blank

Maros Tembus Realisasi Pendapatan APBD Tertinggi se-Sulsel, Capai 52,58 Persen di Akhir Juli 2026

blank

KAMERA MAROS – Kabupaten Maros berhasil mengukuhkan posisi puncak sebagai daerah dengan kinerja realisasi pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan n data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), realisasi pendapatan Kabupaten Maros telah menyentuh angka 52,58 persen. Capaian ini melampaui rata-rata realisasi pendapatan daerah di Sulawesi Selatan yang berada di level 41,07 persen, sekaligus menempatkan Maros di posisi pertama dari 25 pemerintah kabupaten/kota serta Pemprov Sulsel.

Data tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, pada kegiatan Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah di Hotel Gammara, Sabtu (25/7/2026).

Mendorong Efisiensi dan PAD Jadi Kunci Utama
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, Ferdiansyah, mengungkapkan bahwa pengoptimalan pendapatan daerah menjadi fokus utama jajarannya pada semester pertama tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi menjaga ketahanan fiskal daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Kita tahu di tengah efisiensi, maka tulang punggung keuangan daerah berada pada realisasi pendapatan, khususnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tentu ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus bekerja maksimal sehingga target pendapatan pada APBD Maros dapat tercapai sesuai perencanaan,” tegas Ferdiansyah.

Perbandingan Realisasi Daerah di Sulawesi Selatan
Capaian impresif Maros disusul oleh sejumlah daerah tetangga yang juga berhasil menembus angka di atas 50 persen, meski sebagian besar kabupaten/kota lainnya masih mencatatkan realisasi di bawah rata-rata provinsi.

Daerah dengan Realisasi Tertinggi: Kabupaten Maros: 52,58%,Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan: 52,39%,Kabupaten Sinjai: 51,75%,Kota Parepare: 50,92%,Kabupaten Bulukumba: 50,47%,Kabupaten Sidenreng Rappang: 50,15%,Realisasi Daerah Lainnya: Kota Makassar: 48,85%,Kabupaten Takalar: 47,08%,Kabupaten Bone: 45,40%,Kabupaten Luwu Utara: 44,67%,Kabupaten Pinrang: 42,51%,Kabupaten Gowa: 27,78%,Keragaman capaian ini menunjukkan tantangan tata kelola keuangan yang berbeda di tiap wilayah. Keberhasilan Kabupaten Maros memimpin perolehan pendapatan daerah di Sulsel mencerminkan efektivitas strategi pemungutan pajak daerah, retribusi, serta akuntabilitas tata kelola anggaran yang terus diperkuat oleh pemerintah daerah.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: