dengan earphone menggantung di leher. Kesukaannya kepada musik membuka pintu untuk menggilai karya-karya Bruce Springsteen, yang lagu-lagunya diperkenalkan oleh sahabatnya lain, Roops (Aaron Phagura).

    Baca:  Menteri Agama: Tak Ada Satu Ayat Pun di Agama yang Mengobarkan  Kebencian

    Javed merasa bebas untuk bergaul dengan siapapun dan jatuh cinta dengan siapa saja. Hatinya berbunga setiap kali melihat seorang perempuan kulit putih yang non-muslim di kelas sastranya, Eliza (Nell Williams). Mereka bahkan sempat bercumbu mesra di ruang tamu rumah Javed.

    Gurinder Chadha, sutradara film ini, memvisualisasikan Javed begitu “barat”. Dibandingkan dengan Roops, Javed masih “kalah” tradisionalnya. Roops masih memakai turban dalam kesehariannya. Javed, termasuk Roops, adalah generasi muda Asia di era Thatcher yang menerima identitas ke-Inggris-an (British Asian atau Asian Briton).

    Perbedaan antara Javed dan Malik adalah perbedaan antara dua generasi yang berbeda, yang dalam film ini dieksploitasi oleh Chadha. Javed yang tidak mempermasalahkan persoalan Timur dan Barat dan Malik yang cara berpikirnya sederhana dan berorientasi ke Timur. Konflik ini memuncak pada impian Javed untuk menjadi penulis dan memperoleh penentangan yang keras dari Malik, meskipun tulisan Javed tentang tuntutan sebagian masyarakat Luton untuk menutup masjid menjadi berita utama headline di halaman pertama koran The Herald.

    Tetapi, karakter Malik menyimpan ambivalensi dalam memandang Inggris. Inggris, bagi seorang Malik muda, adalah harapan masa depan yang lebih baik untuk keluarganya ketimbang bangsa dan negaranya, Pakistan. Karena itu, ia dan keluarga bermigrasi ke Inggris.

    Di sisi lain, ia tidak selalu memiliki pandangan positif tentang Inggris.Sebagai imigran dari Pakistan, ia dan kerabat kerap memperoleh diskriminasi, penghinaan, dan perundungan. Di masa krisis ekonomi, pabrik tempat Malik bekerja memintanya untuk pensiun dini. Mimpinya sebagai imigran muslim hancur berantakan dan ia menyimpan kemarahan. Tapi, sebagai imigran, ia harus tahu diri dan menelan kemarahan itu.

    Baca:  Pelajaran Antikekerasan dari Abdul Ghaffar Khan, Sang ‘Gandhi Muslim’

    “Kita harus merendahkan diri kita,” ujar Malik kepada Javed.

    Pertanyaannya adalah apakah Javed telah sepenuhnya mengadopsi identitas British Asian? Di sini, Chadha tampaknya berusaha berhati-hati. Ia sepertinya tidak membiarkan karakter Javed untuk sepenuhnya menjadi orang Inggris. Sebetulnya, agak mustahil bagi seseorang untuk sepenuhnya tercerabut dari akarnya dan menjadi individu berbeda. Ia akan secara selektif mengambil apa yang esensial dari akarnya untuk diri dan identitasnya dan secara kreatif memadukannya dengan identitas baru.

    Begitu pula Javed. Lingkungan di luar rumah membentuk diri Javed. Apa yang Javed lihat, dengar, dan rasakan memberikannya makna menjadi Inggris. Malik memberikan ruang yang cukup lebar bagi Javed untuk memaknai dirinya sebagai orang Inggris. “Aku memberikanmu kebebasan, kan?” ujar Malik.

    Tetapi, Javed juga lahir dan besar bersama kedua orangtuanya. Nilai, norma, etika, dan budaya dari kedua orangtuanya ada dalam dirinya. Keluarga adalah hal penting dan utama. “Makna dari menjadi dibutakan adalah aku tidak dapat melihat betapa diriku seperti ayahku dan ayahku seperti diriku,” ujar Javed saat memaknai lirik lagu Springsteen, yang juga menjadi judul film ini, Blinded by The Light.

    Baca juga: Integrasi Imigran Muslim di Jerman dan Trauma Minoritas Masa Lalu

    Dengan kata lain, Chadha ingin berpesan bahwa memelihara satu tradisi tidak berarti mengorbankan tradisi lainnya. Dua tradisi (atau lebih) dapat berjalan beriringan dan saling berkelindan satu sama lain, meskipun tidak dapat dipungkiri ada unsur-unsur dari dua tradisi tersebut yang saling bertentangan. Bagaimanapun, pertentangan tersebut masih dapat didialogkan dan dinegosiasikan.

    Baca:  Kapolres Lotara Pimpin Upacara Tabur Bunga di Pelabuhan Bangsal

    Blinded by The Light bisa dikatakan sebagai film yang menceritakan kehidupan seorang pengagum Bruce Springsteen. Penggemar Springsteen akan dimanjakan oleh lagu-lagunya The Boss, seperti Blinded by The Light, Born To Run, The Promised Land dan sebagainya. Sebagai sutradara imigran dari India, Chadha pun menyisipkan tarian massal ala film India, dengan diiringi oleh salah satu hits terbesar Springsteen, Born To Run.

    Kekurangan film ini adalah karakter Javed yang nyaris tidak memiliki jejak yang memperlihatkan dirinya adalah seorang imigran muslim—kecuali, tentunya ayahnya adalah seorang muslim. Ia tidak pernah terlihat mendirikan shalat atau penanda apapun sebagai seorang muslim. Mengapa Chadha menampilkan karakter Javed seperti itu? Apakah Chadha ingin menegaskan identitas British Asian seorang Javed? Ataukah Chadha ingin menampilkan kenyataan seorang British Asian, seperti Javed sebagaimana adanya?

    Apapun itu, sulit untuk tidak mengiyakan teguran keras Malik kepada Javed saat dirinya mengatakan ia ingin menyuarakan kepentingan umat Islam di masjid Luton lewat The Herald: “Apa yang kamu ketahui tentang Islam?”[]

     

    Blinded by The Light

    Sutradara: Gurinder Chadha / Produser: Jane Barclay, Gurinder Chadha, Jamal Daniel / Naskah: Paul Mayeda Berges, Gurinder Chadha, Sarfraz Manzoor / Pemeran: Viveik Kalra, Kulvinder Ghir, Dean Charles Chapman, Aaron Phagura, Nell Williams / Durasi: 117 menit.

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleBermodalkan Islam, Politik dan Gaya di Media, Anies Baswedan adalah Kandidat Terkuat Presiden 2024
    Next Article Tengku Zulkarnain Kritik Kegiatan Penyusunan Naskah Khutbah Kementerian Agama, Ustadz Ahong: Tujuannya Biar Khutbah Jum’at Itu Mengademkan, Bukan Memanaskan

    Berita Lainnya:

    DAKWAH

    Gelombang Dukungan Terus Mengalir Kepada Muh. Ridwan Yusuf Sebagai Calon Ketua Pada Konferwil Ansor Sulsel

    Januari 25, 2026
    DAKWAH

    Maros Siap Sambut Ulama Internasional Syekh Fadi, Fokus Moderasi Beragama untuk Generasi Muda

    Juli 17, 2025
    DAKWAH

    Marjan Massere Hadiri Pembukaan MTQ Antar Dusun Se-Desa Damai Kec.Tanralili

    Maret 7, 2025
    DAKWAH

    Kunjungi Dinas Pertanian, Aliansi Peduli Petani Maros Soroti Penyaluran Alsintan Di Kab.Maros

    November 22, 2024
    DAKWAH

    Rijalul Ansor Maros : Yasinan Dan Tahlilan Mengenang Wafatnya KH. Chalid Mawardi

    Juli 28, 2024
    Pos-pos Terbaru
    • Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah
    • Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 
    • Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi
    • Rangkaian Lomba HKG PKK ke-54 di Maros: Tim Penilai Kunjungi Camba dan Turikale, Disambut Mappadekko hingga Panen Tomat
    • Koni Maros Gelar Rapat Pengurus Dan Doa Bersama
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Our Picks

    Jangkau Warga Rentan, Tim Sitanduk Disdukcapil Maros Jemput Bola Perekaman KTP-el hingga Pematang Sawah

    Agustus 12, 2026

    Gelar Muscab 2026,A.Takdir Terpilih Sebagai Ketua PASI Kabupaten Maros 

    Agustus 8, 2026

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.