Close Menu
KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Damkar Maros Bantu Warga Cari HP Jatuh ke Selokan di Jalan Baru Mamminasata

    Agustus 16, 2026

    Rumah Panggung di Mandai Maros Terbakar, 3 Armada Damkar Turun Tangan

    Agustus 16, 2026

    BPTH Wilayah II Bagikan Bibit Gratis di Maros, Ketua SMSI Beri Apresiasi dan Siap Mendampingi

    Agustus 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    Subscribe
    • HOME
    • PEMERINTAH
    • POLITIK
    • DAERAH
    KAMERA LIPUTANKAMERA LIPUTAN
    • PEMERINTAH
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • NASIONAL
    • DAERAH
    Beranda » Menggugat di Hari Pendidikan: PMII Kota Makassar Menolak Komodifikasi Ilmu Pengetahuan
    PENDIDIKAN

    Menggugat di Hari Pendidikan: PMII Kota Makassar Menolak Komodifikasi Ilmu Pengetahuan

    RedakturBy RedakturMei 2, 2026
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    KAMERA MAKASSAR – Suara lantang bergema di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Di bawah terik matahari yang menyengat, ratusan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Makassar memadati pelataran, menyuarakan keresahan yang selama ini terkubur dalam sunyi. Momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bukanlah sekadar seremoni seremonial bagi mereka; ini adalah momentum untuk menagih janji negara atas hak dasar setiap anak bangsa.

    Dengan simbol perlawanan yang tegas, PC PMII Kota Makassar menyampaikan gugatan keras terhadap arah kebijakan pendidikan nasional yang dianggap makin jauh dari idealisme mencerdaskan kehidupan bangsa.

    Gugatan Atas Nama Kemanusiaan

    Tuntutan PMII kali ini menyasar akar persoalan yang mencemaskan. Salah satu yang paling disoroti adalah wacana Kemendiktisaintek mengenai penghapusan program studi yang dianggap “tidak relevan dengan kebutuhan industri”.

    Baca:  Beasiswa Ujung Negeri, Beri Akses Pendidikan Tinggi ke Wilayah 3T

    Bagi PMII Kota Makassar, pendidikan bukanlah pabrik pencetak tenaga kerja murah. “Pendidikan adalah alat pembebasan manusia, bukan sekadar pelayan industri. Menghapus prodi atas dasar pragmatisme pasar adalah bentuk pengkhianatan terhadap nalar kritis dan pengembangan ilmu pengetahuan murni,” tegas orator aksi.

    Selain itu, mereka menggaungkan empat tuntutan utama:

    Menolak penghapusan program studi yang tidak relevan dengan industri (karena ilmu pengetahuan harus bersifat holistik).
    Menuntut kesejahteraan tenaga pendidik yang seringkali terlupakan di balik megahnya infrastruktur fisik.
    Wujudkan pendidikan gratis bagi seluruh rakyat, tanpa terkecuali.
    Wujudkan pemerataan pendidikan di seluruh pelosok Sulawesi Selatan.
    Jeritan Kesenjangan di Sulawesi Selatan

    Baca:  DisPus Makassar Buat Inovasi"Mariki" Guna Menyerap Solusi Tenaga Kerja Alumni Pustakawan

    Di sela-sela aksi, Ketua PC PMII Kota Makassar, Muh. Arfiansyah Aris, menyoroti potret pendidikan di Sulawesi Selatan yang masih timpang. Ia mendesak Gubernur Sulawesi Selatan untuk tidak hanya berpangku tangan melihat fasilitas pendidikan yang tidak merata antara wilayah perkotaan dan pelosok daerah.

    “Pendidikan gratis bukan sekadar retorika kampanye. Ini adalah hak yang harus dijamin. Kami melihat tenaga pendidik kita, terutama guru-guru di daerah, masih berjuang dengan kesejahteraan yang jauh dari kata layak. Bagaimana mutu pendidikan ingin ditingkatkan jika mereka yang mendidik masih harus memikirkan cara menyambung hidup?” ujar Arfiansyah dalam dialog bersama perwakilan Pemprov Sulsel.

    Komitmen Panjang, Bukan Sekadar Seremonial

    Aksi ini ditutup dengan sebuah janji yang kuat. Bagi PMII Kota Makassar, Hardiknas hanyalah satu titik waktu, namun perjuangan melawan ketimpangan adalah napas panjang yang tidak akan berhenti.

    Baca:  Unimerz Gelar Workshop Pengembangan dan Kerjasama Kurikulum Implementasi MBKM

    “Kami akan terus mengawal segala bentuk ketimpangan pendidikan di Sulawesi Selatan. Jangan mengira dengan berakhirnya aksi hari ini, keresahan kami selesai. Kami akan tetap menjadi duri dalam daging bagi setiap kebijakan yang meminggirkan rakyat dari akses pendidikan yang berkualitas,” tutup Arfiansyah dengan nada optimis dan tegas.

    Barisan pun perlahan membubarkan diri, namun pesan yang disampaikan telah menancap kuat; bahwa selama pendidikan masih menjadi barang mewah dan hak istimewa, maka selagi itu pula PMII akan selalu ada untuk menggugat.

    Share. WhatsApp Facebook Twitter Telegram Copy Link Email
    Previous ArticleGuru dan Kepala Sekolah UPTD SPF SDN 80 Kuri Lompo Jadi Petugas Upacara Hardiknas 2026
    Next Article Hardiknas 2026, HPPMI Maros Perkuat Komitmen Kawal Bantuan Pendidikan

    Berita Lainnya:

    PENDIDIKAN

    Hari Pertama Masuk Sekolah, SMP IT YADI Padaria Gelar Upacara Dan MPLS 2026

    Juli 13, 2026
    PENDIDIKAN

    Tim Dosen UTS Makassar Mengubah Nira Menjadi Emas: Transformasi Desa Bontomarannu Melalui Sentuhan Teknologi

    Mei 19, 2026
    PENDIDIKAN

    Membangun Fondasi Emas: Sinergi Visi dan Aksi di TKN 15 Pusat PAUD Gattareng Matinggi

    Mei 14, 2026
    PENDIDIKAN

    Hardiknas 2026, HPPMI Maros Perkuat Komitmen Kawal Bantuan Pendidikan

    Mei 3, 2026
    PENDIDIKAN

    Menanti Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Krisis Tenaga Pendidik di Kabupaten Maros

    April 29, 2026
    Pos-pos Terbaru
    • Damkar Maros Bantu Warga Cari HP Jatuh ke Selokan di Jalan Baru Mamminasata
    • Rumah Panggung di Mandai Maros Terbakar, 3 Armada Damkar Turun Tangan
    • BPTH Wilayah II Bagikan Bibit Gratis di Maros, Ketua SMSI Beri Apresiasi dan Siap Mendampingi
    • Jalawaru Team Akan Selenggarakan Perlombaan Jolloro Mini Di Dusun Kalupenrang, Padukan Perlombaan Dengan Pameran UMKM
    • Kebakaran Lahan Meningkat, Damkarmat Pertegas Imbauan Bupati Maros
    Top Posts

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026972 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    MAKASSAR

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    RedakturMaret 16, 2026
    PEMERINTAH

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    HTJanuari 30, 2026
    PEMERINTAH

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    HTJanuari 25, 2026
    Most Popular

    Polemik Kuota Haji, PW GP Ansor Sulawesi Selatan Satu Intruksi Pimpinan Pusat

    Maret 16, 20266,590 Views

    Optimalkan Mutu Pendidikan, Bupati Maros Lantik dan Mutasi 25 Kepala Sekolah

    Januari 30, 2026972 Views

    Pemprov Sulsel Buka Pengajuan Bantuan Dukungan Desa Mandiri 2026, Simak Syarat dan Kategorinya!

    Januari 25, 2026824 Views
    Our Picks

    Damkar Maros Bantu Warga Cari HP Jatuh ke Selokan di Jalan Baru Mamminasata

    Agustus 16, 2026

    Rumah Panggung di Mandai Maros Terbakar, 3 Armada Damkar Turun Tangan

    Agustus 16, 2026

    BPTH Wilayah II Bagikan Bibit Gratis di Maros, Ketua SMSI Beri Apresiasi dan Siap Mendampingi

    Agustus 16, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok WhatsApp
    • Home
    • Technology
    • Gaming
    • Phones
    • Buy Now
    © 2026 KAMERA LIPUTAN by WEBPro.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.