Kameraliputan.com, Maros – Masjid bukan hanya tempat untuk beribadah, melainkan juga pusat kehidupan sosial dan pemberian bagi masyarakat. Hal ini terwujud dengan sempurna di Masjid Nurul Muttaqin Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung, yang telah bertransformasi menjadi salah satu masjid ramah pemudik di wilayah Maros, Sulawesi Selatan. Dengan dukungan jajaran Forkopincam Bantimurung dan lembaga terkait, masjid ini bukan hanya tempat shalat, melainkan juga tempat istirahat, pertolongan, dan kehangatan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan pulang ke kampung halaman.
Perubahan Masjid Nurul Muttaqin menjadi masjid ramah pemudik mulai terlihat pada Jumat sore, 26 Desember 2025, ketika sebuah spanduk besar tergantung di depan gerbang masjid. Spanduk itu mencantumkan tulisan “Rest Area Masjid Ramah Pemudik” beserta logo Kementerian Agama dan KUA Bantimurung, serta foto jajaran pimpinan lokal — mulai dari Kepala Kanwil Agama Sulawesi Selatan, Kepala Kemenag Maros, hingga Camat, Danramil, Kapolsek, dan Kepala Puskesmas Bantimurung. Tema “Bersama jajaran Forkopincam Bantimurung untuk mudik aman dan nyaman” yang tertera di spanduk menjadi bukti kerja sama antarbangsa yang sungguh-sungguh untuk melayani pemudik.
Sebagai rest area, Masjid Nurul Muttaqin menyiapkan fasilitas yang bermanfaat bagi pemudik. Di dalam dan di sekitar masjid, tersedia tempat duduk yang nyaman dan air minum untuk menenangkan badan yang lelah setelah berkendara jauh. Selain itu, dengan dukungan Puskesmas Bantimurung, juga disediakan layanan kesehatan yang membutuhkan. Petugas masjid dan sukarelawan selalu siap membantu dengan senyum, memberikan informasi rute perjalanan, atau hanya mendengarkan cerita pemudik tentang perjalanan mereka. Semua ini membuat pemudik merasa diterima dan tidak sendirian di tengah perjalanan.
Keberadaan masjid ramah pemudik ini juga memiliki arti sosial yang mendalam. Ia memperkuat peran masjid sebagai “rumah semua orang”, tanpa memandang asal-usul atau keyakinan. Bagi warga lokal, ini menjadi sumber kebanggaan karena masjid mereka bisa memberi manfaat bagi orang lain. Bagi pemudik, Masjid Nurul Muttaqin menjadi tempat perlindungan dari cuaca buruk, kelelahan, atau kesulitan di jalan. Ia juga menciptakan ikatan antara warga lokal dan pemudik, di mana kedua pihak bisa saling berbagi dan saling membantu.
Kesimpulannya, Masjid Nurul Muttaqin Kelurahan Kalabbirang telah membuktikan bahwa masjid bisa berperan lebih luas dalam kehidupan masyarakat. Sebagai salah satu masjid ramah pemudik, ia tidak hanya memenuhi kebutuhan ibadah, tetapi juga memberikan kenyamanan, pertolongan, dan kehangatan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan. Dengan kerja sama jajaran Forkopincam dan dukungan warga, masjid ini menjadi contoh yang baik bagi masjid-masjid lain untuk mengembangkan fungsi sosial yang lebih berarti, menjadikannya tempat yang benar-benar berguna bagi semua orang.







