KAMERA MAROS – Sebuah paradigma baru kini tengah bersemi di Desa Minasa Upa, Kecamatan Bontoa. Wilayah ini diproyeksikan menjadi “Kampung Sejahtera”, sebuah inisiatif yang bertujuan mengubah wajah kemiskinan menjadi kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Langkah nyata transformasi ini ditandai dengan kunjungan langsung tim dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPKS) Makassar bersama jajaran Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Maros. Mereka turun ke lapangan guna meninjau dan melakukan survei kelayakan Desa Minasa Upa sebagai lokus pengembangan Kampung Sejahtera.

Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Jembatan
Program Kampung Sejahtera mengusung filosofi yang mendalam: bantuan sosial bukanlah tujuan akhir. Sebaliknya, bantuan tersebut diposisikan sebagai jembatan atau stimulan untuk membawa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) keluar dari zona ketergantungan menuju kemandirian.
Paradigma ini menekankan bahwa keberhasilan sebuah program pemberdayaan tidak diukur dari seberapa banyak bantuan yang disalurkan, melainkan seberapa banyak keluarga yang mampu “lulus” atau graduasi secara mandiri dari status kemiskinan melalui usaha-usaha produktif.
Sinergi Menuju Perubahan
Kehadiran tim survei di Desa Minasa Upa disambut hangat oleh Kepala Desa, Rusman, S.Sos. Ia menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mendukung penuh program ini agar berdampak nyata bagi warganya.
“Kami menyambut baik sinergi ini. Kehadiran Kampung Sejahtera adalah harapan baru bagi masyarakat kami untuk tidak hanya bergantung pada bansos, tetapi mampu menciptakan peluang ekonomi sendiri,” ujar Rusman.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Koordinator PFM Kecamatan Bontoa, Riyan Restu Hidayat, S.Sos, serta Koordinator PKH Kabupaten Maros, Sri Marlina Dan Ketua BPD Desa Minasa Upa, Sainuddin. Kehadiran para penggerak lapangan ini menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat antara tingkat pusat, daerah, hingga desa.

Buah Manis Pendampingan Intensif
Salah satu faktor kunci yang mendorong Minasa Upa menjadi kandidat kuat Kampung Sejahtera adalah keberhasilan pendampingan intensif yang dilakukan oleh SDM PKH. Selama ini, para pendamping tidak hanya berperan sebagai administratur bantuan, tetapi juga sebagai mentor bisnis dan motivator bagi para KPM.
Hasilnya mulai terlihat nyata. Di bawah bimbingan SDM PKH, sejumlah KPM di Minasa Upa telah melahirkan berbagai inisiatif usaha produktif. Mulai dari industri rumah tangga hingga sektor jasa kecil-kecilan, geliat ekonomi warga mulai menunjukkan tren positif. Inovasi-inovasi kecil inilah yang nantinya akan dikonsolidasikan dalam bingkai Kampung Sejahtera agar memiliki daya saing yang lebih besar.
Harapan Masa Depan
Kunjungan BBPKS Makassar menjadi momentum penting untuk memvalidasi potensi desa. Jika survei kelayakan ini membuahkan hasil sesuai harapan, Desa Minasa Upa akan menjadi pilot project bagi desa-desa lain di Kabupaten Maros dan Sulawesi Selatan pada umumnya.
Dengan semangat gotong royong dan tekad untuk berdikari, Kampung Sejahtera Desa Minasa Upa bukan lagi sekadar proyeksi, melainkan sebuah misi mulia untuk memerdekakan keluarga pra-sejahtera melalui pemberdayaan yang memanusiakan.






