Maros – Cuaca ekstrim yang melanda dua hari terakhir berakibat pada sejumlah wilayah di Kabupaten Maros mengalami kebanjiran.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Maros Chaidir Syam mengambil kebijakan dengan meminta pihak sekolah melaksanakan pembelajaran secara daring.
Begitu juga dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Maros boleh bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Tetapi, khusus yang tempat tinggalnya terdampak cuaca ekstrem, misalnya banjir.
Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan, kebijakan itu diserahkan kepada kepala OPD masing-masing.
“Ya, dengan persetujuan dan izin dari kepala perangkat daerah dan wajib melaporkan tugas yang dilaksanakan di rumah,” kata Chaidir.
Namun, mantan Ketua DPRD Maros itu menegaskan untuk sektor pelayanan tidak boleh tertutup.







