blank

Bupati Maros Bangga! Andi Muhammad Fathan Chaidir Meraih “The Best Competitor” di Turnamen Panah Berkuda Internasional China 2025

blank

MAROS, Kamera Olahraga – Atlet panahan berkuda asal Maros, Andi Muhammad Fathan Chaidir (putra Chaidir Syam), kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Pada 2‑4 Agustus 2025, ia berhasil meraih penghargaan tunggal “The Best Competitor” pada International Horseback Archery Tournament 2025 yang diselenggarakan di Hongyuan County, China.

Latar Belakang Kejuaraan
Turnamen ini mempertemukan atlet‑atlet papan atas dari enam negara, antara lain Kazakstan, Polandia, Malaysia, China, Mongolia, dan Indonesia. Fathan sekaligus mewakili Indonesia dalam tiga kategori:

Martial Exam Style – menuntut ketepatan dan kecepatan dalam gerakan menyerupai latihan militer tradisional.
Power Shoot – menekankan kekuatan tarikan tali panah sambil menunggang kuda.
Tower 90 – tantangan menembak target pada jarak 90 meter sambil melaju di lintasan yang berliku.

Meskipun Indonesia hanya mengirim satu atlet ke China karena jadwal kompetisi lain yang bersamaan, Fathan membuktikan bahwa kualitas dapat mengalahkan kuantitas. “Alhamdulillah, kembali diberikan amanah untuk membawa nama baik Indonesia di China dan mendapat penghargaan The Best Competitor dalam ajang itu,” ujarnya pada Sabtu, 9 Agustus 2025.

Persiapan dan Strategi Tim Indonesia
Fathan menjelaskan alasan terbatasnya kuota atlet: “Indonesia hanya mengirim satu atlet ke China karena ada berbagai lomba juga di tempat lain. Tim Indonesia harus membagi atletnya dengan melihat kapasitas dan rekomendasi baik juga dari tim.” Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi performa, jadwal kompetisi, serta kesiapan logistik.

Rencana Selanjutnya: Rusia
Setelah kembali dari China, Fathan tak berhenti berkompetisi. Ia menargetkan International Horseback Archery Alliance Nation 1 yang akan digelar di Serpukhov, Rusia. “Ini juga misinya mengikuti lomba untuk memberikan hadiah terbaik untuk Indonesia di hari jadinya yang ke‑80 tahun,” tambahnya, mengingat pentingnya perayaan kemerdekaan Indonesia.

Mengapa Panahan Berkuda?
Fathan memulai kariernya di olahraga ini pada 2022. Sejak saat itu, ia mengumpulkan gelar juara di berbagai kejuaraan nasional hingga internasional, termasuk peringkat pertama kategori Raid 233 kelas senior bintang dua pada Gauchoux Open International Competition di Prancis 2024.

Motivasi utamanya? “Saya menggeluti olahraga ini karena mengikuti sunnah yang diajarkan Rasulullah. Selain itu, olahraga ini cukup menantang dan menyenangkan karena menggabungkan dua aliran sekaligus serta menuntut kerjasama yang baik dengan hewan yang kita tunggangi,” ungkap Fathan.

Dukungan Bupati Maros, Chaidir Syam
Bupati Maros, Chaidir Syam, tak menyembunyikan rasa bangganya. “Selain mengharumkan Nama Kabupaten Maros, Nak Fathan juga sudah mengharumkan nama Indonesia di luar sana karena membuktikan prestasinya dalam olahraga panahan berkuda ini,” katanya. Ia menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk terus mendukung putranya serta mengembangkan cabang olahraga yang masih tergolong baru di Maros.

“Kami akan menyediakan fasilitas latihan, beasiswa, dan promosi lebih luas agar generasi muda di Maros dapat tertarik dan berkesempatan mengikuti jejak Fathan,” tambah Chaidir.

Signifikansi untuk Indonesia
Keberhasilan Fathan menambah catatan gemilang Indonesia di dunia panahan berkuda, sebuah disiplin yang semakin populer di ajang internasional. Prestasi “The Best Competitor” menegaskan bahwa atlet Indonesia mampu bersaing di level tertinggi meski dengan sumber daya yang terbatas.

Dengan agenda kompetisi yang sudah menatap Rusia, dan kemungkinan kejuaraan lainnya di Eropa maupun Timur Tengah, harapan akan peningkatan representasi Indonesia di olahraga ini semakin tinggi. Dukungan pemerintah daerah, sponsor, serta federasi nasional akan menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi atlet seperti Fathan ke depan.

Penutup
Andi Muhammad Fathan Chaidir tidak hanya mengukir prestasi pribadi, tetapi juga menjadi duta olahraga tradisional yang memadukan keterampilan menunggang kuda dan ketepatan memanah. Keberhasilannya di China menjadi inspirasi bagi generasi muda Maros, dan menegaskan bahwa semangat, dedikasi, serta dukungan lintas sektor dapat menjadikan Indonesia kompetitif di panggung global.

Selamat kepada Fathan, dan semoga prestasi ini membuka jalan bagi lebih banyak atlet Indonesia untuk menaklukkan tantangan panahan berkuda di dunia.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: