Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bupati Gowa Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Pemprov Sulsel Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan

    September 26, 2026

    SITANDUK Sasar Sekolah di Maros, Andi Satriawan Dorong Seluruh Anak Miliki Kartu Identitas

    September 25, 2026

    KKN REG. UNM GEL. 55 Dorong Akses Air Bersih di Desa Botolempangan Kec. Bontoa Kab. Maros

    September 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Misi di Pinggir Langit: Tim SAR Gabungan TNI-Polri Menyelamatkan Jejak Kemanusiaan dari Jurang Bulusaraung
    NEWS

    Misi di Pinggir Langit: Tim SAR Gabungan TNI-Polri Menyelamatkan Jejak Kemanusiaan dari Jurang Bulusaraung

    RedakturBy RedakturJanuari 21, 2026
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Oplus_16908288
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    KAMERA PANGKEP – Di ujung hari yang panjang, di bawah langit Sulawesi Selatan yang mulai dibungkus malam, sebuah bunyi langkah pelan terdengar di jalur setapak menuju Posko Disaster Victim Identification (DVI). Sepatu bot bercat cokelat, penuh tanah dan lumut, melangkah hati-hati. Di antara mereka, terbentang tandu sederhana—di situlah tubuh korban kedua, yang sebelumnya hilang di dalam genggaman jurang, kini kembali ke pangkuan tanah datar.

    Tim SAR gabungan TNI-Polri, didukung oleh berbagai unsur terkait, berhasil menyelesaikan salah satu operasi evakuasi paling menegangkan di awal 2026: menarik korban dari kedalaman tebing Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, yang mencapai ratusan meter dan dikenal sebagai “mulut bumi yang tak pernah bersuara kembali”.

    Evakuasi dimulai pukul 10.00 Wita, ketika sinar matahari baru mulai membakar punggung tim yang telah bersiap sejak subuh. Misi ini bukan sekadar soal teknik, tetapi ujian nyata dari keberanian, ketahanan, dan kerja sama. Tebing Bulusaraung, setinggi kurang lebih 300 meter, menjulang seperti tembok raksasa yang dipahat oleh waktu dan alam liar. Di bawahnya, hutan belantara dan jurang dalam menanti siapa pun yang kehilangan pijakan.

    Baca:  Ketua Majelis Syuro PKS : Masya Allah, Semangat Gubernur Andi Sudirman Melayani Masyarakat

    Tim SAR harus menuruni dinding tebing secara perlahan, menggunakan tali statik dan teknik rappelling (menuruni tebing dengan sistem tali dan descender). Angin dingin menyapu wajah mereka, sementara batu-batu licin akibat embun pagi menambah risiko setiap langkah. Bukan hanya medan, tapi juga waktu yang terus bergerak menjadi musuh terselubung.

    “Kami bukan sekadar turun. Kami menelusuri titik-titik tanpa jejak, mencari sisa harapan yang mungkin terlepas,” kata seorang anggota SAR yang enggan disebut namanya, sambil membersihkan tangan dari tanah dan getah pohon.

    Setelah hampir tujuh jam bergulat dengan gravitasi dan ketakutan, pukul 17.15 Wita, tim berhasil menjangkau puncak Gunung Bulusaraung kembali—bersama korban kedua dalam kondisi yang membuat hati teriris. Tapi tugas belum usai. Dari puncak, mereka harus kembali menuruni jalur tambahan sejauh 200 meter menuju jalur evakuasi darat, di mana kendaraan dan tenaga medis telah siap menunggu.

    Baca:  Walikota Danny Apresiasi Kepada Dewan Pendidikan Kota Makassar Berikan Award Guru

    Di tengah kemalaman, dengan lampu senter sebagai satu-satunya penerang, rombongan kecil itu melanjutkan perjalanan. Tidak ada sorak-sorai. Hanya bisikan pelan, petunjuk teknis, dan napas yang tersekat oleh medan yang tak bersahabat. Namun, di tengah kesunyian, ada satu hal yang terasa jelas: misi ini bukan tentang menang atau kalah. Ini tentang martabat.

    “Kami utamakan keselamatan seluruh personel,” ujar AKP Syarifuddin Mado dari Direktorat Samapta Polda Sulawesi Selatan, kepada awak media Selasa malam. Ia menjelaskan bahwa operasi digelar secara bertahap, menghindari tindakan gegabah meskipun tekanan waktu begitu besar.

    “Medan sangat terjal, penuh risiko. Satu kesalahan kecil bisa memakan korban lebih banyak. Kami bekerja sesuai prosedur, dengan hati yang waspada dan tangan yang terlatih,” lanjutnya, seraya menepuk bahu seorang rekan yang baru kembali dari medan.

    Baca:  Perjuangan Anggota Brimob Selamatkan Warga Barru yang Terjebak Banjir

    Pukul 22.20 Wita, tubuh korban tiba di Posko DVI. Tugas Tim SAR berakhir, tapi cerita kemanusiaan baru saja dimulai. Kini, para ahli identifikasi bekerja dalam diam, menggabungkan teknologi dan kepekaan untuk memastikan korban dikembalikan kepada keluarga dengan identitas dan kehormatan yang utuh.

    Gunung Bulusaraung diam. Tebingnya tetap kokoh, gelap, dan menakutkan. Tapi pada 20 Januari 2026, gunung itu menyaksikan sesuatu yang luar biasa: manusia-manusia biasa yang memilih turun ke jurang bukan untuk menaklukkan alam, tapi untuk mengingatkan kita semua—bahwa bahkan di tempat paling kelam, cahaya kemanusiaan masih bisa ditemukan, satu tali, satu langkah, satu napas pada satu waktu.

    Mereka yang turun ke tebing, bukan demi pujian.
    Mereka turun, karena ada yang perlu dibawa pulang.

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticlePeringati Hari Desa Nasional 2026, TPP P3MD Sulsel Gelar Donor Darah hingga Bakti Sosial bagi Korban Puting Beliung
    Next Article Gubernur Sulawesi Selatan Tegaskan Komitmen Penuh dalam Pencarian ATR 42‑500: “Rp 2,5 Miliar untuk Menyelamatkan Harapan”

    Berita Lainnya:

    NASIONAL

    Dengar Keluhan SMSI, Hasyim Djojohadikusumo Siap Kawal Renovasi Gedung Dewan Pers ke Menkomdigi

    Agustus 28, 2026
    DAERAH

    Makassar Racing : Menghadiri Undangan oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan (BAKESBANGPOL) Membahas Rencana Pembangunan Sirkuit Kota Makassar Di Kantor Gubernur

    Agustus 26, 2026
    DAERAH

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026
    NEWS

    Kepala Desa Botolempangan, Dr. Muhammad Warif, Bersama Ormas Menyidak Langsung Tambang Yang Beroperasi Diduga Ilegal Pada wilayahnya

    Juli 30, 2026
    NEWS

    Bursa Direktur LKBH Maros Resmi Menghangat, Perempuan Jadi Pendaftar Pertama

    Juli 11, 2026
    Pos-pos Terbaru
    • Bupati Gowa Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Pemprov Sulsel Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan
    • SITANDUK Sasar Sekolah di Maros, Andi Satriawan Dorong Seluruh Anak Miliki Kartu Identitas
    • KKN REG. UNM GEL. 55 Dorong Akses Air Bersih di Desa Botolempangan Kec. Bontoa Kab. Maros
    • GMBI Maros Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Dusun Rea-Rea, Tupabiring
    • Isu Rencana Pinjaman Rp100 Miliar Pemkab Maros, DPRD Maros Pertanyakan RAPBD 2027
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,595 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026976 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026827 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,595 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026976 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026827 Views
    Our Picks

    Bupati Gowa Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Pemprov Sulsel Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan

    September 26, 2026

    SITANDUK Sasar Sekolah di Maros, Andi Satriawan Dorong Seluruh Anak Miliki Kartu Identitas

    September 25, 2026

    KKN REG. UNM GEL. 55 Dorong Akses Air Bersih di Desa Botolempangan Kec. Bontoa Kab. Maros

    September 22, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.