Maros – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Maros kembali memberikan ruang bagi para guru dalam pendampingan penulisan buku. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Baruga A Kantor Bupati Maros.
Bupati Maros Chaidir Syam hadir sebagai salah satu narasumber di workshop itu. Ia mengajak para guru peserta workshop untuk berkarya lewat buku.
“Manfaatkan ruang ini untuk menghasilkan karya tulis yang nantinya akan bermanfaat bagi generasi muda,” kata Chaidir.
Chaidir berharap, workshop ini bisa menjadi salah satu variabel yang menopang peningkatan SDM di Maros.
Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari yang hadir membuka, kegiatan tersebut, menegaskan agar fasilitas yang diberikan pemkab bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. “Setiap guru yang memiliki cita-cita sebagai penulis, disini kami dari pemerintah daerah telah memberikan fasilitas. Semoga bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin,” ungkapnya.
Infrastruktur di Kabupaten Maros menurutnya telah berangsur baik. Sejalan dengan itu, kualitas SDM juga harus dikembangkan.
“Untuk sekarang yang perlu kita galakkan adalah SDM, infrastruktur alhamdulillah sudah mulai baik. Percuma infrastruktur baik tetapi SDM tidak mempuni,” sebutnya.
Ia menjelaskan, literasi adalah kemampuan mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan dan menulis. Ia mengajak seluruh guru di Kabupaten Maros dapat membumikan literasi.
“Guru diberikan pendampingan penulisan buku, sebab dia yang paling mengerti buku seperti apa yang akan diminati anak-anak kita. Mari kita sama-sama menumbuh kembangkan minat anak untuk membaca,” ujarnya.
Selain itu ungkap Suhartina, dengan faham literasi seseorang akan lebih bijak, lebih pengertian, lebih amanah, dan lebih berpikir dalam mengambil keputusan.
“Kita upayakan setiap ruang publik bisa menyediakan perpustakaan-perpustakaan mini. Termasuk di kafe, kantor, dan ruang-ruang tunggu pelayanan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Andi Patiroy mengungkapkan, pendampingan penulisan buku bagi guru akan berlangsung 23 Februari hingga 31 Maret 2023. Peserta merupakan guru pada tingkat PAUD, SD, dan SMP berjumlah 50 guru.
“Sebagai pengembang kompetensi berkelanjutan dalam menunjukkan cermin profesional guru. Guru akan didampingi dalam menghasilkan buku yang dapat diaplikasikan ke siswa,” ujarnya.
Hal yang berbeda tahun ini dibandingkan pendamping penulisan buku tahun lalu ialah tidak hanya peserta yang melahirkan karya dalam bentuk Buku. Tetapi pendamping Penulis juga akan mempersembahkan karya buku tentang Geopark (Fakta dan Rahasianya).
“Dari sini semoga siswa kita akan lebih senang membaca. Lebih dapat memahami Geopark dan lebih cinta dengan lingkungan,” pungkasnya.







