Maros. Kameraliputan.com – Rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Maros pada Jumat, 3 Januari 2025, berikut adalah poin-poin penting terkait dampak banjir dan longsor akibat rubuhnya fondasi Pondok Tahfiz Haji Ranreng:
Permasalahan Utama:
* Banjir dan longsor menerjang rumah warga di Kelurahan Hasanuddin, Kecamatan Mandai, Maros.
* Penyebab diduga akibat rubuhnya fondasi Pondok Tahfiz Haji Ranreng.
* Warga terdampak menuntut solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang.
* Upaya sementara seperti perbaikan saluran air pasca kejadian (10 Desember 2024) dianggap belum cukup.
Tuntutan Warga:
* Solusi jangka panjang yang komprehensif.
* Kajian teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengidentifikasi penyebab utama dan merancang solusi.
Tanggapan Pihak Pondok Tahfiz Haji Ranreng:
* Telah melakukan upaya pengurangan dampak banjir dengan penggalian, pembuatan penampungan air, dan saluran air baru yang dialihkan agar tidak mengalir ke perumahan Griya Tamarampu.
* Turun langsung bersama pemerintah setempat pasca kejadian dan menurunkan alat berat.
Tanggapan DPRD Maros:
* Ketua DPRD Maros, Muh Gemilang Pagessa Menekankan pentingnya kajian teknis dari Dinas PU dan DLH yang akan dilakukan pekan depan di lokasi.
* Hasil kajian teknis harus dipatuhi oleh semua pihak, termasuk pengembang dan pondok tahfiz.
* Akan mengawal proses kajian teknis tersebut.
* Ketua Komisi II DPRD Maros, Marjan Massere Mendukung perlunya kajian teknis di lapangan.
* Menegaskan pemerintah harus serius menangani masalah ini agar tidak berlarut-larut.
Kesimpulan Sementara:
Fokus utama saat ini adalah menunggu hasil kajian teknis dari Dinas PU dan DLH yang akan dilakukan pada pekan berikutnya setelah tanggal RDP (3 Januari 2025). Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang yang efektif untuk mengatasi masalah banjir dan longsor di wilayah tersebut.







