blank

Salah Satu Calon Anggota KPUD Maros Di Soal, Aktivis Desa Minta Timsel dan KPU RI Tidak Tebang Pilih!

blank

Maros – Pengumuman 10 besar hasil seleksi timsel KPU untuk Kabupaten Maros saat ini ramai diperbincangkan. Hal itu menyusul sorotan front pemuda Maros bersatu yang menyebut salah satu calon anggota KPUD Maros berinisial LH yang diragukan netralitasnya.

Alasannya adalah LH disinyalir pernah menjadi tim pemenangan salah satu paslon pada Pilkada 2020 Maros dan Pileg 2019.

Sorotan front pemuda Maros bersatu itupun menuai pro dan kontra. Seperti yang dikatakan aktivis Desa Harmin Thomaru, menurutnya dugaan seperti itu harus berdasarkan data yang ril agar tidak mencederai pihak tertentu.

“Jika memang salah satu ada yang terindikasi pernah menjadi tim seharusnya harus berbasis data atau bukti ,karena semua punya jejak digital dan sudah pasti mereka di pemilihan kemarin punya calon juga yang dipilih berarti mereka juga ada pilihan,” katanya. Jumat (28/4/2023).

Harmin pun meminta timsel KPUD dan KPU RI agar tidak tebang pilih dalam mengambil keputusan saat seleksi dilakukan. Apalagi, Harmin meyakini bahwa dalam daftar 10 besar calon anggota KPUD Maros masih ada yang diduga pernah menjadi tim hukum salah satu paslon pada Pilkada Maros 2020 lalu.

“Saya minta panitia seleksi tidak boleh tebang pilih jika ada yang melapor atau ada yang menyebarkan salah satu kandidat pernah menjadi tim sukses, siapa tau kalau hanya jejak digital kita lihat ada yang lain juga terindikasi pernah melakukan hal yang sama, jadi saya minta netral dan berkompetisilah dengan penuh santun dan yang baik-baik saja jalurnya, tidak usah rese tapi mari santun dan menjaga persaudaraan,” katanya.

Tudingan terhadap LH, kata Harmin, sengaja dimunculkan lantaran dianggap sebagai kandidat kuat anggota KPUD Maros. “LH ini saya kira calon kuat makanya diganggu. Padahal kalau timsel mau buka jejak digital, akan muncul nama lain yang sebenarnya juga bisa dipertanyakan netralitasnya,” ucap ketua BKNDI Maros itu.

Diketahui, setelah netralitas LH dipertanyakan, muncul juga MY yang disinyalir juga pernah menjadi ketua tim hukum salah satu paslon pada Pilkada Maros 2020.(*)

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: