blank

Camat Marusu Buka Rembuk Stunting Triwulan 2 Desa Abulosibatang

blank

Maros – Dalam upaya penanganan dan pencegahan Stunting bagi warga masyarakat, pihak pemerintah Desa Abbulosibatang bersama stakeholder terkait terus melakukan edukasi kepada masyarakatnya.

Untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan kapasitas bagi petugas kader ditingkat desa, dan ibu hamil, terus diadakan Rembuk bersama warga masyarakat, agar penampilan Stunting bisa lebih maksimal.

Kegiatan bertempat di kantor desa Abulosibatang kecamatan Marusu diadakan Rembuk Stunting. bagi kader untuk penanganan Stunting.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Camat Marusu H.Suardi sawedi.SE.Msi, didampingi oleh kades Abulosibatang, Kasri
Hadir dalam kegiatan tersebut para kepala dusun, tokoh masyarakat, pemuda dan para kader PKK dan BKB se desa Abulosibatang,serta Ibu hamil serta ibu ibu yang menyusui, kegitan Rembuk ini berlangsung selama satu hari.

Camat Marusu H.Suardi Sawedi dalam sambutannya mengatakan, Rembuk Stunting Triwulan 2 semacam ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kapasitas dan kemampuan bagi petugas di desa.
Dia berharap agar para peserta Rembuk ini betul-betul mengikuti dan menambah kemampuan penanganan dan pencegahan Stunting.

“Harapan bagi pemerintah untuk penanganan dan pencegahan Stunting berapa ditangan petugas dilapangan, terutama bagi kader di desa, karena merekalah yang tau persis masyarakatnya, jadi sebagai ujung tombak untuk terus bergerak di tengah masyarakat,” harapnya.
Sementara kades Abulosibatang ( Kasri ) kecamatan Marusu mengaku sangat berterima kasih kepada semua pihak yang selama ini cukup membantu dalam penanganan dan pencegahan Stunting di desanya.

“Berkat kerja keras kita semua, angka Stunting bisa menurun di daerahnya, tapi kita jangan puas dengan apa yang kita capai sekarang, ke depan masih banyak yang harus dilakukan,” ujarnya.
Pelatihan ini, lanjut Kasri, harus betul-betul di ikuti dengan baik, sebagai sumber informasi dan cara edukasi dan penanganan Stunting,

Aminah.Skm.M.Kes hadir sebagai pemateri didampingi oleh Pirman kader Stunting desa Abulosibatang . dalam pemaparannya dihadapan peserta Aminah memberikan metode pencegahan Stunting dan Praktek dalam pendataan dengan metode intervensi sensitif.

Ditambahkan juga Aminah, penanganan Stunting di daerah masing-masing para kader sebagai garda terdepan, untuk lebih mengkoordinir didalam pendataan serta pencegahan stunting.

” Banyak aturan-aturan yang mesti diperhatikan dalam perawatan stunting, perlu perlakukan khusus harus dilakukan bagi anak Stunting, termasuk tata cara dalam pemberian obat serta makanan tambahan yang bergizi, guna membantu perkembangan anak stunting,” tutupnya

Laporan : Irfan.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Berita Terkait: