blank

Tingkatkan Keamanan Hayati, Bupati Maros Letakkan Batu Pertama Pembangunan Biosecurity Center Wilayah Timur Indonesia

blank

Maros, Kamera Pemerintah – Sebuah langkah strategis untuk memperkuat sistem keamanan hayati dan kesehatan hewan nasional telah dimulai. Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H., secara resmi melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Gedung Biosecurity Center untuk Wilayah Timur Indonesia.

Acara bersejarah ini dipusatkan di kompleks Balai Veteriner Maros, Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau, pada hari Senin (14/07/2025). Pembangunan fasilitas modern ini merupakan inisiatif penting dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yang pelaksanaannya dipercayakan kepada Balai Besar Veteriner Maros.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat terkait, termasuk Kepala Kejaksaan Negeri Maros, Muh. Zulkifli Said, S.H., M.H., dan Kepala Balai Veteriner Maros, H. Agustia, M.P. Turut hadir pula Camat Lau serta para pemangku kepentingan dari sektor peternakan dan kesehatan hewan.

Dalam sambutannya, Bupati Chaidir Syam menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas dipilihnya Kabupaten Maros sebagai lokasi pembangunan fasilitas vital ini.

“Pembangunan Biosecurity Center ini adalah sebuah langkah maju yang sangat strategis, tidak hanya bagi Maros, tetapi bagi seluruh Kawasan Timur Indonesia,” ujar Bupati. “Ini adalah bukti kepercayaan pemerintah pusat kepada daerah kita. Fasilitas ini akan menjadi benteng pertahanan utama dalam mencegah penyebaran penyakit hewan lintas negara dan antarpulau, sehingga melindungi sektor peternakan yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat kita.”

Sementara itu, Kepala Balai Veteriner Maros, H. Agustia, M.P., menjelaskan bahwa gedung ini akan menjadi pusat riset, diagnostik, dan surveilans penyakit hewan yang canggih.

“Dengan adanya Biosecurity Center ini, kemampuan kita dalam mendeteksi dan merespons ancaman penyakit hewan eksotis maupun penyakit strategis lainnya akan meningkat pesat. Gedung ini akan dilengkapi dengan laboratorium berstandar internasional untuk menjamin keamanan hayati dan kedaulatan pangan nasional, khususnya di wilayah timur,” jelasnya.

Pembangunan Gedung Biosecurity Center ini dipandang krusial mengingat posisi strategis Indonesia, khususnya wilayah timur, yang rentan terhadap masuknya penyakit hewan menular dari negara lain. Fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat sistem kewaspadaan dini dan menjadi garda terdepan dalam menjaga status kesehatan hewan nasional.

Acara peletakan batu pertama ini ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan agar proses pembangunan berjalan lancar dan sesuai target. Kehadiran Biosecurity Center di Maros diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor peternakan dan kesehatan hewan, serta memperkokoh ketahanan pangan Indonesia di masa depan.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: