Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PWI Sulsel Tunjuk 4 Plt Ketua Daerah, Siapkan Konferensi Cabang

    Oktober 22, 2026

    HARI JADI KE-357 SULSEL, PJ SEKDA ANDI WINARNO BACAKAN SEJARAH LAHIRNYA PROVINSI

    Oktober 20, 2026

    Bupati Maros Hadiri Pembukaan Rachita Garden Cup 2026, Dorong Pembinaan Atlet Sepak Takraw

    Oktober 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » DPRD Maros Prihatin Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Sosialisasi Dinilai Belum Cukup
    PEMERINTAH

    DPRD Maros Prihatin Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Sosialisasi Dinilai Belum Cukup

    HTBy HTAgustus 1, 2026
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    MAROS— Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maros. Upaya pencegahan yang selama ini dilakukan pemerintah dinilai perlu diperkuat karena sosialisasi saja belum cukup untuk menyelesaikan persoalan hingga ke akar masalah.

    Ketua Komisi III DPRD Maros, Hj. Haeriah Rahman, menyampaikan keprihatinannya terhadap tingginya kasus kekerasan yang melibatkan perempuan dan anak. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh, terencana, dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

    Ia menilai, pencegahan kekerasan tidak cukup hanya melalui kegiatan penyuluhan atau sosialisasi di sekolah. Diperlukan pengawasan yang berkelanjutan, penguatan peran keluarga, serta kerja sama antara pemerintah daerah, pihak sekolah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

    Haeriah menilai perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial yang semakin luas turut menghadirkan tantangan baru dalam pengawasan anak. Tanpa pendampingan yang memadai, anak berisiko terpapar konten negatif maupun lingkungan pergaulan yang dapat memengaruhi perilaku mereka.

    Baca:  Hujan Guyur Kota Makassar, Danny Perintahkan SKPD Siaga Selama 24 Jam

    Karena itu, orang tua diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari anak, tetapi juga memberikan perhatian terhadap aktivitas, pergaulan, serta penggunaan gawai.

    Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak dinilai penting agar persoalan yang dihadapi anak dapat diketahui lebih awal. Dengan demikian, potensi terjadinya kekerasan, perundungan, maupun perilaku berisiko dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.

    DPRD juga memandang sekolah memiliki peran penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman. Guru dan tenaga kependidikan perlu meningkatkan kepedulian terhadap perubahan perilaku peserta didik serta memberikan ruang bagi anak untuk melaporkan tindakan kekerasan tanpa rasa takut.

    Menurut Haeriah, program sosialisasi perlindungan anak perlu dievaluasi agar tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga mampu menghasilkan perubahan nyata di tengah masyarakat.

    Baca:  Komisi D DPRD Makassar Dukung Walikota Langkah Penataan BUMD

    Upaya pencegahan harus menyentuh lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat secara bersamaan. Pemerintah daerah juga perlu memastikan mekanisme pelaporan berjalan dengan baik serta korban memperoleh perlindungan dan pendampingan yang dibutuhkan.

    Selain itu, keterlibatan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa dinilai penting untuk memperluas jangkauan pencegahan. Aparat di tingkat lokal diharapkan dapat membantu mendeteksi persoalan sejak dini sekaligus menghubungkan korban dengan layanan perlindungan yang tersedia.

    Keterbatasan sumber daya manusia dalam penanganan kasus juga menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian. Penguatan kapasitas petugas dan koordinasi lintas sektor diperlukan agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara tepat.

    Persoalan kekerasan terhadap anak tidak dapat dibebankan hanya kepada satu lembaga. Pemerintah daerah, DPRD, aparat penegak hukum, sekolah, keluarga, organisasi perlindungan anak, dan masyarakat perlu mengambil peran sesuai kewenangannya.

    DPRD Maros diharapkan dapat mendorong penguatan kebijakan, pengawasan program, serta dukungan anggaran yang berpihak pada perlindungan perempuan dan anak.

    Baca:  Monitoring Dan Evaluasi Wajib Perpajakan Dana Desa DiBuka Sekda Takalar

    Di sisi lain, masyarakat perlu membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan tidak menganggap kekerasan sebagai persoalan pribadi semata. Setiap dugaan kekerasan harus ditangani secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan, kerahasiaan identitas, serta kepentingan terbaik bagi korban.

    Penanganan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum juga harus tetap mengacu pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dengan memperhatikan hak anak dan prinsip perlindungan anak.

    Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Maros yang aman dan ramah anak. Dengan memperkuat pengawasan, memperbaiki pola pengasuhan, serta memastikan program pencegahan berjalan secara berkelanjutan, risiko kekerasan diharapkan dapat ditekan.

    Pencegahan yang efektif bukan sekadar mengukur berapa banyak kegiatan sosialisasi yang telah dilaksanakan, melainkan sejauh mana anak-anak benar-benar terlindungi dari kekerasan dan mendapatkan lingkungan yang aman untuk tumbuh serta berkembang.

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleMenakar Strategi Fiskal Maros: SiLPA 2025 Senilai Rp115 Miliar Dialokasikan demi Kesejahteraan Rakyat dan Layanan Dasar
    Next Article Sunyi di Jalan Azalea: Mengenang Kepergian Sang Penjaga Ruang KONI Maros

    Berita Lainnya:

    PEMERINTAH

    HARI JADI KE-357 SULSEL, PJ SEKDA ANDI WINARNO BACAKAN SEJARAH LAHIRNYA PROVINSI

    Oktober 20, 2026
    PEMERINTAH

    Bupati Maros Hadiri Pembukaan Rachita Garden Cup 2026, Dorong Pembinaan Atlet Sepak Takraw

    Oktober 18, 2026
    PEMERINTAH

    PWI Sulsel Resmi Dilantik Periode 2026–2031, Gubernur Ingatkan Independensi dan Profesionalisme Wartawan

    Oktober 17, 2026
    PEMERINTAH

    DPRD Gowa Terima SK Mendagri, Gaspol Jadwalkan Paripurna Pengusulan Bupati Definitif

    Oktober 16, 2026
    PEMERINTAH

    Syarat Dukungan 30 Persen Jadi Ketentuan Pencalonan Ketua Golkar Maros di Musda XI

    Oktober 16, 2026
    Pos-pos Terbaru
    • PWI Sulsel Tunjuk 4 Plt Ketua Daerah, Siapkan Konferensi Cabang
    • HARI JADI KE-357 SULSEL, PJ SEKDA ANDI WINARNO BACAKAN SEJARAH LAHIRNYA PROVINSI
    • Bupati Maros Hadiri Pembukaan Rachita Garden Cup 2026, Dorong Pembinaan Atlet Sepak Takraw
    • PWI Sulsel Resmi Dilantik Periode 2026–2031, Gubernur Ingatkan Independensi dan Profesionalisme Wartawan
    • DPRD Gowa Terima SK Mendagri, Gaspol Jadwalkan Paripurna Pengusulan Bupati Definitif
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,595 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026976 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026831 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,595 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026976 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026831 Views
    Our Picks

    PWI Sulsel Tunjuk 4 Plt Ketua Daerah, Siapkan Konferensi Cabang

    Oktober 22, 2026

    HARI JADI KE-357 SULSEL, PJ SEKDA ANDI WINARNO BACAKAN SEJARAH LAHIRNYA PROVINSI

    Oktober 20, 2026

    Bupati Maros Hadiri Pembukaan Rachita Garden Cup 2026, Dorong Pembinaan Atlet Sepak Takraw

    Oktober 18, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.