Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bupati Gowa Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Pemprov Sulsel Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan

    September 26, 2026

    SITANDUK Sasar Sekolah di Maros, Andi Satriawan Dorong Seluruh Anak Miliki Kartu Identitas

    September 25, 2026

    KKN REG. UNM GEL. 55 Dorong Akses Air Bersih di Desa Botolempangan Kec. Bontoa Kab. Maros

    September 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Membangun Benteng Perlindungan dari Desa: BP3MI Canangkan Program ‘Desa Migran Emas’ di Maros
    PEMERINTAH

    Membangun Benteng Perlindungan dari Desa: BP3MI Canangkan Program ‘Desa Migran Emas’ di Maros

    RedakturBy RedakturNovember 17, 2025
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    MAROS, Kameraliputan.com – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) mengambil langkah proaktif dalam menjaring dan melindungi Warga Negara Indonesia yang bekerja di luar negeri melalui program percontohan bertajuk ‘Desa Migran Emas’ (DME). Kegiatan yang dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) dan sosialisasi ini digelar di Grand Town Hotel, Mandai, Kabupaten Maros, pada Kamis, 13 November 2025, menandai upaya penguatan ekosistem perlindungan yang dimulai dari akar desa.

    Inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa perlindungan pekerja migran harus bersifat holistik dan terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir.

    Direktur Jenderal Pemberdayaan di Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), Moh Fahri, menegaskan bahwa ‘Desa Migran Emas’ adalah manifestasi kehadiran negara.

    “Ini wujud ekosistem perlindungan negara. Masyarakat harus dibekali informasi yang lengkap terkait hak, kewajiban, dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan di negara tujuan. Di situ negara turut hadir,” ungkap Moh Fahri dalam sambutannya.

    Menjaring Data dan Mengatrol Kualitas

    Baca:  50 Tahun HKG PKK, Gubernur dan Ketua PKK Sulsel Lepas Defile dan Jalan Sehat PKK Kabupaten/kota

    Fahri menyoroti peran sentral desa dalam memastikan keamanan dan legalitas keberangkatan warganya. Menurutnya, tanpa data yang akurat di tingkat desa, negara sulit memberikan perlindungan yang tepat sasaran.

    “Pendataan itu harus dilaporkan secara berjenjang ke Bupati dan kemudian ke Gubernur. Dengan begitu, kami bisa melihat siapa yang berangkat secara prosedural dan siapa yang tidak. Mereka yang tidak prosedural akan menjadi fokus negara untuk diberikan perlindungan,” tambahnya.

    Data KemenP2MI mencatat sekitar 230 ribu pekerja migran asal Indonesia tersebar di berbagai negara, dengan tujuan favorit seperti Hongkong, Taiwan, Malaysia, dan Singapura. Menariknya, minat menjadi pekerja migran didominasi oleh Generasi Z, mencapai lebih dari 70 persen.

    Melihat tingginya minat ini, KemenP2MI berkomitmen tidak hanya melindungi, tetapi juga meningkatkan kualitas pekerja. “Sebagian besar bekerja di sektor rumah tangga (low skill), tapi ke depan kami akan tingkatkan kualitas mereka agar menjadi pekerja medium skill, bukan lagi low skill,” tegas Fahri, mendorong peningkatan kompetensi agar pekerja migran Indonesia memiliki daya saing global yang lebih tinggi.

    Baca:  Komsos dan Sinergitas Forkompimda Kunci Dalam Penanganan Pandemi Covid-19

    Komitmen Daerah: Regulasi Lokal sebagai Payung Hukum

    Penyelenggaraan FGD di Maros disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten setempat. Bupati Maros, Chaidir Syam, yang turut hadir, mengungkapkan bahwa Maros telah memiliki beberapa wilayah binaan tenaga kerja, termasuk di Kecamatan Mallawa.

    Chaidir Syam menekankan pentingnya sinergi antara program pusat dan inisiatif daerah untuk memastikan warga Maros yang merantau aman dan sukses. Saat ini, tercatat sekitar 30 warga Maros bekerja di luar negeri.

    “Semoga mereka menjadi imigran emas yang membanggakan daerah,” harapnya.

    Untuk memperkuat perlindungan secara hukum di tingkat daerah, Chaidir mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan fondasi regulasi. “Saat ini kami sedang merumuskan perda ketenagakerjaan, dan setelah itu akan disusun perda perlindungan migran,” jelas Chaidir Syam, menandakan keseriusan Pemda Maros dalam mengawal kesejahteraan pekerja migran.

    Tantangan Regional: Berangkat Tanpa Informasi

    Baca:  Optimis Raih Juara, Desa Tupabbiring Jadi Andalan Kecamatan Bontoa dalam Lomba PKK Tingkat Kabupaten Maros

    Meskipun Maros menjadi lokasi percontohan, tantangan migrasi ilegal masih menjadi isu krusial di Sulawesi Selatan.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Jayadi Nas, menyebutkan beberapa kabupaten penyumbang pekerja migran terbanyak di Sulsel, antara lain Bulukumba, Sinjai, Bone, Wajo, Bantaeng, dan Jeneponto.

    Jayadi mengungkapkan akar masalah yang kerap terjadi di wilayah tersebut: minimnya informasi.

    “Mereka ini umumnya berangkat tanpa informasi yang cukup tentang pekerjaan. Akibatnya, ketika ada calo yang datang, mereka mudah tergoda dan berangkat secara ilegal,” katanya.

    Kondisi ini menegaskan relevansi program ‘Desa Migran Emas’. Dengan menjadikan desa sebagai pusat fasilitasi dan pendataan resmi, diharapkan celah bagi praktik ilegal oleh calo dapat dipersempit, dan setiap warga yang ingin bekerja ke luar negeri dapat menempuh jalur yang prosedural, aman, dan bermartabat. Program ini diharapkan menjadi mercusuar bagi daerah lain di Indonesia dalam mewujudkan perlindungan total bagi pahlawan devisa negara.

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleKerja Keras Tekan Stunting Berbuah Manis, Pemkab Maros Diganjar Dana Insentif Fiskal Rp6 Miliar
    Next Article Deru Hujan dan Genangan Moncongloe: Sebuah Refleksi Warga dan Kesiapsiagaan Bencana

    Berita Lainnya:

    PEMERINTAH

    Bupati Gowa Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Pemprov Sulsel Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan

    September 26, 2026
    PEMERINTAH

    SITANDUK Sasar Sekolah di Maros, Andi Satriawan Dorong Seluruh Anak Miliki Kartu Identitas

    September 25, 2026
    PEMERINTAH

    KKN REG. UNM GEL. 55 Dorong Akses Air Bersih di Desa Botolempangan Kec. Bontoa Kab. Maros

    September 22, 2026
    PEMERINTAH

    GMBI Maros Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Dusun Rea-Rea, Tupabiring

    September 21, 2026
    DAERAH

    Kabar Baik : APBD Maros Perubahan 2026 Naik Rp54,16 Miliar, Prioritaskan Gaji PPPK hingga Jalan Baru Tompobulu

    September 11, 2026
    Pos-pos Terbaru
    • Bupati Gowa Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Pemprov Sulsel Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan
    • SITANDUK Sasar Sekolah di Maros, Andi Satriawan Dorong Seluruh Anak Miliki Kartu Identitas
    • KKN REG. UNM GEL. 55 Dorong Akses Air Bersih di Desa Botolempangan Kec. Bontoa Kab. Maros
    • GMBI Maros Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Dusun Rea-Rea, Tupabiring
    • Isu Rencana Pinjaman Rp100 Miliar Pemkab Maros, DPRD Maros Pertanyakan RAPBD 2027
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,595 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026976 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026827 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,595 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026976 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026827 Views
    Our Picks

    Bupati Gowa Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Pemprov Sulsel Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan

    September 26, 2026

    SITANDUK Sasar Sekolah di Maros, Andi Satriawan Dorong Seluruh Anak Miliki Kartu Identitas

    September 25, 2026

    KKN REG. UNM GEL. 55 Dorong Akses Air Bersih di Desa Botolempangan Kec. Bontoa Kab. Maros

    September 22, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.