Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026

    Rangkaian Lomba HKG PKK ke-54 di Maros: Tim Penilai Kunjungi Camba dan Turikale, Disambut Mappadekko hingga Panen Tomat

    Agustus 8, 2026

    Koni Maros Gelar Rapat Pengurus Dan Doa Bersama

    Agustus 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Menanti Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Krisis Tenaga Pendidik di Kabupaten Maros
    PENDIDIKAN

    Menanti Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Krisis Tenaga Pendidik di Kabupaten Maros

    RedakturBy RedakturApril 29, 2026
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    KAMERA MAROS – Di balik deretan ruang kelas yang berbaris rapi di Kabupaten Maros, tersimpan sebuah catatan sunyi yang mulai mengkhawatirkan. Saat loceng berbunyi, bukan hanya soal materi pelajaran yang dinanti, melainkan sosok pengajar yang menjadi nahkoda di depan kelas. Kini, nahkoda itu jumlahnya semakin menipis.

    Berdasarkan data terbaru per 29 April 2026, Kabupaten Maros sedang berhadapan dengan defisit tenaga pendidik yang cukup besar. Sebanyak 475 kursi guru di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih kosong melompong. Rinciannya, 348 guru dibutuhkan untuk jenjang SD—didominasi oleh guru kelas dan guru olahraga—serta 127 posisi guru mata pelajaran di jenjang SMP.

    Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maros, Asri Rajab, mengungkapkan bahwa kondisi ini merupakan imbas dari pergeseran regulasi. Dahulu, sekolah bisa bernapas lega karena bantuan guru honorer. Namun, kini pintu tersebut telah tertutup rapat. Sekolah tidak lagi memiliki fleksibilitas untuk merekrut tenaga honorer baru, sementara suksesi guru ASN yang pensiun terus berjalan.

    Baca:  Perpustakaan Makassar Miliki Digital Bagi Penyandang Cacat

    Harapan di Balik Formasi CPNS

    Pemerintah Kabupaten Maros bukannya berpangku tangan. Usulan formasi telah diajukan melalui mekanisme CPNS 2026 kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Namun, angka usulan tersebut masih menjadi misteri—sebuah tanda tanya besar yang bergantung pada restu kebijakan pusat.

    Saat ini, napas pendidikan di Maros masih ditopang oleh kehadiran tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan pengabdian guru honorer lama yang masih setia bertahan meski nasib mereka belum sepenuhnya berstatus ASN. Namun, kehadiran mereka belum cukup untuk menutup celah 475 lubang kebutuhan tersebut.

    Desakan dari “Rumah Rakyat”

    Baca:  Bang Eno Apresiasi Putri Nurul Inayah Febrianti Lulus di SD IT Ar-Rahma dengan Perkembangan Nilai Prestasi Agama dan Moral yang Patuh Pada Orang Tua

    Kondisi ini memantik reaksi keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maros. Muhammad Yusuf, atau yang akrab disapa “Sarro”, menegaskan bahwa kekosongan tenaga pengajar bukanlah masalah sepele yang bisa ditunda-tunda.

    “Ini harus jadi perhatian serius. Kualitas pendidikan taruhannya, terutama bagi anak-anak kita di daerah terpencil yang aksesnya lebih terbatas,” ujar Yusuf dengan nada tegas.

    Lebih jauh, ia menekankan pentingnya distribusi guru yang berkeadilan. Seringkali, terjadi ketimpangan di mana sekolah di pusat kota “gemuk” dengan tenaga pengajar, sementara sekolah di pelosok justru kekurangan. Yusuf mendesak agar pemerintah daerah tidak sekadar mengusulkan jumlah, tetapi juga memetakan kebutuhan secara riil di lapangan agar tidak terjadi penumpukan di satu titik dan kekeringan guru di titik lain.

    Baca:  Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Youth Forum MPUGGp Gelar Aksi Tanam Pohon dan Sekolah Geopark Edisi III

    Menjemput Masa Depan

    Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Jika ruang kelas dibiarkan tanpa guru, maka yang sedang kita korbankan bukanlah angka statistik, melainkan masa depan generasi muda Maros.

    Kini, bola panas ada di tangan pemerintah. Di tengah ketidakpastian jumlah formasi CPNS yang akan disetujui, langkah konkret, diplomasi dengan pusat, dan penataan distribusi internal menjadi kunci. Masyarakat Maros kini menanti: akankah bangku-bangku kosong itu segera terisi, ataukah pendidikan di Maros harus terus berjalan dengan “tim yang tidak lengkap”?

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleSMPN 5 Mandai Luncurkan Seni Budaya “Madduppa Ade”, Wujud Pelestarian Budaya Lokal di Sekolah
    Next Article UMKM Maros ‘Go Digital’: 100 Pelaku Usaha Dibekali Strategi Pemasaran Berbasis AI

    Berita Lainnya:

    PENDIDIKAN

    Hari Pertama Masuk Sekolah, SMP IT YADI Padaria Gelar Upacara Dan MPLS 2026

    Juli 13, 2026
    PENDIDIKAN

    Tim Dosen UTS Makassar Mengubah Nira Menjadi Emas: Transformasi Desa Bontomarannu Melalui Sentuhan Teknologi

    Mei 19, 2026
    PENDIDIKAN

    Membangun Fondasi Emas: Sinergi Visi dan Aksi di TKN 15 Pusat PAUD Gattareng Matinggi

    Mei 14, 2026
    PENDIDIKAN

    Hardiknas 2026, HPPMI Maros Perkuat Komitmen Kawal Bantuan Pendidikan

    Mei 3, 2026
    PENDIDIKAN

    Menggugat di Hari Pendidikan: PMII Kota Makassar Menolak Komodifikasi Ilmu Pengetahuan

    Mei 2, 2026
    Pos-pos Terbaru
    • Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi
    • Rangkaian Lomba HKG PKK ke-54 di Maros: Tim Penilai Kunjungi Camba dan Turikale, Disambut Mappadekko hingga Panen Tomat
    • Koni Maros Gelar Rapat Pengurus Dan Doa Bersama
    • Gubernur Sulsel dan Pemkab Maros Sabet Penghargaan detiktimur Awards 2026: Komitmen Pembangunan dan Pemulihan Ekonomi Diapresiasi
    • DPRD Maros Sahkan Perda Ketenagakerjaan: Lindungi Pekerja Disabilitas hingga Sanksi Pencabutan Izin Usaha
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026969 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Our Picks

    Mubes Ke I LKBH Maros, Ervan Prakasa Sah Terpilih Secara Aklamasi

    Agustus 8, 2026

    Rangkaian Lomba HKG PKK ke-54 di Maros: Tim Penilai Kunjungi Camba dan Turikale, Disambut Mappadekko hingga Panen Tomat

    Agustus 8, 2026

    Koni Maros Gelar Rapat Pengurus Dan Doa Bersama

    Agustus 8, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.